Kenapa Pria Usia 40-an dan 50-an Sering Kehilangan Energinya?

CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 18:00 WIB
Ilustrasi. Kehilangan energi di usia paruh baya bisa jadi gejala andropause. (iStock/Nicola Katie)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki usia 40-an, banyak pria mulai mengalami banyak keluhan. Di antaranya adalah semangat yang menurun serta tubuh yang mudah lelah. Kenapa bisa demikian?

Banyak pria menganggap hilangnya semangat saat usia kian bertambah adalah hal yang normal. Padahal, kondisi ini terkait dengan perubahan hormonal.

Seiring bertambahnya usia, tubuh manusia akan mengalami penurunan fungsi biologis secara bertahap. Pada rentang usia paruh baya, atau sekitar 40-an dan 50-an, tubuh akan mulai mengalami penurunan berbagai hormon.

Pada pria, hormon testosteron setidaknya akan menurun sekitar 1 persen setiap tahunnya usai usia 40. Kondisi ini dikenal dengan istilah andropause.

Jadi, bukan cuma wanita yang bisa mengalami menopause dan serangkaian gejalanya yang bikin tak enak, pria juga bisa.

Andropause sendiri merupakan kondisi penurunan kadar testosteron secara bertahap seiring bertambahnya usia pada pria. Andropause juga sering dikenal sebagai 'menopause pria'.

Sebuah ulasan yang dipublikasikan dalam Expert Opinion on Pharmacotherapy mencatat bahwa andropause sering dikaitkan pada perubahan psikologis, seperti penurunan rasa sejahtera dan energi.

Ulasan tersebut juga mencatat, bagi sebagian pria, penyesuaian kadar testosteron dengan terapi dapat kembali meningkatkan energi.

Studi lain yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Medicine juga mencatat bahwa kelelahan menjadi salah satu tanda awal yang paling umum dari andropause. Jika sering mengalami lelah tanpa alasan jelas di usia 40-an, maka Anda perlu curiga.

Tak cuma kelelahan, pria juga bisa mengalami depresi, gangguan tidur, dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi ini semua dikaitkan dengan penurunan kadar testosteron yang jadi penyebab andropause.

[Gambas:Video CNN]

Bagi sebagian pria, andropause juga bisa membuat mereka kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai. Hal ini ditemukan dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Przeglad Menopauzalny.

Studi menyebut, rasa kehilangan minat itu akan dibarengi dengan rasa mudah lelah, mood yang memburuk, gangguan konsentrasi, hingga kesulitan saat menghadapi stres.

Andropause tidak bisa dilawan. Namun, Anda bisa memodifikasi gaya hidup untuk mempertahankan kadar hormon testosteron tetap stabil dan hidup lebih berenergi lagi.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK