7 Tanda Gaslighting yang Sering Tak Disadari, Bukan Sekedar Bercanda

CNN Indonesia
Senin, 01 Jun 2026 11:20 WIB
Ilustrasi. Ternyata ada sejumlah tanda gaslighting yang sering tidak disadari. (Retno Anggraini)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gaslighting tidak selalu hadir dalam bentuk konflik besar atau pertengkaran terbuka, tetapi sering muncul secara halus dalam interaksi sehari-hari. Berikut tanda gaslighting yang sering tidak kamu sadari.

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sedang dimanipulasi secara emosional, karena perilaku tersebut kerap dibungkus sebagai candaan, kritik biasa, atau bahkan perhatian.

Menukil dari Verywell Mind, gaslighting merupakan bentuk pelecehan emosional karena dapat menyebabkan seseorang meragukan kewarasan dirinya sendiri. Korban bisa kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak berharga, dan sulit membedakan mana yang benar-benar ia rasakan dan mana yang dibentuk oleh orang lain.

Tanda gaslighting

Para ahli menyebut, dampak jangka panjang gaslighting tidak hanya berhenti pada emosi, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sejak dini agar dapat melindungi diri dan menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan. Berikut merupakan beberapa tanda gaslighting yang kerap tidak disadari.

1. Sering memotong pembicaraan

Salah satu tanda gaslighting yang sering tidak disadari adalah ketika seseorang terus-menerus memotong pembicaraan. Sekilas tampak sepele, tetapi ini bisa menjadi bentuk pengabaian terhadap suara dan pendapat dalam interaksi.

Melansir dari Your Tango, sebuah studi yang diterbitkan dalam Organizational Behavior and Human Decision Processes menjelaskan bahwa perilaku gaslighting menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap pemikiran dan pendapat pembicara.

Ketika hal ini terjadi berulang, seseorang bisa merasa tidak didengar dan kehilangan kepercayaan diri untuk berbicara. Dalam jangka panjang, kondisi ini membuat orang lebih memilih diam daripada menyampaikan apa yang sebenarnya dipikirkan dan rasakan.

2. Mengabaikan atau meremehkan

Seperti dikutip dari Our Mental Health, gaslighting kerap muncul dalam bentuk pengabaian terhadap kebutuhan emosional seseorang. Ketika seseorang mengungkapkan perasaan, respons yang muncul justru meremehkan atau menganggap itu terlalu sensitif.

Akibatnya, seseorang bisa mulai meragukan validitas perasaan sendiri. Orang pun terbiasa menekan kebutuhan pribadi dan lebih memprioritaskan orang lain, meski hal itu merugikan diri sendiri.

3. Tidak menepati janji atau komitmen

Perilaku tidak konsisten, seperti sering mengingkari janji juga bisa menjadi bentuk gaslighting yang terselubung. Ini menunjukkan kurangnya penghargaan terhadap waktu dan usaha seseorang dalam hubungan tersebut.

Jika terjadi terus-menerus, maka seseorang bisa merasa tidak cukup penting untuk diprioritaskan. Bahkan, mungkin mulai menyalahkan diri sendiri atas ketidakpastian yang sebenarnya disebabkan oleh orang lain.

4. Melontarkan komentar yang merendahkan

Ilutsrasi. Tanda gaslighting salah satunya komentar yang merendahkan. (freepik.com/mego-studio)

Komentar yang merendahkan, baik secara langsung maupun terselubung, merupakan salah satu bentuk gaslighting yang paling umum. Pernyataan ini sering dibungkus sebagai candaan, padahal sebenarnya menyakitkan.

Dampaknya, seseorang bisa mulai mempertanyakan kemampuan dan nilai diri sendiri. Rasa percaya diri pun perlahan menurun karena terus-menerus menerima penilaian negatif.

5. Melanggar batasan pribadi

Gaslighting juga dapat terlihat dari kebiasaan melanggar batasan pribadi, seperti membuka ponsel tanpa izin atau mencampuri urusan yang seharusnya privat. Ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap ruang pribadi orang lain.

Jika dibiarkan, seseorang bisa merasa kehilangan kendali atas diri sendiri. Batasan yang seharusnya melindungi menjadi kabur, dan justru kesulitan menentukan apa yang sebenarnya wajar dalam sebuah hubungan.

6. Memanipulasi dengan rasa bersalah

Penggunaan rasa bersalah sebagai alat kontrol adalah bentuk gaslighting yang sering terjadi. Pelaku membuat orang lain merasa bertanggung jawab atas emosi atau situasi yang sebenarnya bukan kesalahan orang tersebut.

Hal ini membuat seseorang terus-menerus merasa bersalah dan berusaha memperbaiki sesuatu yang tidak perlu diperbaiki.

7 Mempermalukan di depan umum

Mempermalukan atau merendahkan orang lain di depan umum adalah tanda gaslighting yang jelas, meski sering dianggap bercanda. Perilaku ini secara langsung merusak harga diri dan kepercayaan diri seseorang.

Selain itu, pengalaman dipermalukan di ruang publik dapat meninggalkan luka emosional yang mendalam. Seseorang mungkin menjadi lebih tertutup dan takut berinteraksi karena khawatir diperlakukan serupa kembali.

Gaslighting bukan sekadar masalah biasa, melainkan pola perilaku yang dapat merusak kesehatan mental jika dibiarkan. Mengenali tanda-tandanya adalah langkah awal untuk melindungi diri dan membangun hubungan yang lebih sehat, di mana rasa hormat dan batasan dihargai.

(nga/els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK