Tren Minuman Ube Ungu di Kuliner Global, Siap Geser Dominasi Matcha

CNN Indonesia
Selasa, 05 Mei 2026 07:45 WIB
Minuman Ube Ungu yang menjadi tren kuliner 2026. (iStockphoto/bhofack2)
Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah bertahun-tahun merajai daftar menu di berbagai kafe dunia, takhta matcha kini mulai goyah. Tren kuliner global tahun 2026 diprediksi akan beralih ke ube, umbi berwarna ungu cerah asal Filipina yang kini kian melejit popularitasnya.

Jika sebelumnya bubuk teh hijau Jepang atau matcha menjadi primadona dalam berbagai kreasi minuman dan hidangan penutup, kini ube hadir menawarkan visual yang mencolok dengan profil rasa yang unik.

Melansir Metro UK, ube sebenarnya merupakan bahan pangan tradisional yang sudah lama berakar dalam budaya kuliner Filipina. Umbi ini biasanya diolah menjadi selai, kue, hingga es krim.

Kekuatan utama ube terletak pada perpaduan rasanya yang lembut, manis alami, sedikit gurih (nutty), serta aroma khas yang menyerupai vanila. Karakter inilah yang membuat ube mudah diterima oleh lidah masyarakat internasional.

Popularitas ube telah melampaui batas negara asalnya. Di Amerika Serikat, permintaan ube meningkat drastis hingga lebih dari separuh total ekspor Filipina dialokasikan ke sana. Data menunjukkan lebih dari 300 metrik ton ube dikirim ke AS hanya dalam sembilan bulan pertama tahun 2025.

Tren ini pun merambah ke Inggris. Raksasa kopi Starbucks bahkan menetapkan ube sebagai tren rasa dan warna untuk musim semi 2026. Beberapa jaringan kafe besar lainnya turut meluncurkan menu berbasis umbi ungu ini, seperti Starbucks, Costa, dan Pret A Manger.

Tak hanya di Barat, demam ube juga menjangkiti Asia Timur. Laporan South China Morning Post menyebutkan bahwa kafe-kafe di Korea Selatan kini ramai menyajikan kreasi minuman dan kue berbahan dasar ube.

Kendati demikian, tren ube turut menimbulkan beberapa kekhawatiran, seperti permintaan yang meningkat membuat petani ube di Filipina kesulitan memenuhi kebutuhan pasar.

Sebagian besar produksi ube masih bergantung pada lahan pertanian skala kecil yang sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Terbatasnya sumber daya dan cuaca yang tidak menentu menyebabkan hasil panen menurun dalam dua tahun terakhir, sehingga dikhawatirkan pasokan ube tidak akan mampu mengimbangi antusiasme pasar dunia yang terus tumbuh.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK