Jatuh dan Berdarah? Ini Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan
Terpeleset di kamar mandi, terjatuh saat beraktivitas, atau terbentur benda keras bisa terjadi kapan saja. Dalam situasi seperti ini, panik sering menjadi respons pertama. Padahal, yang paling dibutuhkan justru tindakan cepat dan tepat.
Perdarahan akibat benturan, baik ringan maupun berat, perlu ditangani dengan benar sejak awal. Langkah sederhana seperti menekan luka bisa menjadi penentu penting untuk mencegah kondisi memburuk.
Berikut langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat mengalami atau melihat orang lain mengalami perdarahan:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pastikan kondisi sekitar aman
Sebelum menolong, pastikan lokasi kejadian aman. Misalnya, jika terjadi di kamar mandi yang licin, segera bantu korban berpindah atau amankan posisinya agar tidak jatuh kembali.
Jika korban tampak linglung, muntah, atau sempat pingsan, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai cedera yang lebih serius.
2. Tekan langsung luka yang berdarah
Langkah paling penting adalah menekan area yang berdarah menggunakan kain bersih atau kasa. Metode ini dikenal sebagai direct pressure dan menjadi prinsip utama dalam penanganan perdarahan luar.
Tekanan yang konsisten membantu menghentikan aliran darah dan memberi waktu bagi tubuh untuk membentuk pembekuan alami.
3. Jangan sering membuka balutan
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah membuka balutan untuk mengecek luka. Tindakan ini justru bisa mengganggu proses pembekuan darah.
Jika darah masih merembes, cukup tambahkan lapisan kain atau kasa di atasnya, lalu lanjutkan tekanan tanpa melepas balutan awal.
4. Tinggikan bagian yang terluka
Jika memungkinkan, angkat bagian tubuh yang terluka lebih tinggi dari posisi jantung, terutama pada luka di tangan atau kaki. Langkah ini dapat membantu mengurangi aliran darah ke area tersebut.
Namun, jangan dilakukan jika ada dugaan patah tulang atau nyeri yang sangat hebat.
5. Bersihkan luka setelah perdarahan berhenti
Untuk luka ringan, setelah perdarahan berhenti, bilas luka dengan air mengalir untuk mengurangi risiko infeksi. Setelah itu, tutup dengan kasa atau perban bersih agar tetap terlindungi.
Perdarahan di kepala, kapan harus waspada?
Luka di kepala sering terlihat mengkhawatirkan karena darah bisa keluar cukup banyak. Hal ini terjadi karena kulit kepala memiliki banyak pembuluh darah. Namun, penting untuk membedakan antara luka ringan di kulit kepala dengan cedera yang lebih serius.
Tekan luka kepala dengan kain bersih jika ada perdarahan, kecuali jika:
• ada benda yang masih menancap,
• bentuk kepala terlihat tidak normal,
• diduga ada patah tulang tengkorak,
• atau keluar cairan dari hidung atau telinga.
Segera cari bantuan medis jika muncul gejala seperti:
• pingsan,
• muntah berulang,
• mengantuk berlebihan,
• kebingungan,
• kejang,
• sakit kepala hebat,
• atau kelemahan pada satu sisi tubuh.
Gejala tersebut bisa menandakan cedera otak yang membutuhkan penanganan darurat.
Jika perdarahan sangat deras
Perdarahan yang menyembur, cepat memenuhi kain, atau tidak berhenti dengan tekanan langsung termasuk keadaan darurat. Dalam situasi ini, tetap lakukan tekanan langsung pada luka dan segera cari bantuan medis.
Segera bawa korban ke fasilitas kesehatan jika:
• perdarahan tidak berhenti setelah ditekan 10-15 menit,
• luka dalam atau lebar,
• terdapat benda yang tertancap,
• diduga terjadi patah tulang,
• luka di kepala disertai gejala neurologis,
• korban mengonsumsi obat pengencer darah,
• atau muncul tanda syok seperti pucat, lemas, napas cepat, dan tangan dingin.
Dalam kondisi darurat, langkah sederhana seperti menekan luka dan tetap tenang bisa sangat membantu. Pertolongan pertama bukan tentang tindakan rumit, melainkan respons cepat yang tepat.
Mengetahui apa yang harus dilakukan sejak awal dapat membuat perbedaan besar antara luka yang terkendali dan kondisi yang semakin serius.
(anm/tis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

