Kala Prada Menyaring Kekacauan Menjadi 'Clarity'
Yang paling menarik justru bagaimana 'clarity' yang diusung Prada tidak berarti keseragaman. Beberapa kombinasi warna terasa ganjil pada pandangan pertama.
Nada kusam bertemu semburat warna acid, warna-warna khas setelan korporat disandingkan dengan warna-warna cerah dan mencolok. Namun, mengingat Raf Simons mengagumi seniman Sterling Ruby dan Mark Rothko yang memahami warna sebagai medan ketegangan, pilihan itu mulai masuk akal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warna-warna ini tidak dimaksudkan untuk harmonis. Mereka dimaksudkan untuk menggeser persepsi, membuat pakaian sederhana terasa sedikit asing, seperti beberapa motif print yang terlihat seolah diambil dari koleksi Prada sebelumnya, namun sebetulnya motif baru.
Aspek hand-made juga ditampilkan di sini. Beberapa aksesori dan busana kulit dibuat satu per satu. Ada jaket dengan sapuan cat tangan di punggung, ada sabuk yang dipotong individual sehingga tampak seolah telah dipakai selama puluhan tahun.
Sentuhan tangan itu memberi friksi, sedikit kebrutalan, sedikit jejak hidup. Mereka mengingatkan bahwa di balik teori tentang 'reklasifikasi tipologi garmen' dan 'distilasi terhadap hal-hal yang berarti', Prada tetap menjual objek mewah yang nilainya justru sering terletak pada ketidaksempurnaan yang disengaja.
Tetapi, kekuatan terbesar koleksi ini barangkali terletak pada keberaniannya untuk menolak konsensus.
Prada memamerkan koleksi menswear Spring/Summer 2027 di kompleks Fondazione Prada, Milan, Italia. (REUTERS/Alessandro Garofalo) |
Mode pria saat ini sering berbicara tentang kebebasan, kenyamanan, fluiditas, anti-struktur. Prada tidak menolak gagasan-gagasan itu secara frontal. Yang ditawarkan Miuccia dan Simons adalah sesuatu yang lebih jelas, lebih sadar diri, lebih disiplin.
Bukan keputusan besar, bukan manifesto moral, melainkan keputusan sehari-hari tentang bagaimana sebuah jins harus jatuh, seberapa sempit sebuah kaki celana boleh dibuat, di mana sebuah logo sebaiknya diletakkan, dan kapan sebuah detail perlu dibuang agar bentuk akhirnya memiliki efek visual yang lebih mengena.
Bagi Prada, kebaruan tidak selalu lahir dari penambahan. Dan di tengah industri yang terlalu sering mengartikan 'lebih' sebagai 'lebih baik', Prada masih cukup percaya diri untuk mengatakan sebaliknya.
Less is more.
(asr/asr) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

