Ini Penyebab dan Gejala Disfungsi Dasar Panggul yang Bikin Susah BAB
Sering merasa susah buang air besar (BAB) atau buang air kecil? Bisa jadi Anda mengalami gejala disfungsi dasar panggul.
Banyak orang mengira susah BAB hanya disebabkan kurang serat, padahal ada juga masalah otot yang membuat proses mengejan jadi tidak efektif.
Adapun mengutip Cleveland Clinic, disfungsi dasar panggul merupakan kondisi ketika otot-otot di area panggul tidak mampu bekerja dengan baik saat membantu buang air kecil ataupun buang air besar.
Dasar panggul ibarat fondasi yang menopang organ penting seperti kandung kemih, rahim, prostat, dan rektum. Dalam kondisi normal, otot-otot ini akan mengencang dan mengendur sesuai kebutuhan tubuh.
Saat Anda ingin buang air kecil atau besar, otot harus relaks agar prosesnya lancar. Namun pada disfungsi dasar panggul, otot justru terus menegang sehingga fungsi tersebut terganggu.
Gejala disfungsi dasar panggul yang perlu diwaspadai
Otot dasar panggul bisa saja melemah atau mengalami cedera. Terkhusus pada perempuan, penyebab utamanya bisa kehamilan dan persalinan.
Berikut ini gejala umum yang mengiringi disfungsi dasar panggul, seperti dikutip dari MedlinePlus:
- Merasa berat, penuh, tertarik, atau nyeri di vagina. Gejala memburuk menjelang malam atau saat buang air besar.
- Melihat atau merasakan tonjolan atau sesuatu yang keluar dari vagina.
- Kesulitan memulai buang air kecil atau mengosongkan kandung kemih sepenuhnya.
- Sering mengalami infeksi saluran kemih.
- Kebocoran urine saat batuk, tertawa, atau berolahraga.
- Merasa ingin buang air kecil mendesak.
- Merasa nyeri saat buang air kecil.
- Kebocoran feses atau kesulitan mengendalikan kentut.
- Sembelit.
Tak jarang, penderita disfungsi dasar panggul kesulitan menahan buang air kecil ataupun buang air besar hingga tiba di kamar mandi. Berbagai gejala ini patut diwaspadai jika sudah sering Anda alami.
Penyebab disfungsi dasar panggul
Penyebab kondisi ini bisa berbeda-beda. Menurut WebMD, pada sebagian orang, disfungsi dasar panggul bersifat genetik karena otot dan jaringan ikat memang lebih lemah.
Namun, ada juga faktor lain yang memicunya, seperti cedera panggul, operasi di area panggul, penuaan, kelebihan berat badan, kehamilan, persalinan, serta kebiasaan mengejan terlalu keras saat BAB.
Pada perempuan, penyebab yang paling sering adalah kehamilan, usia yang bertambah, dan obesitas. Bahkan jika tidak melahirkan secara normal, kehamilan tetap dapat mengubah struktur panggul dan meningkatkan risiko gangguan ini.
Adapun gangguan saraf seperti penyakit Parkinson juga bisa memengaruhi kerja otot dasar panggul karena saraf mengontrol pergerakan otot.
Cara Menangani Disfungsi Dasar Panggul
Penanganan disfungsi dasar panggul tergantung pada gejala yang dialami. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan panggul, atau tes khusus untuk memastikan diagnosis.
Salah satu terapi yang paling umum adalah latihan Kegel, yaitu mengencangkan otot panggul selama lima detik lalu melepaskannya. Latihan ini bisa dilakukan 10-20 kali, tiga atau empat kali sehari.
Selain itu, terapi fisik juga bisa membantu melatih ulang otot agar bekerja lebih baik. Perubahan kebiasaan, seperti tidak mengejan terlalu keras saat BAB, juga sangat penting.
Untuk beberapa kasus, dokter dapat meresepkan obat pelemas otot atau terapi estrogen topikal. Jika terjadi gangguan kontrol feses, tindakan medis seperti operasi mungkin dibutuhkan.
Intinya, gejala disfungsi dasar panggul tidak boleh diabaikan, terutama bila Anda sering susah BAB disertai keluhan pada kandung kemih atau vagina. Makin cepat dikenali, makin besar peluang untuk ditangani dokter dengan efektif.
(rti)