7 Kebiasaan Penumpang yang Dibenci Pramugari, Sepele tapi Ganggu!

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 12:15 WIB
Ilustrasi. Ada beberapa kebiasaan penumpang yang dibenci pramugari. Ketahui apa saja itu, supaya Anda bisa jadi penumpang baik yang turun menjaga keselamatan penerbangan. (iStockphoto/ake1150sb)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di balik layanan yang ramah di atas pesawat, pramugari dan awak kabin memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan seluruh penumpang.

Penumpang diharapkan bisa ikut menjaga keselamatan bersama dengan mematuhi peraturan selama perjalanan. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan penumpang yang dibenci pramugari karena dapat menghambat pekerjaan mereka atau bahkan menimbulkan risiko keselamatan.

Kebiasaan penumpang yang dibenci pramugari

Dengan memahami apa saja hal-hal yang tak boleh dilakukan saat di atas pesawat, penumpang dapat menciptakan suasana penerbangan yang lebih nyaman bagi semua pihak.

Berikut kebiasaan penumpang yang dibenci pramugari dan sebaiknya dihindari saat bepergian dengan pesawat.

1. Menekan tombol panggil awak kabin terlalu sering

Tombol panggil yang tersedia di atas kursi memang disediakan untuk membantu penumpang mendapatkan bantuan. Namun, menggunakannya berulang kali dalam waktu singkat untuk kebutuhan yang tidak mendesak dapat mengganggu pekerjaan awak kabin.

Menurut laman Travel and Leisure, pramugari biasanya sudah memiliki jadwal pelayanan tertentu. Jika tanda sabuk pengaman masih menyala atau layanan baru saja selesai dilakukan, ada baiknya menunggu beberapa saat sebelum memanggil mereka kembali.

2. Menyentuh pramugari tanpa izin

Beberapa penumpang masih terbiasa menepuk lengan, menyolek, atau bahkan menarik pakaian awak kabin saat membutuhkan bantuan.

Padahal, tindakan tersebut dianggap tidak sopan dan dapat membuat pramugari merasa tidak nyaman. Cara terbaik adalah memanggil dengan sopan menggunakan sapaan yang wajar atau menunggu hingga mereka mendekat.

3. Meminta bantuan mengangkat tas yang terlalu berat

Tidak sedikit penumpang yang membawa tas kabin dengan berat berlebih lalu meminta pramugari mengangkatnya ke kompartemen atas. Kebiasaan ini tidak hanya merepotkan, tetapi juga berpotensi menyebabkan cedera pada awak kabin.

Pramugari memang dapat membantu mengarahkan atau memberikan dukungan, tetapi bukan bertugas mengangkat seluruh beban tas penumpang. Jika tas terlalu berat untuk diangkat sendiri, sebaiknya bagasi didaftarkan sejak awal.

4. Meminta makanan setelah layanan selesai

Ketika layanan makanan dan minuman telah berakhir, sebagian penumpang baru meminta makanan karena tertidur atau tidak ingin makan saat waktu penyajian berlangsung.

Meskipun terdengar sederhana, permintaan tersebut dapat menyulitkan awak kabin karena mereka harus mengatur kembali distribusi makanan yang sudah selesai.

5. Langsung meminta air minum saat proses boarding

Proses naik pesawat merupakan salah satu tahap paling sibuk bagi awak kabin. Pada saat itu, mereka harus memastikan seluruh penumpang duduk di tempat yang benar, menyimpan barang dengan aman, dan mematuhi prosedur keselamatan.

Oleh karena itu, meminta segelas air tepat saat boarding sering dianggap kurang tepat, terutama jika kebutuhan tersebut sebenarnya bisa dipersiapkan sejak berada di area bandara. Penumpang yang perlu minum obat disarankan membawa air minum sendiri.

6. Tidak mengucapkan terima kasih

Ucapan sederhana seperti "terima kasih" ternyata sangat berarti bagi awak kabin. Setelah membantu memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang, banyak pramugari mengaku kecewa ketika kerja keras mereka sama sekali tidak mendapat apresiasi.

Mengucapkan terima kasih saat turun dari pesawat menunjukkan sikap hormat kepada mereka yang telah melayani selama perjalanan.

7. Menganggap pramugari mengetahui semua informasi penerbangan

Saat terjadi keterlambatan penerbangan, beberapa penumpang langsung meminta informasi detail mengenai jadwal penerbangan lanjutan atau koneksi berikutnya kepada awak kabin.

Padahal, pramugari sering kali memperoleh informasi yang sama dengan penumpang dan tidak memiliki kendali atas jadwal maskapai lain maupun keputusan operasional bandara.

Pada dasarnya, sebagian besar kebiasaan penumpang yang dibenci pramugari berhubungan dengan kurangnya kesadaran terhadap tugas dan tanggung jawab awak kabin.

Dengan menunjukkan sikap sopan, menghargai pekerjaan mereka, serta mengikuti aturan penerbangan, perjalanan udara dapat berlangsung lebih nyaman bagi semua pihak.

(gas/rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK