Kompetisi 'Balap Sperma' Bakal Digelar di AS, Soroti Tingkat Kesuburan
Kompetisi unik yang mengadu kecepatan sperma bakal digelar tahun ini. Pemenang bisa mendapatkan hadiah US$100 juta atau sekitar Rp1,7 triliun.
Melansir La Voce Di New York, ajang bertajuk 'Piala Dunia Balap Sperma 2026' ini akan menampilkan 128 sampel sperma dari sejumlah negara.
Acara yang rencananya digelar pada Mei mendatang ini akan berlangsung dalam skala mikroskopis.
Dalam turnamen ini, peserta diminta memberikan sampel spermanya yang bakal dikirim ke California melalui standar prosedur laboratorium.
Sel-sel sperma diisolasi dan dipilih sebelum perlombaan. Nantinya, sel-sel ini akan beradu di lintasan kecil yang hanya terlihat melalui mikroskop.
Waktu penyelesaian bervariasi dari beberapa detik hingga lebih dari 40 menit. Kecepatan tergantung pada motilitas dan hambatan yang ditemui sepanjang jalur. Kecepatan rata-rata sel sperma manusia diperkirakan sekitar 0,2 inci per menit.
Hingga saat ini, lebih dari 10 ribu calon peserta telah mengirimkan sel spermanya. Namun, hanya yang terbaik yang akan dipilih melalui sistem eliminasi.
Seluruh kompetisi bakal direkam dengan kamera beresolusi tinggi secara daring. Pemenang nantinya ditentukan oleh sel sperma yang mencapai garis finish.
Tahun 2026 adalah kali keduanya ajang ini diselenggarakan. Pada penyelenggaraan pertamanya tahun 2025 lalu, pemenang berhasil mencatat 1 menit 3 detik hingga sel sperma mencapai garis finish.
Acara ini digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan tingkat kesuburan yang semakin menurun.
"Ini tentang menjadikan [topik] kesuburan pria jadi sesuatu yang dibicarakan dan diperhatikan oleh orang-orang," ujar panitia, dalam keterangannya.
Sepanjang tahun 1973 hingga 2018 lalu, konsentrasi sperma rata-rata global turun dari 101 menjadi 49 juta per mililiter. Penurunan ini bahkan lebih dari 50 persen.
Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 7-15 persen pria mengalami masalah kesuburan. Sekitar 1 dari 6 pasangan juga sulit memiliki anak.
(asr)