Simak Ya, Ini Cara Kelola Stres Buat Para Orang Tua

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 09:00 WIB
Ilustrasi mengalami stres menjadi orang tua.
Ilustrasi mengalami stres menjadi orang tua. (iStockphoto/nicoletaionescu)

Abaikan stres yang menumpuk, dan Anda akan berhadapan dengan burnout. Ini adalah fase kelumpuhan emosional di mana seseorang merasa letih secara fisik dan mental akibat paparan pemicu stres jangka panjang dengan tuntutan emosional yang tinggi.

Berikut adalah beberapa gejala fisik dan emosional yang wajib Anda waspadai:
- Rasa lelah kronis yang tidak hilang meski sudah tidur.
- Gangguan tidur (insomnia atau justru tidur berlebihan).
- Penurunan produktivitas dan performa harian.
- Kabut otak, ditandai dengan sulit konsentrasi, mudah lupa, dan susah mengambil keputusan.
- Ketegangan otot, sering sakit kepala, atau gangguan pencernaan (sakit perut).
- Munculnya rasa gelisah konstan hingga kikisnya rasa empati terhadap sekitar.

Jika Anda merasakan salah satu atau beberapa gejala di atas, itu adalah lampu kuning yang menandakan Anda berada di ambang burnout. Segera ambil waktu jeda, delegasikan tugas kepada pasangan atau keluarga, dan fokus pada pemulihan diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas merawat diri mencakup tindakan apa pun yang secara sadar dilakukan untuk menjaga kesehatan mental, emosional, dan fisik. Sayangnya, hal sesederhana ini kerap kali menjadi hal pertama yang dikorbankan oleh orang tua.

Kunci utama keberhasilan self-care adalah perencanaan. Jangan biarkan aktivitas ini terjadi secara kebetulan.

Masukkan jadwal me-time ke dalam agenda mingguan Anda, komunikasikan dengan pasangan atau orang di rumah agar tercipta komitmen bersama, dan manfaatkan bantuan orang sekitar untuk menggantikan peran Anda sementara waktu. Komitmen terjadwal ini adalah benteng utama untuk mencegah terjadinya burnout.

Jangan Ragu Minta Bantuan Profesional

Jika segala upaya mandiri telah dilakukan namun tekanan stres terasa kian menghimpit hingga mengganggu kualitas hidup, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater adalah langkah medis yang bijak untuk mendapatkan konseling terarah serta membangun kebiasaan baru yang sehat bagi psikologis Anda.

Ingatlah bahwa anak-anak adalah peniru ulung. Mereka merekam cara orang dewasa di dekatnya merespons masalah. Dengan bersikap proaktif dalam mengelola stres dan memprioritaskan kesehatan mental, Anda sedang memberikan contoh nyata dan pelajaran berharga kepada anak tentang cara menghargai dan merawat diri mereka sendiri di masa depan.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2