7 Diet Hacks Ini Katanya Works, Tapi Ternyata Berbahaya

CNN Indonesia
Jumat, 10 Apr 2026 06:00 WIB
Di balik klaim yang terdengar meyakinkan, banyak diet hacks yang katanya bagus untuk diikuti tapi sebenarnya berbahaya buat kesehatan. Apa saja?
Ilustrasi. Ada beberapa diet hacks yang diklaim bagus tapi sebenarnya berbahaya. (iStock/bymuratdeniz)

4. Diet tinggi protein berlebihan

Produk tinggi protein kini semakin populer dan sering dianggap sebagai kunci tubuh ideal. Protein memang membantu rasa kenyang dan menjaga massa otot.

Namun, konsumsi berlebihan tanpa keseimbangan nutrisi lain tidak akan otomatis membentuk tubuh ideal. Dalam jangka panjang, pola makan ini dapat membebani ginjal dan mengurangi asupan serat yang penting bagi pencernaan.

Jumlah protein yang disarankan adalah 0,8 gram (g) per kilogram (kg) berat badan untuk diet yang seimbang. Isi setengah piring dengan buah dan sayuran, seperempat dengan biji-bijian utuh, dan seperempat terakhir dengan sumber protein sehat. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

5. Diet cacing pita

Diet ini melibatkan konsumsi cacing pita dengan sengaja agar menyebabkan infeksi parasit dengan tujuan untuk menurunkan berat badan. 

Diet ini merupakan diet ekstrem yang dapat menyebabkan sakit perut, mual, dan kerusakan jangka panjang pada sistem pencernaan.

Selain itu, cacing pita juga dapat menyebabkan malnutrisi, kerusakan organ, hingga infeksi parah.

6. Fiber maxxing

Diet jenis ini merupakan diet dengan mengonsumsi serat dalam jumlah tinggi.

Pada dasarnya, diet ini baik untuk pencernaan dan membantu rasa kenyang lebih lama. Namun, peningkatan serat secara drastis bisa memicu efek samping seperti kembung, kram perut, hingga gangguan pencernaan.

Asupan serat sebaiknya ditingkatkan secara bertahap agar tubuh dapat beradaptasi.

7. Diet ekstrem tanpa makan (diet air)

Beberapa tren ekstrem bahkan mendorong seseorang hanya mengonsumsi air atau sangat membatasi asupan makanan.

Diet ini sangat berbahaya karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan. Risiko yang muncul meliputi dehidrasi, penurunan fungsi organ, hingga komplikasi serius jika dilakukan dalam jangka panjang.

Banyak diet hacks yang menawarkan hasil cepat, tetapi mengabaikan kesehatan jangka panjang. Pendekatan ekstrem sering kali tidak berkelanjutan dan justru merugikan tubuh.

Penurunan berat badan yang sehat membutuhkan proses yang konsisten, mulai dari pola makan seimbang, aktivitas fisik rutin, hingga manajemen stres dan tidur yang cukup. Tanpa itu, hasil yang didapat cenderung tidak bertahan lama.

Alih-alih mencari jalan pintas, membangun kebiasaan sehat menjadi kunci utama untuk mencapai berat badan ideal sekaligus menjaga kesehatan secara menyeluruh.

(nga/asr) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2