Catat! 10 Makanan yang Mengandung Flavonoid Ini Bikin Awet Muda
Flavonoid merupakan senyawa yang ditemukan dalam bahan makanan seperti sayur, buah, kacang-kacangan, hingga teh. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan yang dapat menurunkan stres oksidatif, risiko serangan jantung hingga stroke.
Namun dalam sebuah penelitian terbaru yang dipublikasi di American Journal of Clinical Nutrition (2025), ditemukan pula bahwa flavonoid bisa mendukung penuaan yang sehat.
Melansir News Medical, para partisipan penelitian dengan rentang usia 30-75 tahun diminta menjalani flavodiet. Ini merupakan pola makan yang menggabungkan makanan dan minuman utama kaya flavonoid.
Hasilnya, hanya ditemukan sedikit kasus penuaan pada partisipan. Kasus penuaan meliputi tubuh yang melemah, kesehatan mental yang buruk, dan masalah pada fisik.
Kelompok yang menjalani flavodiet paling tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko kelemahan fisik sebesar 15 persen, gangguan fisik 12 persen, dan 12 persen untuk kesehatan mental yang memburuk dibandingkan mereka yang menjalani flavodiet asal-asalan.
Makanan yang mengandung flavonoid
Nah, jika Anda ingin mengalami memperlambat munculnya gejala-gejala buruk akibat penuaan, ada sejumlah makanan kaya flavonoid yang bisa rutin dikonsumsi.
"Selama Anda memasukkan buah dan sayuran ke dalam makanan dan camilan Anda, Anda akan mengonsumsi flavonoid," kata ahli nutrisi Jasmine Hormati memberikan tips, seperti dilansir dari laman Vogue UK. Apa saja itu?
1. Buah beri
Buah-buahan di kelompok beri, seperti blueberry, blackberry, dan cranberry, dikenal sebagai sumber flavonoid yang kuat.
Banyak di antara buah-buahan ini kaya anthocyanidin, yakni pigmen antioksidan, yang memberi warna khas pada buah.
2. Daun peterseli
Peterseli memang terlihat "sepele", tapi kandungan flavonoidnya tinggi, terutama flavone apigenin. Selain itu, peterseli juga menyumbang vitamin yang mendukung berbagai proses tubuh.
3. Kol ungu
Warna ungu pekat kol ungu berasal dari anthocyanin, misalnya cyanidin. Dibanding kol hijau, kol ungu sering disebut lebih unggul dari sisi kandungan flavonoid.
4. Jeruk
Jeruk dan buah sitrun lainnya, juga kaya akan flavonoid jenis flavanone. Flavanone terkenal dengan kemampuan menangkap radikal bebas serta dikaitkan dengan efek antioksidan dan anti-inflamasi.
5. Apel
Apel, terutama jika dikonsumsi bersama kulitnya, kaya catechins dan flavonols seperti quercetin.
Studi menunjukkan, kulit apel bisa memiliki aktivitas antioksidan dan bioaktivitas yang lebih tinggi dibanding daging buahnya.
6. Ceri
Baik ceri manis maupun ceri asam, dikenal sebagai sumber anthocyanidins dan catechins. Selain flavonoid, ceri juga kaya antioksidan lain serta vitamin yang relevan untuk kesehatan tubuh secara umum.
7. Bawang bombai
Bawang bombai merupakan rahasia dapur yang sering kali luput dari radar. Menurut WebMD, sayuran ini kaya flavonols dan berperan dalam rasa umami berbagai masakan.
Flavonol di dalam bawang bombai juga dikatakan dapat menurunkan risiko kanker prostat pada laki-laki.
8. Cokelat hitam
Cokelat hitam dikenal memiliki kandungan flavonol yang tinggi. Ketika memilih, pilihlah cokelat hitam dengan kandungan 70 persen lebih.
Sejumlah studi membahas potensi dukungannya terhadap kesehatan jantung dan otak, asalkan tidak berlebihan.
9. Kedelai
Kedelai merupakan sumber utama isoflavon. Produk turunan kedelai, seperti tahu dan tempe bisa membantu Anda menambah asupan flavonoid dari kelompok isoflavon. Isoflavon sering dikaji terkait perlindungan terhadap beberapa jenis kanker hormon-reseptor.
10. Teh
Selain makanan, minuman seperti teh juga mengandung flavonoid. Varian teh hijau, oolong, maupun teh hitam mengandung flavanol yang sudah banyak diteliti untuk kaitannya dengan kesehatan jantung dan fungsi otak.
Dengan mulai memasukkan deretan makanan yang mengandung flavonoid di atas, Anda membantu tubuh mendapat asupan antioksidan dan senyawa bioaktif yang mendukung penuaan lebih sehat.
(rti)