Jangan Panik, Ini Panduan Jika Jemaah Haji Tersesat di Tanah Suci

CNN Indonesia
Kamis, 16 Apr 2026 23:30 WIB
Ilustrasi. Dengan jutaan jemaah dari berbagai negara, tersesat di Tanah Suci bukan hal yang mustahil terjadi. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tersesat saat menjalankan ibadah haji bukan hal yang mustahil terjadi.

Dengan jutaan jemaah dari berbagai negara, area Masjidil Haram hingga Arafah bisa sangat padat dan membingungkan, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang baru pertama kali berangkat.

Penting bagi jemaah untuk tahu apa yang harus diperbuat jika terpisah dari rombongan.

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan jika tersesat saat haji.

1. Tetap tenang, jangan berjalan tanpa arah

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri. Rasa panik justru bisa membuat situasi semakin sulit.

Seperti yang dilansir dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), sebaiknya jemaah tidak terus berjalan tanpa arah yang jelas. Alih-alih menemukan jalan pulang, hal ini justru bisa membuat jemaah semakin jauh dari rombongan atau hotel.

2. Segera cari petugas haji terdekat

Jika merasa tersesat, jangan ragu meminta bantuan. Dalam rilis penyelenggaraan haji 2025, Kemenag menegaskan, jemaah tidak perlu sungkan meminta bantuan petugas saat mengalami kesulitan.

Petugas haji Indonesia biasanya tersebar di berbagai titik strategis, mulai dari area masjid, jalur transportasi, hingga sekitar penginapan.

3. Tunjukkan identitas jemaah, terutama Kartu Nusuk

Identitas menjadi kunci penting untuk membantu petugas mengarahkan jemaah kembali ke rombongan.

Saat ini, jemaah haji Indonesia dibekali Kartu Nusuk, yakni kartu identitas digital (smart card) selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Kartu ini tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga terhubung dengan berbagai layanan yang sudah terintegrasi dalam sistem haji.

Ilustrasi. Jemaah diimbau untuk selalu membawa kartu Nusuk selama berkegiatan di Tanah Suci. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Di dalamnya tercantum informasi penting seperti nama, foto, nomor visa, jenis visa, hingga barcode dan QR code yang terhubung langsung dengan sistem digital.

Kartu Nusuk juga punya fungsi penting, antara lain:
- sebagai identitas resmi jemaah yang terintegrasi dengan sistem syarikah;
- akses ke layanan transportasi, akomodasi, dan konsumsi;
- syarat masuk ke area ibadah utama seperti Masjidil Haram.

Karena itu, jika tersesat, menunjukkan Kartu Nusuk dapat memudahkan petugas mengidentifikasi jemaah dan mengarahkan kembali ke lokasi yang tepat.

4. Datangi pos layanan resmi terdekat

Selain mencari petugas di lapangan, jemaah juga bisa langsung menuju pos layanan atau sektor PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) terdekat.

Dalam praktik di lapangan, petugas PPIH memang bertugas membantu jemaah yang terpisah dari rombongan, termasuk mengantar kembali ke pondokan. Biasanya, pos layanan ini mudah dikenali dan tersebar di area-area utama selama pelaksanaan ibadah haji.

5. Hubungi saluran resmi jika memungkinkan

Jika membawa ponsel, jemaah juga bisa menghubungi layanan resmi yang disediakan pemerintah. Biasanya, layanan resmi disediakan untuk membantu keperluan-keperluan jemaah selama berada di Arab Saudi.

Jemaah bisa mengunduh aplikasi Kawal Haji dari Kemenag. Lewat aplikasi ini, jemaah bisa melaporkan kendala yang dialami selama di lapangan.

6. Persiapan penting sebelum berangkat

Agar lebih siap, jemaah juga disarankan:
- menghafal nama hotel atau sektor tempat menginap;
- selalu membawa identitas, seperti Kartu Nusuk atau kartu kloter;
- mengenali titik-titik penting di sekitar penginapan dan tempat ibadah.

Langkah sederhana ini bisa sangat membantu jika sewaktu-waktu terpisah dari rombongan.

Tersesat saat haji memang bisa terjadi, tetapi bukan berarti tidak bisa diatasi. Dengan tetap tenang dan mengikuti prosedur yang tepat, jemaah bisa kembali dengan aman.

Kunci utamanya bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan informasi. Mengetahui apa yang harus dilakukan justru bisa menjadi bekal penting selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

(anm/asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK