'Taman Surga' yang Istimewa, Ini Amalan yang Bisa Dilakukan di Raudhah
CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 19:45 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Ilustrasi. Ada beberapa amalan yang bisa dilakukan jemaah haji saat berada di Raudhah. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)
Jakarta, CNN Indonesia --
Raudhah dikenal sebagai tempat yang istimewa dalam Islam. Tak heran jika tempat di dalam area Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi ini disebut sebagai 'Taman Surga'.
Raudhah juga selalu jadi incaran bagi jemaah haji yang ingin beribadah. Lantas, apa saja amalan yang bisa dilakukan di Raudhah? Apa saja doa-doa yang bisa dibacakan di Raudhah? Simak penjelasannya dalam artikel ini.
Secara bahasa, Raudhah berarti taman. Raudhah sendiri merujuk pada area di antara mimbar dan makam Nabi Muhammad SAW. Tempat ini memiliki keistimewaan tersendiri sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi bahwa area tersebut merupakan bagian dari taman surga.
Tak heran, ribuan jemaah dari seluruh dunia berlomba-lomba untuk bisa beribadah di lokasi ini. Namun, keterbatasan waktu dan padatnya antrean membuat jemaah perlu memahami amalan yang tepat agar tetap khusyuk tanpa mengganggu yang lain.
Amalan yang bisa dilakukan di Raudhah
Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan saat berada di Raudhah.
Jemaah dianjurkan melaksanakan salat sunah tahiyatul masjid sebanyak dua rakaat sebagai bentuk penghormatan saat memasuki masjid. Mengutip dari NU Online, niatnya sebagai berikut:
Salat ini disarankan dilakukan dengan bacaan surat pendek agar tidak memakan waktu terlalu lama, mengingat banyaknya jemaah lain yang juga menunggu giliran.
2. Memperbanyak zikir dan doa
Ilustrasi. Umat Muslim dianjurkan memperbanyak zikir saat berada di Raudhah. (istockphoto./nazar_ab)
Setelah salat, jemaah dapat melanjutkan dengan zikir dan doa. Seperti dikutip dari Nabawi Mulia, berikut merupakan doa yang bisa dibaca:
"Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah. Ya Allah masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah padaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong. Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Muhammad dan keluarganya. Ampunilah dosaku, bukalah pintu rahmat-Mu bagiku dan masukkanlah aku ke dalamnya, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya..
Kemudian dilanjut dengan doa sebagai berikut:
Assalamu 'alaika Ya Rasullallah, assalamu 'alaika Ya Nabiyallah, assalamu 'alaika Ya Khiyaratallah, assalamu 'alaika Ya Habiballah, assalamu 'alaika Ya Sayyidal Mursalin wa Khataman Nabiyyin, assalamu 'alaika Ya Khoirol kholaiki ajma'in, assalamu 'alaika wa 'ala alik wa ahli baitika wa azawajika wa ashabika ajma'in, assalamu 'alaika wa 'ala sa-irin nabiyyin wa jami'i 'ibadillahish sholihin. Jazakallahu 'anna Ya Rasullah afdhola ma jaza nabiyyan wa rasulan 'an ummatihi, wa sholla 'alaika kullama zakaraka zakirun wa ghofala 'an zikrika ghofilun, afdhola wa akmala ma sholla 'ala ahadin minal kholqi ajam'in. Asyhadu alla ilaha illahu wahdah ula syarikalahu wa asyhadu annaka abduhu wa rasuluhu wa khiyarotuhu min kholkihi wa asyhadu annaka ballaghtar risalata wa addaital amanata wa nashohtal ummata wa jahadta fillahi haqqa jihadihi. Allahumma a'tihil wasilata wal fadhilata wab 'atshu maqomam mahmudanillazi wa 'adtahu wa a-tihi nihayata ma yanbaghi ayyas-alahus sailun, allahumma sholli 'ala muhammadin 'abdika wa rasulikan nabiyyil ummiyyi wa 'ala ali muhammadin wa azwajihi wa zurriyyatihi kama shollaita 'ala ibrohima wa 'ala ali ibrohim wa barik 'ala muhammadin wa 'ali muhammadin kama barakta 'ala ibrahima wa 'ala ali ibrahim fil 'alamina innaka hamidum majid.
"Salam sejahtera atasmu, wahai Rasulullah. Salam sejahtera atasmu, wahai Nabi Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai yang terbaik dari Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai kekasih Allah. Salam sejahtera atasmu, wahai pemimpin para rasul dan penutup para nabi. Salam sejahtera atasmu, wahai yang terbaik dari semua makhluk. Salam sejahtera atasmu, keluargamu, rumah tanggamu, istri-istrimu, dan semua sahabatmu. Salam sejahtera atasmu, semua nabi, dan semua hamba Allah yang saleh. Semoga Allah membalasmu, wahai Rasulullah, atas nama kami dengan pahala terbaik yang pernah Dia berikan kepada seorang nabi atau rasul atas nama umatnya, dan semoga Dia mengirimkan berkat kepadamu setiap kali seseorang menyebutmu dan seseorang lupa menyebutmu, berkat terbaik dan paling sempurna yang telah Dia kirimkan kepada setiap makhluk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah semata, tanpa sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa kamu adalah hamba dan utusan-Nya, dan yang terbaik dari ciptaan-Nya, dan aku bersaksi bahwa kamu adalah penyampai pesan. Dan Engkau telah memenuhi amanah, menasihati umat, dan berjuang di jalan Allah sebagaimana mestinya. Ya Allah, berikanlah kepadanya sarana dan keunggulan, dan angkatlah dia ke kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya, dan berikanlah kepadanya tujuan akhir yang seharusnya diminta oleh mereka yang meminta kepadanya. Ya Allah, shalawatlah Muhammad, hamba dan utusan-Mu, Nabi yang ummi, dan keluarga Muhammad, istri-istrinya, dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkati Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim di seluruh alam. Sesungguhnya, Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia."
Membaca Al-Qur'an juga menjadi amalan yang dianjurkan di Raudhah, meskipun dilakukan dalam waktu singkat menyesuaikan kondisi.
4. Salat sunah mutlak di area masjid
Setelah keluar dari Raudhah, jemaah tetap bisa melanjutkan ibadah di area Masjid Nabawi dengan salat sunah mutlak, membaca Al-Qur'an, atau berzikir lebih lama tanpa tekanan antrean. Niat salat sunah mutlak:
أُصَلِّيْ سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatan rak'ataini lillāhi ta'ālā.
Karena Raudhah menjadi salah satu area paling padat di Masjid Nabawi, jemaah diimbau tidak berlama-lama agar memberi kesempatan kepada orang lain.
Selain itu, akses ke Raudhah saat ini juga diatur berdasarkan jadwal tertentu untuk menghindari penumpukan massa. Jemaah perlu mengikuti ketentuan tersebut agar ibadah berjalan tertib dan aman.
Dengan memahami amalan yang dianjurkan serta menjaga adab selama berada di sana, jemaah dapat meraih keutamaan Raudhah secara maksimal tanpa harus berebut atau berdesakan.