Sering Terjadi, Kenapa Anak Malas Belajar di Rumah?

CNN Indonesia
Rabu, 10 Jun 2026 06:45 WIB
Penyebab anak malas belajar.
Ilustrasi. Anak malas belajar di rumah? Orang tua perlu memahami beberapa penyebabnya. (iStock)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang tua kerap dibuat naik darah karena anak ogah-ogahan belajar atau mengerjakan PR. Sebelum meluapkan kemarahan ke anak, sebaiknya pahami dulu kenapa mereka malas belajar di rumah.

Adegan menyuruh anak belajar dan mengerjakan PR mungkin terjadi di hampir semua rumah tangga. Namun apa yang terjadi? Anak kerap abai dan memilih bermain gim atau chatting dengan teman-temannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Orang tua serta merta memberikan cap "malas" pada anak. Padahal, ada beberapa faktor kenapa anak enggan belajar di rumah.

Berikut beberapa penyebab anak malas belajar di rumah.

1. Orang tua kurang terlibat

Neal Rojas, profesor pediatri yang mempelajari masalah atensi, berkata menyuruh anak belajar seringkali adalah masalah salience atau proses kompleks yang dilalui otak untuk menentukan apa yang harus mendapatkan dan mempertahankan perhatian kita.

"Jika saya memberitahu anak-anak saya dengan membelakangi mereka saat mencuci piring setelah makan malam, 'Oke, saatnya mengakhiri permainan itu', tapi saya tidak melibatkan mereka dan memperhatikan respons mereka dalam situasi seperti ini, saya sama saja berbicara dengan kucing," ujar Rojas seperti dikutip dari Washington Post.

Keluarga kekurangan waktu dan tidak terlibat dalam pola harian terstruktur dan berulang. Upaya untuk mendapatkan dan mempertahankan perhatian anak semakin terhambat akibat orang tua dan anak yang sibuk.

Maggie Jackson, penulis buku "Distracted", berkata orang tua melakukan banyak hal sekaligus sehingga tanpa sengaja mengatakan pada anak mereka "Kamu adalah yang kedua".

"Sementara itu, kita telah mendidik anak-anak kita untuk hadir setengah-setengah, hadir dengan cara yang dangkal. Perhatian penuh yang terfokus pada orang lain adalah hal yang langka di dunia mereka," imbuhnya.

2. Materi yang terlalu sulit

Anak mungkin merasa materi pelajaran terlalu sulit sehingga membuatnya malas belajar. Hal ini bisa saja karena anak tidak memiliki bakat alami di bidang tertentu, ada kesenjangan pengetahuan, atau butuh lebih banyak waktu untuk menyerap materi pelajaran.

Kemudian ia bisa saja malas karena kegagalan berulang di suatu pelajaran sehingga muncul asosiasi negatif dengan pelajaran tersebut.

3. Kelelahan

Penyebab anak malas belajar di rumah.Ilustrasi. Anak malas belajar di rumah karena kelelahan dengan beban sekolah, ekstrakurikuler, dan les. (Getty Images/iStockphoto/Arsenii Palivoda)

Anak-anak zaman sekarang memiliki beban jauh lebih berat ketimbang anak-anak beberapa dekade lalu. Anak enggan belajar di rumah karena di sekolah sudah begitu banyak beban pelajaran, lalu kegiatan ekstrakurikuler.

Orang tua mungkin perlu berdiskusi dengan anak apa ada kegiatan les yang perlu dikurangi guna mengurangi beban anak dan memberikan waktu untuk istirahat.

4. Ekspektasi terlalu tinggi

Sebagian orang tua meyakini menetapkan ekspektasi tinggi dapat memotivasi anak. Dalam batas tertentu, hal ini benar. Namun kadang ekspektasi terlalu tinggi dapat menjadi alasan anak kurang termotivasi belajar.

Menghimpun informasi dari berbagai sumber, anak bisa stres atau depresi dan berdampak negatif terhadap prestasi akademiknya.

5. Kondisi keluarga

Anak kurang motivasi belajar di rumah bisa akibat kondisi keluarga yang kurang kondusif. Studi menemukan anak dari keluarga yang bercerai memiliki hasil akademik lebih buruk ketimbang anak dari keluarga yang utuh.

Dari studi ini perlu disadari bahwa apa yang terjadi pada orang tua dapat memengaruhi anak.

6. Lingkungan belajar kurang nyaman

Orang tua perlu memastikan lingkungan belajar yang kondusif buat anak. Anak ogah-ogahan belajar bisa jadi karena lingkungan kurang nyaman misal, terlalu berisik atau adik yang terus bermain dekat kakaknya.

Kemudian bisa juga anak kurang asupan sehingga kurang fokus belajar, penerangan yang kurang, atau tidak memiliki perlengkapan yang diperlukan untuk belajar.

7. Gangguan belajar

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah kemungkinan gangguan kognitif, intelektual, dan perkembangan. Semua ini dapat memengaruhi kemampuan belajar anak.

Anak misal dinilai susah konsentrasi. Orang tua perlu cek apa anak susah duduk tenang, gampang terdistraksi suara sekecil apa pun, dan sering gelisah. Jika menemukan tanda-tanda tersebut maka orang tua patut curiga anak kesulitan konsentrasi atau perilaku mirip ADHD.

(els) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]