Bikin Anak Lebih Empatik, Apa Itu Elephant Parenting?

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Elephant parenting mengutamakan keamanan emosional anak. Orang tua berperan membangun hubungan hangat, penuh kasih sayang, dan saling percaya. (iStockphoto/ridvan_celik)
Jakarta, CNN Indonesia --

Belakangan ini, makin banyak istilah baru yang digunakan untuk menggambarkan gaya pengasuhan anak. Salah satunya elephant parenting atau pola asuh gajah. Lantas, apa itu elephant parenting?

Meski namanya terdengar unik, pendekatan ini sebenarnya berfokus pada kedekatan emosional, empati, dan rasa aman bagi anak.

Istilah elephant parenting itu sendiri terinspirasi dari perilaku gajah yang dikenal sebagai hewan sosial, cerdas, dan memiliki ikatan kuat dengan kelompoknya.

Apa itu elephant parenting?

Mengutip laman Parents, elephant parenting adalah gaya pengasuhan yang mengutamakan keamanan emosional anak. Orang tua berusaha membangun hubungan hangat, penuh kasih sayang, dan saling percaya.

Dalam praktiknya, orang tua tidak hanya memperhatikan pencapaian akademik atau prestasi anak, tetapi juga fokus pada kesehatan emosional mereka. Anak didorong untuk mengenali, mengungkapkan, dan mengelola perasaannya dengan baik.

Meski sangat mendukung anak, pola asuh ini tetap memberi ruang bagi mereka untuk mencoba hal baru dan belajar dari pengalaman. Orang tua pun hadir sebagai pendamping, bukan pengendali.

Ciri-ciri elephant parenting

Ada beberapa karakteristik yang umum ditemukan pada orang tua dengan gaya pengasuhan ini. Coba cek ciri-cirinya, apakah Anda termasuk?

1. Peka terhadap perasaan anak

Orang tua sering menanyakan kondisi emosional anak dan berusaha memahami apa yang mereka rasakan tanpa langsung menghakimi.

2. Mengutamakan komunikasi terbuka

Anak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat, perasaan, dan keinginannya. Orang tua juga mendengarkan dengan penuh perhatian.

3. Memberikan dukungan emosional

Saat anak sedih, kecewa, atau takut, orang tua hadir untuk memberikan kenyamanan dan membantu mereka memahami emosinya.

4. Tidak terlalu menekankan soal prestasi

Kesuksesan tidak hanya diukur dari nilai sekolah atau pencapaian tertentu. Kebahagiaan dan perkembangan emosional anak juga dianggap penting.

5. Tetap memberi kebebasan yang aman

Anak didorong untuk mencoba hal baru dan mengambil risiko yang sesuai dengan usianya, tetapi tetap dalam pengawasan orang tua.

Kelebihan dan kekurangan elephant parenting

Pendekatan ini memiliki sejumlah kelebihan bagi perkembangan anak, di antaranya:

Laman Fatherly juga menambahkan, meski memiliki banyak kelebihan, pola asuh ini juga memiliki beberapa tantangan, seperti:

Pada akhirnya, elephant parenting bukan berarti selalu menuruti keinginan anak. Kunci utamanya, yakni menyeimbangkan kasih sayang, dukungan emosional, dan batasan sehat agar anak tumbuh menjadi pribadi percaya diri dan memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Itu dia penjelasan mengenai apa itu elephant parenting, lengkap dengan ciri-ciri, kelebihan, hingga kekurangannya. Apakah Anda tertarik untuk menerapkan pola pengasuhan ini?

(sac/rti)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK