Pria Ini Kesakitan 3 Tahun, Ternyata Ada Batu 1,3 Kg di Kandung Kemih

CNN Indonesia
Kamis, 28 Mei 2026 11:22 WIB
Pria 56 tahun di China yang menderita nyeri tiga tahun baru menyadari dirinya ternyata memiliki batu 1,3 kg di kandung kemihnya. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang pria di China berusia 56 tahun yang menderita nyeri hebat saat buang air kecil selama tiga tahun baru menyadari bahwa dirinya ternyata memiliki batu seberat 1,3 kg di kandung kemihnya.

South China Morning Post pada Rabu (27/5) memberitakan pria asal provinsi Guangdong di China bagian selatan bernama Chen itu mengetahui hal tersebut setelah ke Rumah Sakit Xuwen yang berafiliasi dengan Universitas Kedokteran Guangdong untuk memeriksakan kandung kemihnya.

Chen telah mengalami sering buang air kecil dan nyeri selama tiga tahun. Gejalanya menjadi sangat serius beberapa waktu terakhir sehingga ia tidak berani bepergian jauh di siang hari dan tidak bisa tidur di malam hari.

Di RS, Chen didiagnosis memiliki batu raksasa berukuran 10 cmx13 cm di kandung kemihnya. Pemindaian menunjukkan batu tersebut hampir memenuhi seluruh kandung kemih dan dilaporkan sebagai batu kandung kemih terbesar di wilayah Guangdong Barat.

Batu tersebut juga menyebabkan hidronefrosis bilateral, suatu kondisi di mana kedua ginjal membengkak karena penumpukan urin dan menyebabkan infeksi saluran kemih yang parah.

Dokter mengatakan batu tersebut telah menekan dinding kandung kemih dan merusak fungsi ginjalnya, serta berpotensi menyebabkan uremia jika ia tidak segera mendapatkan perawatan.

[Gambas:Video CNN]

Tim medis merancang rencana operasi untuknya dan akhirnya berhasil mengangkat batu tersebut dari kandung kemihnya. Batu itu beratnya 1,3 kg dan seukuran dua kepalan tangan orang dewasa.

Saat kasus ini dilaporkan, Chen dikatakan telah pulih dengan baik. Dokter Chen tidak mengungkapkan penyebab batu kandung kemihnya.

Namun, menurut ahli urologi Wang Guangchun di Rumah Sakit Rakyat Kesepuluh Shanghai, batu kandung kemih biasanya terbentuk dari urine yang tertahan di kandung kemih dalam waktu lama.

Hal ini dapat disebabkan pembesaran prostat, yang lebih sering terjadi pada pria lanjut usia, dan kebiasaan hidup yang buruk seperti kurang bergerak, atau kurang minum air.

Dokter yang menangani Chen juga menyarankan orang untuk minum banyak air, mengosongkan kandung kemih secara teratur, dan mengobati penyakit ringan, seperti pembesaran prostat dan infeksi saluran kemih tepat waktu, untuk mencegah pembentukan batu kandung kemih.

Wang mengingatkan orang-orang yang mengalami buang air kecil yang terputus-putus atau nyeri untuk melakukan pemeriksaan tubuh.

"Batu kandung kemihnya terlihat lebih besar daripada kandung kemihnya,"kata seorang pengamat daring.

"Dia pasti memiliki kekuatan mental yang sangat kuat untuk menahan batu sebesar itu," kata yang lain.

"Jika merasa tidak nyaman, perlu segera pergi ke dokter," kata orang ketiga.

(chri)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK