Ini 6 Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Membangun Rasa Percaya Diri Anak
Strategi pola asuh berperan penting dalam membangun rasa percaya diri anak. Beberapa bahkan bisa dilakukan orang tua dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Apa saja?
Banyak anak merasa kurang percaya diri lantaran takut gagal. Akibatnya, mereka bisa mengalami kecemasan, takut pergi ke sekolah, dan lain sebagainya.
Padahal, kepercayaan diri dibutuhkan sejak dini. Rasa percaya diri membuat anak mau mencoba hal-hal baru dan berbagi perasaan atau emosinya pada orang-orang di sekitarnya. Kepercayaan diri juga dibutuhkan untuk menjadi pribadi yang mandiri.
Para ahli berpendapat bahwa kepercayaan diri bisa tumbuh saat anak-anak didorong, didukung, dan diberi kesempatan untuk melihat apa yang mereka lakukan dengan baik.
Tanda anak tidak percaya diri
Tak semua anak punya rasa percaya diri yang cukup. Beberapa di antaranya memiliki rasa percaya diri yang rendah.
Melansir laman KED American Academy, berikut tanda-tanda anak tidak percaya diri:
- takut membuat kesalahan,
- menghindari aktivitas baru,
- membandingkan diri sendiri dengan orang lain,
- sulit untuk mengungkapkan perasaan,
- mudah menyerah,
- butuh validasi berlebih,
- bicara negatif pada diri sendiri.
Cara membangun rasa percaya diri anak
Setidaknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Berikut di antaranya.
1. Apresiasi usaha, alih-alih menuntut kesempurnaan
Banyak anak merasa lebih percaya diri saat mampu melakukan sesuatu daripada kala mereka benar-benar mencapai sesuatu dengan sempurna.
Puji hasil kerja keras anak apa pun hasilnya. Jangan lupa juga ajarkan anak bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar.
Alih-alih mengatakan 'kamu sangat pintar', lebih baik coba katakan 'ayah/ibu sangat bangga sama kamu'.
2. Berikan tanggung jawab sesuai usia
Tanggung jawab kecil membantu anak merasa mampu dan dipercaya. Tanggung jawab mampu membangun kemandirian hingga meningkatkan kemampuan pengambilan keputusan.
Contoh sederhana, biarkan anak mempersiapkan tas sekolahnya sendiri. Boleh juga jika orang tua mau memberikan tugas pekerjaan rumah tangga yang sederhana pada si kecil.
3. Biarkan anak memecahkan masalah
Setiap orang tua pasti selalu ingin membantu anaknya yang sedang menghadapi masalah. Tapi, alih-alih melakukan segalanya untuk anak, berilah mereka kesempatan untuk memecahkan masalah sendiri.
Melakukan segalanya untuk anak bisa sama dengan merampas kesempatan anak untuk bertumbuh.
Orang tua bisa melakukan pendampingan saat anak mencoba memecahkan masalah. Ajukan pertanyaan yang membimbing, alih-alih memberikan jawaban. Dorong juga si kecil untuk memikirkan solusi.
Jangan lupa, biarkan anak belajar dari kesalahan-kesalahan kecil yang dibuat. Kepercayaan diri bisa tumbuh saat anak menyadari bahwa mereka dapat mengatasi tantangan sendiri.
Simak cara membangun rasa percaya diri anak lainnya di halaman berikutnya..