5 Cara Membuat Warna Bibir Tampak Lebih Cerah dan Sehat
Bibir yang terlihat kusam sering bikin penampilan terasa kurang segar. Tak heran, banyak orang mencari cara mencerahkan warna bibir agar tampak lebih sehat.
Warna bibir sebenarnya tidak bisa dicerahkan secara instan. Warna alami bibir dipengaruhi banyak hal, mulai dari genetik, kebiasaan sehari-hari, paparan matahari, hingga iritasi dari produk yang dipakai.
Berikut beberapa cara membuat warna bibir tampak lebih cerah dan sehat.
1. Pakai lip balm dengan SPF
Bibir juga bisa terdampak sinar matahari. Paparan UV dapat membuat bibir kering, rusak, dan tampak makin kusam.
Mengutip dari Cleveland Clinic, salah satu cara mencegah bibir kering dan pecah-pecah adalah memakai lip balm dengan SPF sebelum keluar rumah. Perlindungan ini penting, terutama bagi orang yang sering beraktivitas di luar ruangan.
Gunakan lip balm ber-SPF pada pagi atau siang hari, lalu ulangi pemakaiannya jika banyak berkeringat, makan, minum, atau terlalu lama berada di luar ruangan.
2. Jaga bibir tetap lembap
Bibir yang kering, pecah-pecah, dan mengelupas biasanya tampak lebih gelap atau kusam. Karena itu, menjaga kelembapan bibir menjadi langkah dasar yang tidak boleh dilewatkan.
Penggunaan lip balm atau salep pelembap dapat membantu mencegah bibir kering. Produk seperti ini bisa dipakai saat bangun tidur, sebelum tidur, atau ketika bibir mulai terasa kering.
Pilih pelembap bibir yang sederhana dan nyaman di kulit. Bagi pemilik bibir sensitif, sebaiknya hindari produk yang terlalu banyak pewangi, rasa, menthol, atau bahan yang terasa panas dan perih.
3. Hindari produk bibir yang memicu iritasi
Bibir yang tampak menggelap tidak selalu terjadi karena warna alami. Pada sebagian orang, perubahan warna bisa muncul akibat iritasi atau alergi dari produk yang menyentuh bibir.
Melansir studi yang diterbitkan di Medicina Oral Patologia Oral y Cirugia Bucal, kondisi ini biasa dikenal dengan pigmented contact cheilitis, yaitu perubahan warna kecokelatan hingga kehitaman pada bibir akibat reaksi iritasi atau alergi. Pemicunya bisa berasal dari lipstik, lip balm, pasta gigi, atau bahan tertentu dalam produk perawatan.
4. Jangan sering menjilat atau mengelupas bibir
Saat bibir terasa kering, sebagian orang otomatis menjilat bibir agar terasa basah. Padahal, kebiasaan ini justru bisa membuat bibir makin kering.
Kondisi ini disebut lip licker's dermatitis, yaitu peradangan bibir akibat kebiasaan menjilat bibir berulang. Air liur dapat mengiritasi kulit bibir, membuatnya kering, meradang, dan tampak lebih kusam.
Hal yang sama juga berlaku untuk kebiasaan menggigit atau mengelupas kulit bibir. Kulit bibir yang dipaksa terkelupas bisa menjadi luka kecil, perih, dan makin mudah iritasi.
5. Eksfoliasi pelan dan jangan berlebihan
Eksfoliasi bibir boleh dilakukan sesekali untuk mengangkat kulit mati. Tapi, caranya harus lembut dan tidak berlebihan.
Hindari menggosok bibir terlalu keras, apalagi saat bibir sedang pecah-pecah, perih, berdarah, atau meradang. Dalam kondisi seperti itu, fokus utama sebaiknya melembapkan bibir lebih dulu, bukan mengeksfoliasinya.
Eksfoliasi yang terlalu agresif justru bisa membuat bibir iritasi. Alih-alih tampak cerah, bibir bisa terlihat makin merah, kering, atau gelap karena peradangan.
Kapan perlu periksa ke dokter?
Perubahan warna bibir yang terjadi perlahan biasanya berkaitan dengan kebiasaan, paparan matahari, atau iritasi. Tapi, pemeriksaan ke dokter kulit tetap diperlukan jika warna bibir berubah mendadak, muncul bercak gelap tidak rata, ada luka yang tidak sembuh, terasa nyeri, atau disertai perdarahan.
Bibir yang sehat tidak selalu harus berwarna merah muda. Yang terpenting, bibir terasa nyaman, tidak mudah pecah-pecah, dan tampak segar sesuai warna alaminya.
(anm/els)