Suka Pajang Barang? Ini 6 Kepribadian yang Terbaca dari Kebiasaanmu

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 09:00 WIB
Kepribadian orang yang suka memajang barang-barang di kamar.
Ilustrasi. Kepribadian orang yang suka memajang barang-barang di kamar. (iStockphoto)

4. Kompeten dan punya orientasi tujuan

Barang yang dipajang juga bisa memberi kesan berbeda jika sifatnya lebih fungsional. Misalnya, buku referensi, alat kerja, sertifikat, folder, komputer, atau benda yang menunjang aktivitas harian.

Benda fungsional lebih banyak dikaitkan dengan kesan kompeten. Orang dengan ruang yang dipenuhi benda fungsional bisa dipersepsikan sebagai pribadi yang produktif, terarah, dan punya orientasi pada tujuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya, seseorang yang menata meja kerja dengan buku, catatan, kalender, atau alat penunjang pekerjaan bisa terlihat sebagai orang yang serius, terorganisasi, dan fokus pada aktivitasnya.

5. Butuh rasa nyaman dan rasa memiliki

Bagi sebagian orang, memajang barang adalah cara untuk membuat ruang terasa lebih aman dan nyaman. Kamar atau meja kerja tidak lagi terasa asing karena diisi benda-benda yang punya makna personal.

Mengutip studi "Inferences of Personality Traits from Bedroom Objects", personalisasi ruang disebut dapat membuat seseorang merasa ruang itu merefleksikan dirinya.

Karena itu, kebiasaan memajang barang juga bisa menggambarkan kebutuhan akan kenyamanan, stabilitas, dan rasa memiliki.

6. Reflektif dan menghargai memori

Benda yang dipajang sering kali tidak hanya mewakili selera, tetapi juga cerita hidup. Ada barang yang mengingatkan pada masa kecil, hubungan tertentu, pencapaian, perjalanan, atau fase penting dalam hidup.

Laman American Psychological Association (APA) menjelaskan bahwa benda kepemilikan dapat menjadi bagian dari identitas diri. Benda yang dimiliki seseorang bisa membantu membentuk cara ia melihat dirinya sendiri.

Dengan begitu, orang yang suka memajang barang penuh cerita bisa menggambarkan pribadi yang reflektif, menghargai memori, dan melihat benda sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.

Kepribadian orang yang suka memajang barang-barang di atas tak bisa dijadikan patokan pasti. Satu barang tidak cukup untuk menyimpulkan sifat pemiliknya.

(anm/asr) Add as a preferred
source on Google

HALAMAN:
1 2