10 Kondimen Terbaik di Dunia Versi Taste Atlas, Santapan Makin Nikmat
Bahan pelengkap makan alias kondimen hampir selalu hadir dalam setiap kesempatan makan. Taste Atlas merilis daftar kondimen terbaik di dunia. Rupanya kondimen asal Indonesia menduduki posisi puncak.
Kamu mungkin menemukan ada teman atau keluarga yang tidak bisa lepas dari kondimen tertentu. Tanpa kondimen ini, bersantap rasanya kurang lengkap misalnya, saus sambal, kecap, atau cabai bubuk.
Di berbagai belahan dunia, ada kondimen-kondimen yang banyak disediakan rumah tangga demi melengkapi makan. Lantas, mana kondimen yang terbaik?
Taste Atlas merangkum beberapa kondimen terbaik salah satunya ada kondimen dari Indonesia yang banyak digemari.
1. Bawang goreng
Bawang goreng menduduki posisi puncak dalam daftar 100 kondimen terbaik di dunia. Bahannya cukup bawang merah yang diiris tipis lalu digoreng hingga kecoklatan.
Agar terjaga kerenyahannya, bawang goreng disimpan dalam wadah tertutup. Rasa gurihnya mampu menaikkan cita rasa masakan seperti, bakso, soto, sup kaldu, atau nasi goreng. Selain itu, konsumsi bersama nasi putih hangat saja sudah nikmat.
2. Aceto Balsamico di Modena
Aceto Balsamico di Modena diproduksi di Provinsi Modena, Italia dan Reggio Emilia. Cuka balsamic ini dibuat dari anggur Trebbiano yang ditanam secara lokal.
Sari anggur kemudian dimasak, direduksi, dan dimatangkan dalam tong dari kayu. Seiring waktu, sari anggur akan memiliki aroma kayu yang kompleks dan kental.
Aceto Balsamico di Modena biasanya dikonsumsi bersama potongan keju parmesan atau digunakan sebagai saus salad dan masakan lain.
3. Aceto Balsamico Tradizionale di Modena
Cuka balsamic diproduksi sejak abad pertengahan dan terkenal di seluruh dunia. Aceto Balsamico di Modena dibuat dari anggur putih Trebbiano dan Lambrusco.
Sari dari kedua anggur diperas dan dimasak sampai tersisa 30 persen dari volume asli. Sari anggur pun berubah jadi sirup kental yang kemudian difermentasi dalam tong kayu minimal selama 12 tahun.
4. Sheng chou
Sheng chou atau kecap asin merupakan bumbu cair dari fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air. Kemunculan sheng chou berawal dari popularitas pasta kedelai di masa Dinasti Han dan Tang.
Pembuatan pasta kedelai menghasilkan produk sampingan cairan gurih yang kemudian digunakan sebagai bumbu sendiri. Saus alternatif saus berbahan daging ini terkenal berkat kandungan asam glutamat yang tinggi dan sesuai dengan kebutuhan makanan Asia Timur.
5. Düsseldorfer Mostert
Düsseldorfer Mostert juga dikenal dengan mustard ABB. Makanan khas Düsseldorf ini diproduksi sejak awal abad-18. Nama ABB adalah singkatan pendiri perusahaan Adam Bernhard Bergrath yang menemukan mustard.
Düsseldorfer Mostert terbuat dari biji mustard coklat dan kuning lalu dicampur cuka alkohol Düsseldorf tanpa filter.
6. Doubanjiang
Berasal dari Sichuan, China, doubanjiang merupakan pasta yang terbuat dari kacang babi, garam, cabai dan kadang tepung terigu. Semua bahan difermentasi dalam pot tanah liat selama setahun sambil setiap hari diaduk.
Rasanya bakal bervariasi tergantung kematangan atau lama fermentasi yang rata-rata memakan waktu 1-8 tahun. Namun umumnya doubanjiang rasanya pedas dan asin.
7. Garam laut Maldon
Garam laut Maldon dibuat dan dipanen secara tradisional sejak 1882 di Maldon, Inggris. Serpihan garamnya berbentuk piramida yang unik.
Biasanya garam digunakan sebagai garam tabur. Kandungan magnesiumnya rendah sehingga tidak memiliki rasa pahit.
8. Lyutenitsa
Hampir setiap rumah tangga Bulgaria dan Makedonia Utara memiliki sebotol lutenica atau lyutenitsa. Saus terbuat dari papria merah, tomat, garam, gula, merica, dan minyak. Di beberapa resep, kondimen ini kadang menggunakan terong, wortel, bawang putih, dan daun parsley.
Lyutenitsa umumnya dikonsumsi sebagai olesan roti, kerupuk, atau roti panggang. Selain itu, orang juga menikmatinya bersama daging terutama daging panggang.
9. Jiang you
Jiang you berasal dari China khususnya era Dinasti Han. Jiang you alias kecap kedelai terbuat dari fermentasi kedelai, gandum, garam, dan air.
Kecap berevolusi dari pasta berbasis daging atau "jiang" lalu beralih jadi produk berbasis kacang-kacangan. Perubahan ini akibat peningkatan sediaan kedelai dan pengaruh praktik vegetarian Buddha.
10. Avjar
Avjar merupakan salah satu bumbu paling populer di seluruh Balkan dan Eropa Timur. Terbuat dari cabai dan terong, avjar paling dicari adalah avjar dari Makedonia.
Biasanya avjar digunakan sebagai pendamping bersantap daging panggang.
(els)