Pilihan Ruang Kerja Bisa Mengungkap Kepribadian, Benarkah?

CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 05:37 WIB
Ilustrasi. Ruang kerja bisa menunjukan kepribadian seseorang. (Picography/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pernahkah Anda merasa lebih nyaman bekerja di meja yang bersih tanpa banyak barang, sementara rekan kerja justru memenuhi mejanya dengan foto, tanaman hias, atau koleksi benda favorit?

Pilihan tersebut ternyata tidak hanya soal selera. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa cara seseorang memilih dan menata ruang kerja dapat memberikan petunjuk mengenai kepribadian, kebutuhan psikologis, hingga gaya bekerja yang dimilikinya.

Lingkungan kerja sering kali menjadi ruang untuk mengekspresikan diri. Tak heran jika banyak orang berusaha menciptakan area kerja yang terasa nyaman sekaligus mencerminkan identitas mereka.

Penelitian tentang Working Desk as a Classification Tool for Personality Style: A pilot Study for Validation yang terbit di PubMed Central menemukan sekitar 90 persen pekerja melakukan personalisasi ruang kerja dengan berbagai cara, mulai dari menampilkan foto orang terdekat, karya seni, hingga benda yang berkaitan dengan minat dan hobi pribadi.

Berikut beberapa penjelasannya:

1. Meja rapi sering dikaitkan dengan pribadi terorganisir

Salah satu hal yang paling mudah diamati dari ruang kerja seseorang adalah tingkat kerapihannya. Orang yang menyukai meja kerja bersih dan tertata umumnya dianggap memiliki karakter yang disiplin, terstruktur, dan mampu mengelola pekerjaan dengan baik.

Dalam psikologi kepribadian, sifat ini kerap dikaitkan dengan tingkat conscientiousness yang tinggi, yakni kecenderungan untuk bertanggung jawab dan berorientasi pada tujuan.

Sebaliknya, meja yang terlihat penuh tumpukan dokumen atau barang-barang pribadi sering diasosiasikan dengan pribadi yang lebih spontan dan fleksibel. Namun, para ahli mengingatkan bahwa kesan tersebut tidak selalu akurat karena setiap orang memiliki cara kerja yang berbeda.

2. Banyak dekorasi menunjukkan kebutuhan berekspresi

Bagi sebagian orang, ruang kerja bukan hanya tempat menyelesaikan tugas, tetapi juga sarana menunjukkan jati diri. Mengutip Science Direct, penelitian menemukan bahwa individu yang memiliki tingkat keterbukaan terhadap pengalaman baru cenderung lebih banyak menggunakan elemen dekoratif seperti karya seni, buku, atau benda-benda yang mencerminkan minat mereka.

Sementara orang yang lebih ekstrovert umumnya menampilkan lebih banyak elemen yang berkaitan dengan hubungan sosial, seperti foto teman, keluarga, atau rekan kerja. Keberadaan benda-benda tersebut juga dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan selama bekerja.

3. Introver dan ekstrover memiliki preferensi berbeda

Tak hanya tampilan meja, pilihan jenis ruang kerja juga bisa dipengaruhi oleh karakter seseorang. Mereka yang cenderung ekstrovert biasanya merasa lebih nyaman bekerja di area terbuka yang memungkinkan interaksi dengan banyak orang.

Sebaliknya, individu yang lebih introvert umumnya menyukai ruang yang lebih tenang dan privat agar dapat berkonsentrasi tanpa banyak gangguan. Karena itu, banyak kantor modern kini menyediakan berbagai pilihan area kerja, mulai dari ruang kolaboratif hingga area yang lebih tertutup untuk mendukung kebutuhan setiap pekerja.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa faktor seperti privasi, tingkat kebisingan, dan desain ruang kerja dapat memengaruhi fokus serta kenyamanan seseorang saat bekerja. Lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan individu berpotensi meningkatkan produktivitas sekaligus kepuasan kerja.

Lingkungan kerja kini semakin diperhatikan

Perhatian terhadap kualitas ruang kerja juga terlihat dari tren pengembangan kawasan bisnis dan perkantoran dalam beberapa tahun terakhir. Pengembang tidak lagi hanya menawarkan ruang untuk bekerja, tetapi juga lingkungan yang mendukung aktivitas sehari-hari.

Direktur Paramount Land Norman Daulay mengatakan kebutuhan masyarakat kini semakin mengarah pada kawasan yang terhubung dan mampu memberikan nilai jangka panjang.

"Industri properti semakin mengarah kepada pengembangan kawasan yang terhubung dan memiliki nilai jangka panjang," ujar Norman dalam keterangan tertulis.

Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Ferry John Sihombing, mengatakan kawasan bisnis modern kini dirancang tidak hanya sebagai tempat bekerja, tetapi juga sebagai ruang yang mampu mengakomodasi berbagai aktivitas masyarakat.

"Victoria Central District dirancang bukan sekadar deretan unit usaha, melainkan sebuah destinasi komersial yang mengintegrasikan bisnis, retail, kuliner, lifestyle, dan komunitas dalam satu kawasan," ujar Ferry.

Menurut dia, konsep tersebut berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan yang mendukung aktivitas kerja sekaligus interaksi sosial.

Pandangan tersebut sejalan dengan berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa lingkungan fisik tempat seseorang bekerja dapat memengaruhi pengalaman kerja secara keseluruhan, mulai dari kenyamanan hingga produktivitas.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa kepribadian seseorang tidak bisa ditebak hanya dari tampilan ruang kerjanya. Sebuah studi bahkan menemukan bahwa pilihan desain meja kerja tidak selalu memiliki hubungan langsung dengan tipe kepribadian tertentu.

Namun satu hal yang jelas, cara seseorang menata dan memilih ruang kerja tetap dapat menjadi gambaran menarik tentang bagaimana ia ingin merasa nyaman, fokus, dan menjalani aktivitasnya setiap hari.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK