10 Kebiasaan yang Bikin Darah Tinggi dan Sering Dianggap Sepele

CNN Indonesia
Kamis, 11 Jun 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa kebiasaan yang bisa bikin hipertensi. (iStock/GlobalStock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebiasaan yang bikin darah tinggi sering kali tampak sepele dan menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Padahal, tanpa disadari, berbagai kebiasaan tersebut dapat meningkatkan tekanan darah secara perlahan hingga memicu hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri berada di atas batas normal. Kondisi ini umumnya ditandai dengan tekanan darah 130/80 mmHg atau lebih.

Masalahnya, hipertensi sering tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak orang baru menyadarinya setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Karena jarang menunjukkan tanda-tanda khusus, hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh senyap. Jika tidak dikendalikan, tekanan darah tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga berbagai komplikasi kesehatan serius lainnya.

Tekanan darah tinggi dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari usia, riwayat keluarga, hingga kondisi medis tertentu. Namun, gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu pemicu terbesar yang sebenarnya bisa dikendalikan.

Kebiasaan yang bikin darah tinggi

Berikut sejumlah kebiasaan yang dapat memicu kenaikan tekanan darah dan sebaiknya mulai dibatasi, mengutip Great Fall Hospital:

1. Terlalu banyak mengonsumsi garam

Asupan natrium yang berlebihan membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, volume darah meningkat dan tekanan terhadap dinding pembuluh darah menjadi lebih besar.

Tak hanya berasal dari garam dapur, natrium juga banyak ditemukan pada makanan olahan, makanan cepat saji, camilan kemasan, hingga saus dan bumbu instan.

2. Mengalami stres berkepanjangan

Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Kedua hormon ini membuat pembuluh darah menyempit dan jantung berdetak lebih cepat sehingga tekanan darah meningkat.

Meski peningkatan tekanan darah akibat stres biasanya bersifat sementara, stres kronis dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung dalam jangka panjang.

3. Jarang berolahraga

Kurangnya aktivitas fisik membuat jantung bekerja lebih keras saat memompa darah ke seluruh tubuh. Seiring waktu, kondisi ini dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Aktivitas fisik rutin seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau jogging membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengontrol tekanan darah.

4. Terlalu sering minum alkohol

Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak kesehatan jantung. Selain itu, alkohol juga dapat memengaruhi efektivitas beberapa obat tekanan darah.

Jika mengonsumsi alkohol, lakukan dalam jumlah terbatas dan sesuai anjuran kesehatan.

5. Merokok

Nikotin dalam rokok menyebabkan tekanan darah dan denyut jantung meningkat sesaat setelah dihisap. Dalam jangka panjang, zat-zat berbahaya dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah dan mempercepat penumpukan plak.

Tak heran jika merokok termasuk salah satu kebiasaan yang bikin darah tinggi sekaligus meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

6. Kurang tidur

Tidur berperan penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk tekanan darah. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengontrol tekanan darah.

Orang yang sering begadang atau mengalami gangguan tidur seperti sleep apnea memiliki risiko lebih tinggi mengalami hipertensi.

7. Kurang minum air putih

Dehidrasi dapat membuat darah menjadi lebih kental sehingga jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkannya ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Memenuhi kebutuhan cairan harian membantu menjaga fungsi sirkulasi darah tetap optimal.

8. Terlalu banyak mengonsumsi kafein

Kopi dan minuman berkafein dapat menyebabkan lonjakan tekanan darah sementara pada sebagian orang. Meski efeknya tidak sama pada setiap individu, konsumsi berlebihan tetap perlu diwaspadai.

Batasi asupan kafein dan perhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.

9. Membiarkan berat badan berlebih

Kelebihan berat badan membuat jantung harus memompa lebih banyak darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan tubuh. Akibatnya, tekanan pada pembuluh darah meningkat.

Menjaga berat badan ideal melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin dapat membantu mengontrol tekanan darah.

10. Mengabaikan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan

Bagi penderita hipertensi, melewatkan obat atau jarang memeriksakan tekanan darah dapat membuat kondisi tidak terkontrol. Padahal, pemantauan rutin penting untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

Pemeriksaan kesehatan berkala juga membantu mendeteksi hipertensi lebih dini, terutama karena penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala.

Hipertensi memang dapat dipengaruhi faktor usia dan keturunan, tetapi banyak kasus yang berkaitan erat dengan gaya hidup. Karena itu, mengenali dan menghindari kebiasaan yang bikin darah tinggi menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK