6 Tipe Kepribadian Orang yang Suka Mendominasi Obrolan
Sering tidak punya kesempatan untuk bicara dalam sebuah obrolan? Hal ini tentu saja bikin kesal karena seharusnya obrolan berjalan seimbang, bukan didominasi salah satu pihak. Berikut tipe kepribadian orang yang suka mendominasi obrolan.
Niat mengajak mengobrol demi mengurai pikiran kusut atau mencari 'insight' baru, kamu malah dibuat kesal karena lawan bicara justru lebih banyak bicara.
Obrolan tidak berjalan seimbang sebab dalam obrolan atau diskusi justru ada yang mendominasi. Pun kadang kamu tidak sadar bahwa selama obrolan sedikit sekali punya kesempatan menyampaikan pendapat.
Tipe kepribadian orang yang suka mendominasi obrolan
Beberapa dari orang yang suka mendominasi obrolan tidak menunjukkan dominasinya dengan memotong pembicaraan orang lain. Namun dengan cara halus, obrolan dapat 'disetir' sesuai keinginan dan sorotan secara tidak langsung masih tertuju pada mereka.
Akan tetapi, rupanya ada sejumlah fakta mengejutkan dari orang-orang seperti ini. Berikut tipe kepribadian orang yang suka mendominasi obrolan.
1. Insecure
Insecure atau rasa tidak aman, harga diri rendah bisa dialami orang yang suka mendominasi obrolan. Kok bisa?
Biasanya orang yang tidak nyaman dengan dirinya sendiri cenderung terlalu banyak berbagi (oversharing) dan melakukan hal aneh.
"Terkadang mereka mencari validasi dari orang lain, dan beberapa mencoba membuktikan bahwa mereka berharga bagi diri mereka sendiri dan orang lain. Hal ini sering dikaitkan ketika seseorang merasa tidak aman tentang diri mereka sendiri," jelas psikoterapis Lisa Brateman mengutip dari Very Well Mind.
2. Ketrampilan sosial yang buruk
Orang yang tidak terlalu trampil bersosialisasi atau mengalami kecemasan sosial bisa mendapati diri mereka memusatkan obrolan pada diri sendiri. Mereka tidak benar-benar mengerti kapan waktu yang tepat untuk masuk dalam obrolan dan memberikan masukan.
"Kesulitan dengan keterampilan sosial dapat menciptakan kecemasan saat memulai percakapan, dan orang mungkin memikirkan sesuatu untuk dikatakan, takut bahwa mereka mungkin lupa, dan menyela untuk menyampaikan perspektif mereka," kata terapis Leanna Stockard.
3. Menganggap diri lebih tinggi dari yang lain
Orang yang banyak bicara sampai mendominasi pembicaraan bisa jadi menganggap diri mereka punya lebih tinggi dibanding yang lain. Hal ini tidak terbatas pada status, tapi bisa juga menguasai keahlian tertentu atau punya pengalaman yang unik.
4. Redundansi
Kadang ini bukan soal waktu yang dihabiskan untuk bicara melainkan substansinya. Orang yang mendominasi obrolan kadang mengatakan terlalu banyak tentang satu hal dan mengulanginya.
Melansir dari Psychology Today, ahli bahasa membedakan antara struktur dalam (gagasan yang ingin diungkapkan) dan struktur permukaan (kata-kata yang mengungkap gagasan itu).
Jika struktur permukaan banyak sedangkan struktur dalam minimal, maka yang terlihat adalah pengulangan yang tidak perlu dan terdengar bertele-tele.
5. ADHD
Ada kemungkinan orang yang mendominasi obrolan atau terlalu banyak bicara punya ADHD. Orang dengan ADHD sulit untuk mempertahankan fokus dalam percakapan, menangkap isyarat sosial, atau memahami kapan membiarkan orang mengambil kontrol.
Stockard berkata orang dengan ADHD bisa menyela percakapan ketika ada sesuatu hal muncul di kepala, mengubah arah pembicaraan, atau mengembalikan percakapan ke diri mereka sendiri.
6. Ego tinggi
Orang yang mendominasi obrolan bisa saja memang punya ego tinggi. Mereka suka pendapat mereka sendiri dan menganggap pendapat mereka lebih unggul dari orang lain.
Mendominasi obrolan jadi cara untuk mendapat sorotan karena mereka percaya mereka pantas mendapatkannya.
(els)