Daftar Barang Hotel yang Paling Sering Dicuri Tamu, Ada Selimut!

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Apr 2026 05:30 WIB
Laporan teranyar mengungkap sejumlah barang yang paling sering diambil tamu dari kamar hotel. Meski aneh, tapi selimut hotel masuk ke dalam daftar.
Ilustrasi. Laporan teranyar mengungkap sejumlah barang yang paling sering diambil tamu dari kamar hotel. (davidlee770924/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menginap di hotel kerap menjadi momen menyenangkan bagi banyak orang. Fasilitas yang nyaman, mulai dari handuk lembut hingga jubah mandi yang empuk, sering kali membuat tamu betah.

Namun, di balik kenyamanan itu, ada kebiasaan yang diam-diam merugikan industri perhotelan: membawa pulang barang dari kamar hotel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan Deluxe Holiday Homes yang dirilis awal tahun ini mengungkap sejumlah barang yang paling sering 'hilang' dari kamar hotel. Survei terhadap lebih dari 1.200 staf dan pemilik hotel menunjukkan handuk menjadi barang yang paling sering dibawa pulang oleh tamu.

"Handuk adalah barang yang paling sering dicuri, dengan hampir 9 dari 10 responden menyebut barang ini kerap menghilang dari kamar," demikian isi laporan tersebut, melansir Travel and Leisure.

Selain karena nyaman, handuk juga dinilai praktis untuk dimasukkan ke dalam koper. Tak heran jika barang ini menjadi incaran utama.

Di posisi berikutnya, jubah mandi atau bathrobe juga kerap ikut 'diboyong' tamu. Sekitar 66 persen responden menyebut bathrobe sering hilang, meski sebenarnya bukan fasilitas gratis.

"Terkadang tamu mengira bathrobe bisa dibawa pulang, padahal tidak. Harganya bisa mencapai setidaknya US$50 (sekitar Rp850 ribu) per unit," ungkap pakar perhotelan dalam laporan tersebut.

Menariknya, barang sederhana seperti gantungan baju juga masuk dalam daftar. Sekitar 55 persen responden mengatakan, gantungan sering hilang karena ukurannya ringan dan mudah dibawa.

Selain itu, perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, hingga tisu juga kerap dibawa pulang. Meski sebagian memang disediakan untuk tamu, batasannya sering kali tidak dipahami dengan jelas.

Yang cukup mengejutkan, selimut hotel juga termasuk barang yang sering dicuri. Padahal, ukurannya besar dan harganya tidak murah, yakni bisa mencapai US$75 (sekitar Rp1,27 juta) hingga US$150 (Rp2,55 juta) per unit.

Secara keseluruhan, praktik ini disebut menyebabkan kerugian hingga sekitar US$100 juta per tahun di Amerika Serikat saja.

Fenomena ini, menurut pelaku industri, sebagian dipicu oleh anggapan bahwa barang di kamar hotel adalah 'bonus' bagi tamu. Padahal, tidak semua fasilitas memang diperuntukkan untuk dibawa pulang.

Jadi, lain kali saat menginap, mungkin lebih bijak untuk menikmati fasilitas hotel di tempatnya, tanpa harus memasukkannya ke dalam koper saat check-out.

(lau/asr) Add as a preferred
source on Google