8 Minuman Tinggi Kafein yang Perlu Dibatasi Ibu Menyusui
Bagi banyak orang, secangkir kopi di pagi hari menjadi 'penyelamat' untuk mengusir kantuk. Hal yang sama juga sering dirasakan ibu menyusui yang harus begadang merawat bayi sehingga membutuhkan tambahan energi untuk menjalani aktivitas.
Kafein memang dapat meningkatkan kewaspadaan dan membantu tubuh terasa lebih segar. Namun, bagi ibu menyusui, asupannya tetap perlu diperhatikan karena sebagian kecil kafein dapat masuk ke dalam air susu ibu (ASI).
Kabar baiknya, ibu menyusui tidak harus sepenuhnya menghindari kafein. Para ahli menyebut konsumsi kafein hingga sekitar 300 miligram (mg) per hari umumnya masih aman selama masa menyusui.
Lihat Juga : |
Meski demikian, setiap bayi memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda. Pada sebagian bayi, paparan kafein melalui ASI dapat memengaruhi pola tidur dan membuatnya lebih rewel.
Minuman tinggi kafein yang perlu diwaspadai
Berikut beberapa minuman yang mengandung kafein cukup tinggi dan sebaiknya dikonsumsi dengan bijak oleh ibu menyusui, melansir WebMD:
1. Kopi
Kopi merupakan sumber kafein paling umum. Dalam satu cangkir kopi seduh berukuran sekitar 240 mililiter (8 ons) terkandung rata-rata 96 mg kafein.
Jumlah tersebut dapat berbeda bergantung pada jenis biji kopi, cara penyeduhan, hingga ukuran sajian. Semakin besar ukuran minuman, semakin tinggi pula kandungan kafeinnya.
2. Teh hitam
Meski sering dianggap lebih ringan daripada kopi, teh hitam juga mengandung kafein dalam jumlah yang tidak sedikit. Satu cangkir teh hitam mengandung sekitar 47 mg kafein. Jika diminum beberapa kali sehari, total asupan kafein dapat bertambah tanpa disadari.
3. Teh hijau
Teh hijau memiliki kandungan kafein yang lebih rendah dibanding teh hitam, yakni sekitar 28 mg per cangkir. Meski relatif lebih rendah, ibu menyusui tetap perlu memperhitungkan konsumsi teh hijau jika juga mengonsumsi kopi atau sumber kafein lainnya.
4. Minuman energi
Minuman energi termasuk produk yang perlu mendapat perhatian khusus. Selain mengandung kafein dalam jumlah tinggi, produk ini sering kali diperkaya zat stimulan lain yang dapat meningkatkan efek rangsangan pada tubuh.
Karena itu, ibu menyusui sebaiknya membatasi bahkan menghindari konsumsi minuman energi.
5. Minuman bersoda
Beberapa jenis minuman bersoda, terutama minuman kola, juga mengandung kafein. Walau kadarnya umumnya lebih rendah dibanding kopi, konsumsi beberapa kaleng dalam sehari tetap dapat meningkatkan total asupan kafein harian.
6. Minuman olahraga tertentu
Tidak semua minuman olahraga mengandung kafein. Namun, beberapa produk yang dipasarkan untuk meningkatkan stamina atau performa fisik memang menambahkan kafein ke dalam formulanya.
Karena itu, selalu periksa informasi kandungan pada label sebelum mengonsumsinya.
7. Minuman berbahan guarana
Guarana merupakan tanaman yang secara alami mengandung kafein. Ekstraknya kerap ditambahkan ke dalam minuman penambah energi maupun minuman kemasan tertentu.
Keberadaan guarana bisa membuat kandungan kafein produk menjadi lebih tinggi daripada yang diperkirakan.
8. Minuman cokelat
Minuman berbahan dasar cokelat atau kakao juga mengandung kafein, meski jumlahnya tidak sebesar kopi. Jika dikombinasikan dengan sumber kafein lain sepanjang hari, minuman cokelat tetap berkontribusi terhadap total konsumsi kafein.
(tis/tis)