Gunung Bromo Tutup Total 6-12 April 2026, Fokus Pemulihan Ekosistem

CNN Indonesia
Selasa, 07 Apr 2026 10:45 WIB
Gunung Bromo di Jawa Timur. (ANTARA FOTO/Muhammad Mada)
Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur mulai 6 hingga 12 April 2026. Kebijakan ini diambil sebagai langkah konservasi untuk memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan standar layanan pariwisata di kawasan tersebut.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan bahwa penutupan dimulai pada 6 April pukul 06.00 WIB dan dibuka kembali pada 12 April pukul 10.00 WIB.

"Penutupan ini adalah momentum kami untuk memulihkan alam dan memperbaiki kualitas layanan wisata agar lebih berkelanjutan, terutama setelah masa libur panjang Lebaran," ujar Endrip, seperti dilansir Antara, Senin (7/4).

Selama satu minggu akses ditutup untuk umum, pengelola telah menyusun rangkaian kegiatan intensif, antara lain:

- 6 April: Aksi bersih-bersih kawasan dari sampah pasca-libur Lebaran serta sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).
- 7 & 9 April: Pelatihan khusus bagi pelaku jasa transportasi jip dan kuda di wilayah Probolinggo.
- 8 April: Peningkatan kapasitas pelaku jasa wisata di wilayah Malang dan aksi bakti sosial.
- 13 April: Penandatanganan dimulainya pembangunan (groundbreaking) penataan JLKT.

Keputusan penutupan ini sangat krusial mengingat beban ekosistem yang meningkat tajam sepanjang Maret 2026. Berdasarkan data TNBTS, kunjungan wisatawan pada Maret mencapai titik tertinggi sepanjang tahun ini, yakni dengan 79.223 orang.

Lonjakan pengunjung ini mencakup wisatawan yang masuk dari empat pintu utama, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang.

Endrip menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kelestarian Bromo. Penataan infrastruktur dan edukasi bagi pelaku jasa wisata diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun kesejahteraan warga lokal.

"Kami ingin memastikan Bromo tetap lestari sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh semua pihak," pungkasnya.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK