Sunset Anxiety, Saat Malam Hari Justru Jadi Waktu Overthinking

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 20:15 WIB
Sunset Anxiety, Saat Malam Hari Justru Jadi Waktu Overthinking
Ilustrasi. Sunset anxiety bisa dialami siapa saja saat malam hari. (Istockphoto/bymuratdeniz)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang malam, ketika pekerjaan mulai mereda, sebagian orang justru merasakan pikiran yang semakin penuh. Hal-hal yang belum selesai, rencana untuk esok hari, hingga rasa tidak puas terhadap diri sendiri muncul bersamaan tanpa jeda.

Fenomena ini dikenal sebagai sunset anxiety, yakni rasa cemas yang muncul di penghujung hari. Meski bukan diagnosis medis, kondisi ini cukup umum terjadi, terutama pada mereka yang menjalani hari dengan aktivitas padat dan tekanan tinggi.

Alih-alih menjadi waktu untuk beristirahat, malam justru berubah menjadi ruang overthinking. Pikiran terus berjalan, bahkan saat tubuh sudah lelah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melansir Verywell Mind, sunset anxiety adalah kondisi ketika seseorang merasa gelisah, khawatir, atau tidak tenang saat hari mulai berakhir. Perasaan ini sering kali muncul tanpa pemicu yang jelas, tetapi biasanya berkaitan dengan hal-hal yang belum terselesaikan sepanjang hari.

Neuropsikolog Sanam Hafeez menjelaskan bahwa sepanjang siang hari, otak sibuk dengan berbagai distraksi, mulai dari pekerjaan, percakapan, hingga aktivitas lain. Namun ketika ritme melambat, pikiran yang sebelumnya tertunda muncul sekaligus.

Email yang belum dikirim, tugas yang belum dimulai, hingga rencana yang belum matang terasa lebih besar dari sebelumnya.

Sementara itu, psikolog klinis Stephanie J. Wong menyebut bahwa sunset anxiety juga dapat berdampak pada kualitas tidur. Rasa khawatir karena merasa tidak cukup produktif di siang hari dapat membuat seseorang sulit menenangkan pikiran saat malam.

Selain itu, hilangnya struktur harian turut berperan. Siang hari biasanya diisi dengan jadwal yang jelas, seperti jam kerja, rapat, atau rutinitas tertentu. Ketika semua itu selesai, muncul ruang kosong yang tidak terarah.

Bagi sebagian orang, kondisi ini terasa menenangkan. Namun bagi yang lain, justru memicu kegelisahan. Tanpa distraksi, pikiran menjadi lebih aktif dan sulit dikendalikan.

Jika terjadi sesekali, kondisi ini masih tergolong wajar. Namun, jika muncul hampir setiap hari dan mulai mengganggu kualitas hidup, penting untuk mulai mencari cara mengelolanya.

Berikut beberapa cara sederhana untuk mengatasi sunset anxiety, seperti dirangkum dari Real Simple:

1. Tulis semua yang belum selesai

Menjelang malam, pikiran sering dipenuhi hal-hal yang belum dituntaskan. Menuliskannya dapat membantu memindahkan beban dari kepala ke atas kertas.

Dengan begitu, otak tidak perlu terus-menerus mengingat hal yang sama, dan muncul rasa lega karena semuanya sudah tercatat. Cara ini juga memberi kepastian bahwa hal-hal tersebut bisa dilanjutkan keesokan hari.

2. Buat batas jelas antara kerja dan istirahat

Tanpa batas yang tegas, pekerjaan terasa seperti tidak pernah benar-benar selesai. Ritual sederhana seperti menutup laptop, merapikan meja, atau mengganti pakaian bisa menjadi penanda bahwa hari kerja telah berakhir.

Langkah kecil ini membantu otak beralih ke mode istirahat.

3. Luangkan waktu di luar ruangan

Keluar rumah sebentar di sore hari dapat membantu menurunkan ketegangan. Udara segar dan cahaya alami memberi efek menenangkan, sekaligus membantu tubuh menyesuaikan ritme istirahat.

Aktivitas ringan seperti berjalan kaki juga efektif melepaskan stres yang menumpuk sepanjang hari.

4. Siapkan hal kecil untuk dinanti

Malam akan terasa lebih ringan jika ada sesuatu yang ditunggu. Tidak perlu besar, menonton tayangan favorit, menikmati makanan kesukaan, atau sekadar waktu tenang tanpa distraksi sudah cukup memberi efek positif.

5. Terima bahwa tidak semua harus selesai hari ini

Salah satu sumber kecemasan terbesar adalah tuntutan untuk menyelesaikan semuanya dalam satu hari. Padahal, tubuh dan pikiran memiliki batas.

Menerima bahwa ada hal yang bisa ditunda bukan berarti gagal, melainkan memberi ruang untuk beristirahat. Dengan jeda, energi dapat kembali pulih untuk menghadapi hari berikutnya.

Pada akhirnya, tidak semua orang mengalami malam dengan cara yang sama. Namun, bagi mereka yang kerap merasa gelisah saat hari berakhir, memahami sunset anxiety bisa menjadi langkah awal untuk mengelolanya.

Berakhirnya hari seharusnya menjadi waktu untuk melambat, bukan justru semakin terbebani. Dan mungkin, pelan-pelan belajar menerima bahwa tidak semua hal harus selesai hari ini adalah cara paling sederhana untuk merasa lebih tenang.

(nga/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]