7 Kebiasaan Ini Diam-Diam Rusak Jantung, Jangan Anggap Sepele

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Ada kebiasaan yang diam-diam rusak jantung, tetapi kita jarang menyadarinya. (Istockphoto/stevanovicigor)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kesehatan jantung sering kali baru diperhatikan saat masalah sudah muncul, padahal kerusakannya bisa dicegah perlahan dari mengubah kebiasaan sehari-hari.

Banyak orang hanya fokus pada olahraga atau pola makan, tetapi tanpa sadar masih melakukan hal-hal kecil lainnya yang justru menjadi kebiasaan diam-diam rusak jantung.

Kebiasaan yang diam-diam rusak jantung

Berbagai kebiasaan ini terlihat sepele, tetapi jika dibiarkan terus-menerus dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol, hingga serangan jantung.

Terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung di keluarga, kewaspadaan harus lebih tinggi. Oleh karena itu, penting untuk mengenali tujuh kebiasaan berikut agar bisa segera memperbaikinya.

1. Hanya andalkan olahraga, lalu duduk seharian

Olahraga memang baik, tetapi jika setelahnya Anda duduk terlalu lama, manfaatnya tidak maksimal. Mengutip WebMD, tubuh tetap perlu aktif sepanjang hari agar sirkulasi darah lancar.

Bila Anda bekerja di depan komputer, biasakan berdiri dan berjalan singkat setiap satu jam. Aktivitas kecil seperti berjalan mengambil air minum atau naik-turun tangga juga membantu menjaga kesehatan jantung.

2. Jarang cek kesehatan tubuh

Banyak orang tidak tahu kadar kolesterol atau tekanan darahnya sendiri. Padahal, dua angka ini bisa menjadi petunjuk penting kondisi jantung.

Anda bisa saja merasa sehat, tetapi sebenarnya memiliki risiko tersembunyi. Mulai usia 20-an, periksakan diri secara rutin agar hasilnya bisa dipantau sejak dini.

3. Dekat-dekat dengan perokok

Jika Anda tidak merokok, itu baik. Namun jangan pula menjadi perokok pasif. Asap rokok pasif juga berbahaya bagi pembuluh darah dan jantung.

Jika Anda sering berada di dekat perokok, minta mereka tidak merokok di rumah, kantor, atau mobil. Lingkungan bebas asap rokok bukan hanya melindungi Anda, tetapi juga bisa mendorong orang di sekitar untuk berhenti merokok.

4. Kurang tidur

Begadang karena kerja atau menonton serial favorit mungkin terasa biasa, tetapi tidur yang tidak cukup dapat meningkatkan tekanan darah dan peradangan.

Mengutip Times of India, kurang tidur juga memengaruhi gula darah dan memicu resistansi insulin. Usahakan tidur 7-9 jam setiap malam, kurangi lihat gadget 30 menit sebelum tidur, dan buat rutinitas malam yang lebih tenang.

5. Malas berjemur di pagi hari

Melansir The Independent, kurangnya paparan sinar matahari di pagi hari juga dapat berdampak pada kesehatan jantung.

Paparan sinar matahari pagi membantu tubuh memproduksi vitamin D. Jika kurang, risiko defisiensi vitamin D dapat meningkat. Cukup luangkan waktu berjemur singkat di pagi hari secara rutin.

6. Sarapan tinggi natrium

Menukil Eating Well, asupan natrium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu risiko gagal jantung.

Studi dalam jurnal Nutrients tahun 2020 menemukan, orang yang mengonsumsi makanan tinggi natrium memiliki risiko 19 persen lebih tinggi terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan mereka yang menjalani pola makan rendah natrium.

7. Langsung Cek HP Setelah Bangun

Kebiasaan membuka ponsel begitu bangun tidur dapat memicu stres sejak awal hari. Otak langsung masuk ke mode reaktif sebelum tubuh benar-benar tenang.

"Seiring waktu, kebiasaan mengecek HP di pagi hari dapat meningkatkan kecemasan, memengaruhi fokus dan suasana hati, serta mengganggu ritme sirkadian," ujar dokter spesialis tidur Annie Miller, seperti dilansir Real Simple.

Mengubah kebiasaan kecil memang tidak mudah, tetapi dampaknya besar bagi kesehatan. Jika Anda ingin jantung tetap kuat, mulai dari sekarang hindari kebiasaan yang diam-diam rusak jantung dan ganti dengan rutinitas lebih sehat.

(rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK