Bethsaida Hadirkan MRI 3T berbasis AI untuk Deteksi Penyakit Kompleks

CNN Indonesia
Kamis, 21 Mei 2026 14:00 WIB
Bethsaida Hadirkan MRI 3T berbasis AI untuk Deteksi Penyakit Kompleks
Peluncuran MRI 3T Signa Hero, Bethsaida Hospital. Alat yg bisa mendeteksi lebih akurat terutama penyakit2 neurologi, Kamis (21/5). CNN Indonesia/Tiara Sutari
Jakarta, CNN Indonesia --

Perkembangan teknologi kesehatan terus bergerak cepat, termasuk dalam dunia pencitraan medis. Kini, pemeriksaan penyakit kompleks seperti stroke, tumor otak, gangguan jantung, hingga kanker semakin terbantu dengan kehadiran teknologi MRI berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Bethsaida Hospital Gading Serpong resmi memperkenalkan MRI 3.0 Tesla (3T) SIGNA Hero dari GE HealthCare, sebuah sistem pemindaian generasi terbaru yang diklaim mampu menghadirkan hasil pencitraan lebih tajam, proses pemeriksaan lebih cepat, sekaligus pengalaman yang lebih nyaman bagi pasien.

Kehadiran teknologi ini menjadi langkah strategis rumah sakit dalam memperkuat layanan diagnostik modern di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pemeriksaan medis yang presisi dan efisien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, Margareth Aryani Santoso mengatakan bahwa inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk menghadirkan layanan kesehatan dengan teknologi mutakhir.

"Kami terus memperkuat fasilitas medis melalui pemanfaatan teknologi diagnostik terkini yang mendukung ketepatan, kecepatan, serta keselamatan pasien," ujar Margareth saat peluncuran MRI 3 Tesla di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Tangerang, Kamis (21/5).

Ia menjelaskan, MRI 3 Tesla SIGNA Hero dirancang untuk membantu penanganan berbagai kasus kompleks, mulai dari gangguan saraf seperti stroke dan tumor otak, penyakit jantung, kasus ortopedi, hingga onkologi atau kanker yang membutuhkan pencitraan dengan tingkat detail tinggi.

Salah satu keunggulan utama alat ini terletak pada teknologi AI yang disematkan melalui AIR Recon DL dan Sonic DL. Teknologi tersebut memungkinkan hasil gambar menjadi lebih tajam sekaligus mempercepat proses akuisisi data, termasuk pada organ yang bergerak aktif seperti jantung.

CEO GE HealthCare Indonesia, Kriswanto Trimoeljo, menyebut sistem ini mampu mempercepat waktu pemeriksaan hingga 50 persen dibandingkan teknologi konvensional.

"Teknologi AI seperti Sonic DL dan AIR Recon DL dapat membantu meningkatkan kualitas gambar secara signifikan, mempercepat waktu pemeriksaan, serta memberikan pengalaman pemeriksaan yang lebih baik bagi pasien," kata Kriswanto.

Tak hanya soal kecepatan, teknologi ini juga diklaim mampu menghasilkan gambar hingga 60 persen lebih tajam dibandingkan MRI konvensional. Dengan detail visualisasi yang lebih baik, dokter dapat melakukan evaluasi dan menentukan terapi secara lebih presisi.

Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong, Thio Ananda Steven, menjelaskan MRI 3 Tesla dapat digunakan untuk membantu mengevaluasi berbagai kondisi medis.

Pada bidang neurologi, misalnya, alat ini dapat membantu mendeteksi stroke, tumor otak, epilepsi, gangguan saraf, saraf terjepit, hingga kelainan tulang belakang.

Sementara pada bidang jantung dan pembuluh darah, MRI 3 Tesla dapat digunakan untuk melihat struktur dan fungsi jantung, gangguan otot jantung, peradangan, kelainan katup, bekas serangan jantung, hingga kelainan jantung bawaan tertentu.

Di bidang ortopedi, teknologi ini juga membantu pemeriksaan sendi, ligamen, tendon, otot, tulang rawan, cedera olahraga, robekan ligamen lutut, cedera meniskus, hingga nyeri punggung.

"Dengan MRI 3 Tesla yang didukung teknologi AI, hasil pencitraan dapat diperoleh dengan kualitas yang lebih detail dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien tanpa mengurangi kenyamanan pasien," ujar Steven.

Selain fokus pada kualitas diagnosis, Bethsaida Hospital juga berupaya meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani pemeriksaan MRI. Salah satu tantangan pemeriksaan MRI selama ini adalah rasa cemas atau klaustrofobia akibat ruang pemindaian yang sempit.

Peluncuran MRI 3T Signa Hero, Bethsaida Hospital. Alat yg bisa mendeteksi lebih akurat terutama penyakit2 neurologi, Kamis (21/5).MRI 3T SIGNA HERO yang kini bisa digunakan di Bethsaida Hospital. (CNN Indonesia/Tiara Sutari)

Untuk mengatasi hal tersebut, MRI SIGNA Hero hadir dengan desain bore atau lubang pemindaian berdiameter 70 cm yang lebih luas sehingga pasien dapat merasa lebih nyaman selama pemeriksaan berlangsung.

Direktur Sales, Marketing & Business Development Bethsaida Healthcare, Iwan A. Setiawan, mengatakan investasi teknologi medis ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem layanan kesehatan Bethsaida Healthcare secara keseluruhan.

Menurut dia, kehadiran alat diagnostik canggih tersebut diharapkan dapat mendukung kolaborasi antardokter spesialis dalam menentukan terapi terbaik bagi pasien.

Dengan layanan diagnostik yang semakin modern dan terintegrasi, Bethsaida Hospital berharap masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berkualitas tinggi di dalam negeri tanpa harus berobat ke luar negeri.

(tis/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]