Lansia Kerap Jatuh di Kamar Mandi, Ternyata Ini Penyebabnya

CNN Indonesia
Rabu, 20 Mei 2026 14:00 WIB
Ilustrasi. Kasus jatuh di kamar mandi pada lansia terbilang banyak terjadi. Kenapa bisa demikian? (Ummu Kultsum Roihaanah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kamar mandi termasuk salah satu area cukup berisiko di rumah. Lantai licin, ruang sempit, hingga perubahan posisi duduk dan berdiri membuat risiko jatuh meningkat, terutama pada lansia (orang lanjut usia). Kenapa lansia kerap terjatuh di kamar mandi?

Risiko ini bukan sekadar kekhawatiran biasa. Sejumlah penelitian dan lembaga kesehatan dunia menyebut jatuh memang menjadi salah satu penyebab cedera paling fatal pada kelompok lanjut usia.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) bahkan menyebut jatuh merupakan penyebab utama cedera fatal dan nonfatal pada orang berusia 65 tahun ke atas. Hampir 39 ribu lansia di Amerika Serikat meninggal akibat jatuh di kamar mandi, angka kematiannya mencapai sekitar 78 per 100 ribu populasi lansia.

Data Indonesia juga menunjukkan hal serupa, sejumlah penelitian berbasis Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyebut sekitar 12 persen lansia di Indonesia pernah mengalami jatuh dalam 12 bulan terakhir. Kejadian paling banyak terjadi di rumah, terutama di kamar mandi dan kamar tidur.

Mengutip dari Jurnal Injury Epidemiology, menyebut cedera pada lansia sering terjadi saat masuk atau keluar bathtub, berdiri dari toilet, ataupun berpindah posisi di kamar mandi.

Kondisi tersebut diperparah karena kamar mandi umumnya memiliki permukaan keras dan ruang gerak yang sempit, sehingga benturan saat jatuh bisa lebih serius. Tidak hanya menyebabkan luka ringan, jatuh pada lansia juga dapat memicu patah tulang pinggul, cedera kepala, kehilangan kemandirian, hingga kematian.

Risiko meningkat setelah usia 75 tahun

Studi juga menyebut risiko jatuh akan semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Kelompok usia 75 hingga 85 tahun ke atas memiliki risiko jatuh lebih tinggi akibat penurunan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, refleks, fleksibilitas, hingga kemampuan penglihatan.

Selain faktor usia, riwayat pernah jatuh sebelumnya juga menjadi salah satu faktor risiko terbesar. Lansia yang pernah jatuh cenderung memiliki kemungkinan lebih tinggi mengalami jatuh berulang, terutama bila sudah mengalami gangguan mobilitas atau keseimbangan.

CDC mencatat sekitar satu dari lima kasus jatuh pada lansia menyebabkan cedera serius seperti patah tulang atau cedera kepala, sekitar 10 hingga 20 persen kasus jatuh membutuhkan perawatan medis.

Ilustrasi. Para ahli mengingatkan jatuh pada lansia tidak boleh dianggap sepele apalagi di lokasi berisiko termasuk kamar mandi. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)

Oleh karena itu, banyak ahli menilai jatuh pada lansia tidak boleh dianggap sepele, terutama jika terjadi di area berisiko tinggi seperti kamar mandi.

Untuk mengurangi risiko jatuh pada lansia, sejumlah langkah sederhana dapat dilakukan di rumah, seperti:

Selain itu, sebaiknya lansia rutin memeriksa kondisi penglihatan, keseimbangan, dan efek samping obat-obatan tertentu yang dapat meningkatkan risiko jatuh.

(anm/els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK