Jakarta, CNN Indonesia -- Ada orang yang suka membiarkan kamarnya polos dan rapi tanpa banyak barang. Tapi, ada juga yang justru merasa ruangnya lebih hidup ketika dipenuhi foto, buku, poster, boneka, suvenir, tiket konser, atau benda-benda kecil yang penuh kenangan.
Sebenarnya, bagaimana kepribadian orang yang suka memajang barang-barang di rumah?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebiasaan memajang barang memang tidak bisa langsung dipakai untuk menilai atau mendiagnosis kepribadian seseorang. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan jenis barang yang dipajang, cara seseorang menata ruang, hingga citra diri yang ingin ditampilkan.
Lantas, orang yang suka memajang barang biasanya menggambarkan pribadi seperti apa?
1. Ekspresif dan ingin ruangnya mencerminkan diri
Orang yang suka memajang barang personal biasanya ingin ruangnya terasa dekat dengan dirinya. Benda yang dipajang bisa menunjukkan minat, hobi, pengalaman, atau hal-hal yang dianggap penting.
Mengutip dari studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology, ruang pribadi seperti kamar dan kantor dapat memberi petunjuk tentang kepribadian seseorang.
Barang di kamar atau meja kerja bisa menjadi isyarat kecil tentang siapa pemiliknya. Misalnya, poster band favorit, koleksi buku, foto perjalanan, atau karya seni bisa memperlihatkan sisi ekspresif seseorang.
2. Terbuka pada pengalaman baru
Kepribadian orang yang suka memajang barang-barang di rumah selanjutnya adalah terbuka pada pengalaman baru.
Jika barang yang dipajang berkaitan dengan seni, musik, buku, perjalanan, atau koleksi unik, hal itu bisa menggambarkan pribadi yang terbuka pada pengalaman.
Dalam studi Gosling, pengamat dapat menilai sebagian sifat seseorang dari ruang personalnya, termasuk sifat openness to experience atau keterbukaan pada pengalaman.
Orang dengan kecenderungan ini biasanya suka mengeksplorasi hal baru, tertarik pada ide berbeda, dan punya rasa ingin tahu yang tinggi. Barang-barang yang dipajang pun sering menjadi jejak dari pengalaman atau minat yang beragam.
3. Hangat dan sentimental
Tidak semua barang dipajang karena estetik. Ada juga benda yang disimpan karena punya nilai emosional, seperti foto keluarga, hadiah dari teman, boneka lama, tiket konser, surat, atau souvenir dari perjalanan tertentu.
Studi bertajuk "Inferences of Personality Traits from Bedroom Objects" yang dipublikasikan dalam jurnal Procedia - Social and Behavioral Sciences membagi benda di kamar menjadi dua kategori, yakni benda fungsional dan benda simbolik. Benda simbolik, seperti foto atau benda kenangan, lebih sering dikaitkan dengan kesan hangat, ramah, dan mudah didekati.
Jadi, orang yang suka memajang barang penuh memori bisa terlihat sebagai pribadi yang sentimental, menghargai hubungan, dan punya ikatan emosional kuat dengan pengalaman tertentu.
Simak kepribadian orang yang suka memajang barang di halaman berikutnya..
Kepribadian Orang yang Suka Memajang Barang-barang
Ilustrasi. Kepribadian orang yang suka memajang barang-barang di rumah. (iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz)
4. Kompeten dan punya orientasi tujuan
Barang yang dipajang juga bisa memberi kesan berbeda jika sifatnya lebih fungsional. Misalnya, buku referensi, alat kerja, sertifikat, folder, komputer, atau benda yang menunjang aktivitas harian.
Benda fungsional lebih banyak dikaitkan dengan kesan kompeten. Orang dengan ruang yang dipenuhi benda fungsional bisa dipersepsikan sebagai pribadi yang produktif, terarah, dan punya orientasi pada tujuan.
Misalnya, seseorang yang menata meja kerja dengan buku, catatan, kalender, atau alat penunjang pekerjaan bisa terlihat sebagai orang yang serius, terorganisasi, dan fokus pada aktivitasnya.
5. Butuh rasa nyaman dan rasa memiliki
Bagi sebagian orang, memajang barang adalah cara untuk membuat ruang terasa lebih aman dan nyaman. Kamar atau meja kerja tidak lagi terasa asing karena diisi benda-benda yang punya makna personal.
Mengutip studi "Inferences of Personality Traits from Bedroom Objects", personalisasi ruang disebut dapat membuat seseorang merasa ruang itu merefleksikan dirinya.
Karena itu, kebiasaan memajang barang juga bisa menggambarkan kebutuhan akan kenyamanan, stabilitas, dan rasa memiliki.
6. Reflektif dan menghargai memori
Benda yang dipajang sering kali tidak hanya mewakili selera, tetapi juga cerita hidup. Ada barang yang mengingatkan pada masa kecil, hubungan tertentu, pencapaian, perjalanan, atau fase penting dalam hidup.
Laman American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa benda kepemilikan dapat menjadi bagian dari identitas diri. Benda yang dimiliki seseorang bisa membantu membentuk cara ia melihat dirinya sendiri.
Dengan begitu, orang yang suka memajang barang penuh cerita bisa menggambarkan pribadi yang reflektif, menghargai memori, dan melihat benda sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.
Kepribadian orang yang suka memajang barang-barang di atas tak bisa dijadikan patokan pasti. Satu barang tidak cukup untuk menyimpulkan sifat pemiliknya.