Deretan Kebiasaan yang Ampuh Atasi Stres Saat Pagi Hari

CNN Indonesia
Senin, 30 Mar 2026 07:15 WIB
Jika dibiarkan, stres bukan sekadar beban pikiran Anda, tapi juga bisa menjadi penghambat produktivitas harian.
Ilustrasi orang yang alami stres saat pagi hari. (iStock/Nicola Katie)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Stres adalah tamu tak diundang yang bisa menghampiri siapa saja, baik karena tekanan pekerjaan maupun urusan personal. Jika dibiarkan, stres bukan sekadar beban pikiran, tapi juga penghambat produktivitas harian.

Kabar baiknya, Anda bisa membangun "benteng" mental bahkan sebelum jam 9 pagi. Beberapa kebiasaan baik di pagi hari memiliki manfaat baik untuk kesehatan fisik dan mental, yang membantu lebih sehat, bahagia, dan mengatasi stres yang mungkin sedang dirasakan.

Ahli gizi Elizabeth Shaw, MS, RDN, CPT, seperti dikutip EatingWell, membagikan tiga kebiasaan pagi yang ampuh menjaga kesehatan fisik sekaligus mengelola stres agar Anda lebih siap menghadapi hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Jemput Sinar Matahari Pagi

Tubuh manusia memiliki jam internal yang disebut ritme sirkadian. Sistem ini sangat bergantung pada cahaya sebagai penanda waktu.

- Sinyal Kesegaran: Keluar rumah dalam satu jam pertama setelah bangun tidur mengirimkan sinyal ke otak untuk melepas hormon kortisol, yang membuat tubuh terasa segar dan waspada.

- Investasi Tidur: Paparan cahaya pagi juga mengatur pelepasan melatonin (hormon tidur) sekitar 14 jam kemudian. Hasilnya? Tidur malam lebih nyenyak, yang merupakan kunci utama dalam meredam stres kronis.

2. Gerakkan Tubuh, Lepas Endorfin

Tidak perlu latihan berat di pusat kebugaran. Cukup luangkan waktu 10 hingga 15 menit untuk jalan santai, yoga, atau lari kecil.

Olahraga pagi memicu pelepasan endorfin, hormon yang secara alami meningkatkan suasana hati menjadi lebih positif. "Memulai hari dengan bergerak tidak hanya membuat perasaan lebih tenang, tapi juga meningkatkan kualitas tidur. Kurang tidur hanya akan memperburuk kecemasan," ungkap Shaw.

3. Sarapan dengan Gizi Seimbang

Setelah tubuh "berpuasa" semalaman, kadar gula darah secara alami menurun. Melewatkan sarapan dapat memicu fluktuasi gula darah yang menyebabkan rasa lelah, mudah marah (irritable), dan menurunkan kemampuan otak mengelola stres.

Pastikan sarapan Anda mengandung kombinasi karbohidrat, protein, dan lemak sehat. Gula darah yang stabil adalah fondasi utama untuk energi yang konsisten dan fungsi kognitif yang tajam sepanjang hari.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]