Suka Mengeluh? Bisa Jadi Kamu Punya 3 Kepribadian Ini

CNN Indonesia
Senin, 29 Jun 2026 17:45 WIB
Ilustrasi. Meski tak bisa dijadikan patokan pasti, ada beberapa karakteristik atau kepribadian tertentu yang bisa dilihat dari orang yang sering mengeluh. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengeluh sebenarnya merupakan hal yang sehat. Daripada terus dipendam, perasaan akan lebih baik jika dikeluarkan. Tapi, bagaimana ceritanya jika terlalu sering mengeluh?

Bagi beberapa orang, terlalu sering mengeluh bisa terasa menjengkelkan, apalagi jika keluhan dikeluarkan tanpa solusi.

Tapi, dibalik orang yang suka mengeluh, ada beberapa kepribadian yang bisa terlihat. Apa saja? Berikut di antaranya, merangkum berbagai sumber.

1. Neurotisisme

Dalam model big five personalities, neurotisisme dikaitkan dengan berbagai emosi negatif seperti cemas, mudah frustrasi, dan sensitif terhadap stres.

Menukil laman Britannica, orang dengan kepribadian neurotisisme menganggap dunia sebagai sesuatu yang menyusahkan dan tidak aman. Mereka juga kerap dikaitkan dengan rasa tidak puas. Tak heran jika mereka jadi banyak mengeluh.

Individu neurotik cenderung merasa tidak puasa dengan diri mereka sendiri dan kehidupannya.

2. Fokus pada hal negatif

Sebagaimana telah dijelaskan di atas, seorang neurotik umumnya lebih fokus terhadap hal-hal negatif. Sementara orang yang sering mengeluh umumnya merupakan seorang neurotik.

Mengutip Sage Journal, studi populer dari Roy Baumeister menyebut bahwa pada dasarnya otak manusia lebih peka terhadap ancaman dan pengalaman negatif dibandingkan pengalaman positif. Fenomena ini dikenal dengan istilah negativity bias.

Menukil laman Verywell Mind, negativity bias pada akhirnya membuat orang lebih mudah memperhatikan kesalahan, kekurangan, dan masalah, alih-alih hal-hal yang telah berjalan dengan baik.

3. Perfeksionis

[Gambas:Video CNN]

Orang yang perfeksionis sering mengeluh lantaran standar mereka yang kaku. Standar ini memicu perasaan bahwa mereka 'tidak sempurna'.

Menukil laman American Psychological Association (APA), orang perfeksionis selalu fokus pada kekurangan dan kesalahan kecil. Akibatnya, mereka mudah merasa tidak puas terhadap sesuatu yang sebenarnya sudah berjalan dengan baik. Keluhan pun bisa dengan mudah keluar dari mulut.

Selain itu, mereka juga sering merasa frustrasi, cemas, dan menunda-nunda karena takut menerima hasil yang tidak sempurna.

Meski begitu, pada dasarnya tidak ada patokan pasti soal kepribadian apa yang bisa dilihat dari kebiasaan mengeluh. Hanya saja, kebiasaan mengeluh sering kali memiliki karakteristik atau kecenderungan psikologis tertentu.

(asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK