Beda Skizofrenia dan Bipolar, Jangan Sampai Tertukar
Beda skizofrenia dan bipolar sering kali membuat banyak orang bingung. Keduanya sama-sama termasuk gangguan kesehatan mental yang serius dan dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, serta menjalani kehidupan sehari-hari.
Tak jarang, gejala kedua kondisi ini terlihat mirip. Bahkan, sebagian penderita bipolar dapat mengalami gejala psikosis yang juga umum ditemukan pada skizofrenia. Karena itulah, diagnosis yang tepat sangat penting agar pasien mendapatkan penanganan yang sesuai.
Lalu, apa sebenarnya perbedaan antara skizofrenia dan bipolar?
Apa itu gangguan bipolar?
Mengutip Medical News Today, gangguan bipolar adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Seseorang dengan bipolar dapat mengalami fase mania dan depresi yang muncul secara bergantian.
Saat mengalami mania, penderita biasanya merasa sangat bersemangat, energik, percaya diri berlebihan, hingga bertindak impulsif. Sebaliknya, saat memasuki fase depresi, mereka dapat merasa sedih berkepanjangan, kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari, hingga mengalami kesulitan menjalani rutinitas.
Di antara kedua episode tersebut, sebagian penderita dapat menjalani periode yang relatif stabil tanpa gejala yang berarti.
Apa itu skizofrenia?
Skizofrenia adalah gangguan mental kronis yang terutama ditandai oleh psikosis, yaitu kondisi ketika seseorang mengalami gangguan dalam membedakan kenyataan dan hal yang tidak nyata.
Gejala utama skizofrenia meliputi halusinasi dan delusi. Halusinasi dapat berupa mendengar suara, melihat sesuatu, atau merasakan sensasi yang sebenarnya tidak ada. Sementara itu, delusi adalah keyakinan yang salah dan tidak sesuai dengan kenyataan, tetapi tetap dipercaya kuat oleh penderitanya.
Selain itu, penderita skizofrenia juga dapat mengalami pola pikir yang tidak teratur, kesulitan berkonsentrasi, serta gangguan dalam berkomunikasi dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Beda skizofrenia dan bipolar yang paling utama
Beda skizofrenia dan bipolar terletak pada gejala dominan yang menjadi ciri khas masing-masing kondisi. Pada gangguan bipolar, gejala utama berupa perubahan suasana hati yang sangat ekstrem, mulai dari mania hingga depresi. Sementara itu, pada skizofrenia, gejala utama adalah psikosis yang ditandai dengan halusinasi dan delusi.
Menukil Healthline, sebagian orang dengan bipolar juga dapat mengalami gejala psikosis, terutama saat episode mania atau depresi yang berat. Namun, psikosis pada bipolar umumnya tidak menjadi gejala utama dan cenderung lebih ringan dibandingkan yang terjadi pada skizofrenia.
Berikut beberapa perbedaan utama antara keduanya:
1. Gejala utama
Bipolar:
• Perubahan suasana hati ekstrem
• Episode mania
• Episode depresi
• Perubahan energi dan aktivitas
Skizofrenia:
• Halusinasi
• Delusi
• Gangguan berpikir
• Kesulitan membedakan realitas dan khayalan
2. Hubungan dengan realitas
Penderita bipolar biasanya masih dapat kembali ke kondisi normal di antara episode mania dan depresi. Sebaliknya, pada skizofrenia, gangguan persepsi terhadap realitas dapat berlangsung lebih menetap dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
3. Pola gejala
Gangguan bipolar cenderung muncul dalam bentuk episode yang datang dan pergi. Sedangkan skizofrenia sering kali bersifat kronis dan membutuhkan penanganan jangka panjang.
Faktor risiko bipolar dan skizofrenia
Hingga kini, penyebab pasti kedua gangguan tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, para ahli meyakini bahwa faktor genetik memiliki peran penting.
Bipolar maupun skizofrenia dapat terjadi dalam keluarga. Risiko seseorang meningkat jika memiliki anggota keluarga dekat yang mengalami salah satu kondisi tersebut.
Selain faktor keturunan, lingkungan juga diduga berkontribusi terhadap munculnya gangguan ini. Meski demikian, hubungan antara faktor lingkungan dan kedua penyakit tersebut masih terus diteliti.
(tis/tis)