9 Tanda Kamu Seorang People Pleaser Tanpa Disadari
Sikap people pleasing kerap disalahpahami sebagai kebaikan semata. Akibatnya, tak jarang orang dengan kepribadian people pleaser yang tidak menyadarinya dan hanya menganggapnya bersikap baik pada semua orang.
Padahal, people pleaser lebih dari sekadar baik hati.
People pleaser adalah seseorang yang punya kecenderungan untuk selalu menyenangkan orang lain secara berlebihan. Dalam banyak kasus, upaya menyenangkan orang itu dibarengi dengan mengorbankan kebutuhan dan kenyamanan sendiri.
Mereka umumnya sulit mengatakan 'tidak'. Mereka juga selalu khawatir mengecewakan orang lain.
Sayangnya, sikap people pleasing sering kali tak disadari. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Current Psychology mencatat, perilaku people pleasing sering terlihat sebagai bentuk empati, kerendahan hati, dan suka membantu. Sikap-sikap ini sulit dibedakan dengan kebaikan yang tulus.
Akibatnya, orang-orang di sekitar memandang perilaku tersebut sebagai sifat positif, alih-alih memandangnya tidak sehat.
Tanda kamu seorang people pleaser
Sikap people pleasing jangan dibiarkan. Dalam jangka panjang, sikap seperti ini bisa berdampak terhadap kesehatan mental.
Kamu perlu memahami tanda people pleaser berikut ini. Jika mengalami beberapa di antara, maka bisa jadi kamu seorang people pleaser.
1. Kesal saat berbuat baik pada orang lain
Bayangkan, kamu melakukan banyak hal baik terhadap seseorang, tapi orang tersebut tidak menyadari atau menghargainya. Menukil lama Liz Morrison Therapy, perasaan seperti ini bisa menandakan sikap people pleasing.
Orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain cenderung merasa kesal karena dua alasan. Pertama, mereka tidak menetapkan batasan yang jelas. Kedua, karena kamu cenderung bertele-tele tentang apa yang dibutuhkan.
Jika orang lain tak mengerti apa yang kamu harapkan, maka kamu bisa merasa kesal.
2. Menghindari konfrontasi
Seorang people pleaser biasanya lebih memilih diam saat mengeluh tentang orang lain. Mereka menganggap konfrontasi sebagai sesuatu yang menakutkan. Mereka takut atas apa yang akan dipikirkan orang lain jika langsung berkonfrontasi.
Masalah ini dapat membuat kamu mengabaikan masalah yang seharusnya ditangani. Sering kali hal tersebut memicu ketegangan dan rasa dendam secara perlahan.
3. Takut jika bersikap tak setuju
Sama seperti konfrontasi, orang dengan people pleaser cenderung menghindari perbedaan pendapat. Tidak setuju dengan pendapat orang lain terasa sebagai ancaman.
Orang dengan people pleaser menganggap perbedaan pendapat akan selalu memicu konflik. Alih-alih terlihat menentang, mereka biasanya memilih untuk mengikuti arus.
4. Mudah gelisah
Orang people pleaser biasanya akan mudah stres karena berpikir ada orang yang marah padanya. Pikiran ini bahkan akan selalu muncul di kepala mereka.
Perubahan sikap orang lain, sekecil apa pun, akan membuat mereka cemas. Mereka akan berasumsi bahwa mereka telah melakukan kesalahan.
5. Perfeksionis
Biasanya, orang-orang perfeksionis memiliki kesamaan dengan people pleaser. Mereka ingin dianggap bermanfaat, berharga, dan sukses.
Mereka akan khawatir jika tidak berprestasi cukup baik. Dengan begitu, mereka akan dianggap tidak berharga.
6. Sering minta maaf
Mengutip Psychology Today, sering minta maaf juga jadi tanda-tanda people pleaser. Mereka biasanya terlalu sering menyalahkan diri sendiri atau takut menjadi pihak yang disalahkan.
Akibatnya, permintaan maaf sering keluar dari mulut seorang people pleaser.
7. Tidak bisa menolak
Seorang people pleaser akan sulit menolak. Meski terasa mengesalkan, permintaan apa pun akan dilakoninya.
Jika terpaksa, mereka biasanya mengarang alasan seperti berpura-pura sakit untuk menolak.
8. Cemas saat ada yang marah
Orang dengan kepribadian people pleaser juga akan merasa tak nyaman jika ada pihak yang marah dengannya.
Tapi perlu diingat, ada orang yang marah bukan berarti kamu selalu melakukan kesalahan.
9. Butuh pujian untuk merasa baik
Pujian dan kata-kata baik memang dapat membuat siapa pun merasa senang. Tapi, bagi seorang people pleaser, sebuah pujian lebih dari kata senang. Mereka akan selalu bergantung pada pengakuan.
Perlu diingat, jika harga dirimu bergantung pada apa yang orang pikirkan tentangmu, maka kamu hanya akan merasa senang saat dihujani pujian.
(asr)