Kenapa Penumpang Pesawat Dianjurkan Banyak Minum Air?

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 05:30 WIB
Penumpang pesawat dianjurkan untuk banyak minum air putih, terutama saat menempuh penerbangan jarak jauh. Ini alasannya.
Ilustrasi. Penumpang pesawat dianjurkan untuk banyak minum air putih, terutama saat menempuh penerbangan jarak jauh. Ini alasannya. (iStockphoto/izusek)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang pesawat dianjurkan untuk banyak minum air putih, terutama saat menempuh penerbangan jarak jauh. Anjuran ini bukan tanpa alasan.

Selama berada di dalam pesawat, tubuh berisiko kehilangan cairan lebih cepat dibandingkan saat beraktivitas di darat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut dapat memicu berbagai keluhan, mulai dari rasa haus, mulut kering, hingga tubuh terasa lebih lelah dari biasanya. Lantas, apa alasan penumpang pesawat mesti banyak-banyak minum air selama penerbangan?


Alasan penumpang pesawat dianjurkan banyak minum air

Dikutip dari laman Health, kabin pesawat memiliki tingkat kelembapan udara yang jauh lebih rendah dibandingkan di daratan atau lingkungan tempat kita tinggal.

Udara yang kering membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan melalui kulit dan setiap embusan napas. Akibatnya, penumpang bisa mengalami berbagai gejala dehidrasi seperti rasa haus, mulut kering, sakit kepala, kelelahan, hingga pusing.

Risiko ini cenderung meningkat pada penerbangan berdurasi panjang karena tubuh berada lebih lama dalam lingkungan dengan kelembapan rendah.

Hal serupa juga dijelaskan oleh dokter spesialis kedokteran perjalanan Anamaría Teino, dikutip Finavia.

Menurutnya, pada ketinggian jelajah pesawat, udara menjadi lebih kering dan kadar oksigen lebih rendah dibandingkan di permukaan tanah. Karena itu, tubuh membutuhkan asupan cairan lebih banyak selama penerbangan.

"Untuk setiap jam berada di pesawat, sebaiknya minum sekitar 0,2 hingga 0,4 liter air," ujar Teino.

Rekomendasi tersebut sejalan dengan pedoman Aerospace Medical Association (AsMA) yang menyarankan konsumsi sekitar 0,25 liter air per jam selama penerbangan.

"Kelembapan di dalam kabin biasanya rendah: sekitar 20 persen. Kelembapan rendah dapat menyebabkan sedikit ketidaknyamanan, terutama kulit kering dan iritasi mata bagi orang yang sensitif... Minumlah sekitar 8 oz (277 ml) air setiap jam," tulis dalam panduan berjudul Health Tips for Airline Travel.

Meski demikian, Teino menambahkan, kebutuhan cairan tentu bakal berbeda pada setiap orang. Akan tetapi gejala seperti sakit kepala, kelelahan, mual, dan mulut kering menjadi tanda yang mudah dikenali ketika tubuh mulai kekurangan cairan.

Risiko dehidrasi juga perlu lebih diperhatikan pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Kelompok ini cenderung lebih rentan mengalami dampak dari kekurangan cairan selama perjalanan udara.


Cara tetap terhidrasi saat naik pesawat

Supaya tubuh tetap terhidrasi selama penerbangan, berikut beberapa cara yang dapat penumpang pesawat lakukan, dilansir dari Health.

1. Minum air sebelum naik pesawat

Jangan tunggu sampai merasa haus untuk mulai minum. Rasa haus merupakan tanda bahwa tubuh sudah mulai kekurangan cairan. Karena itu, perbanyak minum air beberapa jam sebelum lepas landas.


2. Bawa botol minum sendiri

Membawa botol minum atau tumbler ulang memudahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan cairan selama perjalanan. Isi botol setelah melewati pemeriksaan keamanan bandara dan minumlah secara berkala selama penerbangan.


3. Minum sedikit tetapi rutin

Daripada menghabiskan banyak air sekaligus, lebih baik minum dalam jumlah kecil tapi sering. Cara ini membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih efektif selama penerbangan.


4. Konsumsi buah dan sayur kaya air

Selain dari minuman, cairan juga bisa diperoleh dari makanan. Buah dan sayur dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, stroberi, mentimun, tomat, dan seledri dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.


5. Batasi konsumsi alkohol

Alkohol dapat meningkatkan produksi urine sehingga berpotensi mempercepat kehilangan cairan tubuh. Jika memilih minum minuman beralkohol, imbangi dengan segelas air putih.


6. Perhatikan asupan kafein

Kopi dan teh masih dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar, terutama bagi yang sudah terbiasa mengonsumsi kafein. Namun, hindari konsumsi berlebihan karena dapat membuat Anda lebih sering ke toilet.


7. Jangan sengaja mengurangi minum

Sebagian penumpang mengurangi minum agar tidak perlu bolak-balik ke toilet pesawat. Padahal, kebiasaan ini justru dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Sesekali berjalan ke toilet juga membantu menjaga sirkulasi darah tetap lancar selama penerbangan.

[Gambas:Video CNN]

(fef/fef) Add as a preferred
source on Google