Lebaran dan Teror Halus Pertanyaan 'Kapan Nikah?'
Menikah cepat dianggap sukses
Sosiolog Universitas Sumatera Utara, Harmona Daulay, menjelaskan bahwa pernikahan masih dipandang sebagai salah satu bentuk kehidupan yang ideal.
"Nilai dan norma yang ada di dalam masyarakat Indonesia masih kuat menempatkan pernikahan dalam institusi keluarga sebagai suatu nilai ideal," ujar Mona kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (14/3).
Nilai tersebut diperkuat oleh norma sosial, budaya, dan agama yang menempatkan keluarga sebagai fondasi kehidupan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam banyak komunitas, seseorang yang telah menikah sering dianggap telah mencapai tahap kedewasaan. Status tersebut juga kerap dipandang sebagai tanda stabilitas hidup.
Lihat Juga :![]() #UstazTanyaDong Apa Hukumnya Tidak Menegur Teman yang Berbuat Dosa? |
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika pertanyaan tentang pernikahan mudah muncul ketika keluarga berkumpul. Menurut Mona, setiap masyarakat memiliki standar tertentu tentang apa yang dianggap sebagai keberhasilan hidup.
"Tidak bisa dipungkiri, dalam setiap masyarakat tentu ada nilai dan norma yang melekat tentang sesuatu yang dihargai. Apakah itu uang, status sosial, status ekonomi, maupun status pernikahan," katanya.
Di Indonesia, status pernikahan masih sering menjadi salah satu indikator untuk menilai perjalanan hidup seseorang.
Budaya keluarga besar juga membuat kehidupan pribadi seseorang kerap menjadi perhatian bersama. Berbeda dengan masyarakat yang lebih individual, kehidupan keluarga di Indonesia cenderung melibatkan banyak anggota keluarga dalam berbagai urusan.
"Karena konstruksi nilai idealnya secara dominan masih pada keluarga luas sebagai penopang keluarga yang ideal," ujarnya.
Akibatnya, status lajang kadang dipandang tidak sepenuhnya sesuai dengan gambaran kehidupan yang dianggap ideal.
"Status single distereotipkan dengan hal yang kurang mendukung pada keseimbangan kehidupan," kata Harmona.
Meski demikian, perubahan perlahan mulai terlihat di kalangan generasi muda. Perkembangan teknologi dan akses informasi membuat banyak orang memiliki perspektif yang lebih luas tentang pilihan hidup.
Bagi sebagian anak muda, pencapaian hidup tidak lagi hanya diukur dari pernikahan. Karier, pendidikan, pengalaman hidup, hingga pengembangan diri mulai dipandang sebagai bentuk keberhasilan yang tidak kalah penting.
Lihat Juga :![]() #UstazTanyaDong Sikat Gigi Pakai Odol Saat Puasa, Puasa Batal atau Enggak? |
Perbedaan cara pandang ini sering kali memunculkan jarak antara generasi yang lebih tua dan generasi muda.
Lebaran tetap menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga. Pertemuan tersebut menghadirkan kesempatan untuk saling mendengar cerita dan berbagi pengalaman.
Namun, di tengah kehangatan itu, percakapan tentang pencapaian hidup sering kali muncul tanpa disadari. Mulai dari pekerjaan, kondisi ekonomi, hingga pernikahan.
Pertanyaan seperti 'kapan nikah?' mungkin akan terus ada dalam tradisi percakapan keluarga Indonesia. Bagi sebagian orang, pertanyaan itu hanya terdengar sebagai basa-basi.
Namun bagi yang menerimanya berulang kali, kalimat sederhana tersebut kadang menyimpan tekanan yang jauh lebih besar daripada yang terlihat di permukaan.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

