Lalai Pasang Pengaman, Wanita Brasil Ini Tewas Saat Rope Jumping

CNN Indonesia
Senin, 15 Jun 2026 07:30 WIB
Wanita Brasil tewas setelah terjun dari sebuah jembatan di Sao Paulo untuk atraksi rope jumping tanpa tali pengaman yang terpasang dengan benar.
Ilustrasi. Seorang wanita Brasil tewas setelah terjun dari sebuah jembatan di Sao Paulo untuk atraksi rope jumping tanpa tali pengaman yang terpasang dengan benar. (istockphoto/mayo5)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang wanita Brasil berusia 21 tahun tewas setelah terjun dari sebuah jembatan untuk atraksi rope jumping tanpa tali pengaman yang terpasang dengan benar.

Kepolisian setempat pada Minggu (14/6), menyebut insiden fatal itu terjadi di negara bagian Sao Paulo dan kini sedang diselidiki. Tiga pria telah ditangkap terkait kasus tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut keterangan pihak kepolisian, korban meninggal dunia setelah diluncurkan dari atas jembatan untuk melakukan rope jump tanpa kabel pengaman. Insiden itu terjadi pada Sabtu (13/6) di Skeleton Bridge, yang berada di wilayah pedalaman negara bagian Sao Paulo.

Dalam video yang beredar di internet, dua pria tampak mengangkat wanita berusia 21 tahun itu di atas kepala mereka sebelum melemparkannya dari jembatan.

Sejumlah saksi yang menyadari tidak ada mekanisme pengaman terpasang, langsung berteriak panik, "Teman-teman, talinya!"

"Peralatan keselamatan tidak terpasang dengan benar pada saat lompatan dilakukan. Korban tidak selamat dari jatuh tersebut," ungkap kepolisian setempat, seperti dilansir AFP.

Tiga pria kemudian ditangkap dengan tuduhan homicide with dolus eventualis, yakni mereka dinilai menyadari adanya risiko kematian, tetapi tetap melanjutkan tindakan tersebut.

Polisi menegaskan, penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap detail kejadian dan menentukan pihak yang bertanggung jawab.

Adapun media lokal Brasil mengidentifikasi korban sebagai Maria Eduarda Rodrigues de Freitas. Disebutkan, ia terjatuh dari ketinggian sekitar 40 meter atau 131 kaki dan meninggal di lokasi.

Sesaat sebelum kecelakaan, de Freitas sempat mengunggah foto lokasi tersebut ke Instagram sambil menulis, "Siapa orang gila yang mengizinkanku datang lompat dari jembatan ini???"

Ada sejumlah video olahraga ekstrem di jembatan itu sebelumnya, yang dilakukan oleh perusahaan Entre Cordas. Video-video tersebut memperlihatkan peserta mengenakan tali pengaman tebal di pinggang sebelum melompat.

Berbeda dari bungee jumping, rope jumping menggunakan tali yang kurang elastis, sehingga peserta berayun, bukan memantul.

Tokoh yang kerap disebut sebagai penemu olahraga ini, Dan Osman asal Amerika Serikat, juga tewas saat melakukan rope jumping pada 1998 di usia 35 tahun.

(rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]