Memahami Co-Parenting, Kunci Pengasuhan Sehat Setelah Perceraian

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 23:30 WIB
Memahami Co-Parenting, Kunci Pengasuhan Sehat Setelah Perceraian
Ilustrasi. Co-Parenting bisa dilakukan dengan kerja sama yang baik. (istockphoto/Apiwan Borrikonratchata)

Tips menerapkan co-parenting yang baik

Agar pengasuhan bersama berjalan lebih efektif, berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.

1. Jaga komunikasi secara teratur

Komunikasi yang baik merupakan fondasi utama co-parenting. Kedua orang tua perlu saling berbagi informasi mengenai pendidikan, kesehatan, aktivitas, dan perkembangan anak untuk menghindari kesalahpahaman.

2. Buat rencana pengasuhan yang jelas

Susun kesepakatan bersama mengenai jadwal kunjungan, kebutuhan pendidikan, biaya pengasuhan, hingga keputusan medis. Rencana yang jelas dapat membantu meminimalkan konflik di kemudian hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

3. Tentukan pola pengasuhan yang sesuai

Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Ada anak yang bergantian tinggal bersama kedua orang tua setiap minggu, ada pula yang tinggal bersama salah satu orang tua saat masa sekolah dan bersama orang tua lainnya ketika liburan.

4. Diskusikan perubahan secara terbuka

Kebutuhan anak akan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Karena itu, rencana pengasuhan perlu dievaluasi dan disesuaikan secara berkala melalui diskusi yang terbuka.

5. Tetap fleksibel

Tidak semua hal berjalan sesuai rencana. Orang tua perlu memberi ruang untuk fleksibilitas saat menghadapi perubahan jadwal, keadaan darurat, atau situasi tak terduga lainnya.

6. Hormati perbedaan gaya pengasuhan

Setiap orang tua memiliki pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak. Selama tidak membahayakan anak, penting untuk menghormati perbedaan tersebut dan memberi kesempatan bagi anak untuk membangun hubungan yang sehat dengan kedua orang tuanya.

7. Beri ruang bagi orang tua sambung

Dalam beberapa situasi, salah satu atau kedua orang tua mungkin memiliki pasangan baru. Kehadiran orang tua sambung yang suportif dapat menjadi tambahan dukungan bagi anak sehingga perlu disikapi secara bijak.

8. Jaga interaksi tetap positif

Pertemuan saat mengantar anak, menghadiri acara sekolah, atau merayakan ulang tahun sebaiknya dilakukan dengan sikap yang sopan dan saling menghormati demi kenyamanan anak.

9. Maksimalkan waktu bersama anak

Saat anak berada bersama Anda, manfaatkan waktu tersebut untuk membangun kedekatan melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.

10. Kelola perasaan saat berjauhan dengan anak

Merasa sedih ketika anak berada bersama orang tua lainnya adalah hal yang wajar. Namun, waktu tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk beristirahat, mengembangkan diri, atau melakukan aktivitas yang disukai.

Co-parenting adalah bentuk kerja sama antara dua orang tua yang tetap berkomitmen membesarkan anak meski hubungan mereka telah berakhir. Keberhasilan co-parenting bukan ditentukan oleh masa lalu kedua orang tua, melainkan oleh kemampuan mereka untuk bekerja sama demi masa depan anak.

(gas/tis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]

HALAMAN:
1 2