Bolehkah Parfum Disemprot ke Leher? Ini Penjelasan Dokter

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Menyemprot parfum ke leher. (stockphoto/pocketlight)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bolehkah parfum disemprot ke leher? Pertanyaan ini masih sering muncul karena beredarnya anggapan bahwa parfum yang disemprotkan ke area leher dapat memicu kanker tiroid. Padahal, menurut dokter spesialis bedah onkologi, anggapan tersebut adalah hoaks dan tidak didukung bukti ilmiah.

Dokter Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi RS Pondok Indah, Diani Kartini menegaskan bahwa menyemprotkan parfum ke kulit leher tidak menyebabkan kanker tiroid.

"Semprotkan parfum ke leher sebabnya kanker tiroid, itu hoaks ya," kata Diani beberapa waktu lalu.

Lantas, apa sebenarnya penyebab kanker tiroid?

Kanker tiroid terjadi ketika sel-sel abnormal pada kelenjar tiroid tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk tumor ganas. Hingga kini, penyebab pastinya belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko kanker tiroid.

Faktor risiko tersebut antara lain:

• Paparan radiasi, terutama pada area kepala dan leher.

• Faktor keturunan (genetik).

• Kekurangan yodium yang dapat memicu gondok dan meningkatkan kerentanan jaringan tiroid.

Menurut Diani, paparan radiasi merupakan salah satu faktor yang paling perlu diperhatikan. Risiko ini biasanya berkaitan dengan riwayat terapi radiasi atau paparan radiasi medis tertentu, terutama pada masa kanak-kanak.

Jadi, bolehkah parfum disemprot ke leher?

Boleh. Menyemprotkan parfum ke leher untuk penggunaan sehari-hari tidak terbukti menyebabkan kanker tiroid selama digunakan secara wajar dan tidak menimbulkan iritasi pada kulit.

Diani menjelaskan bahwa parfum yang mengenai kulit leher tidak memiliki mekanisme yang terbukti dapat memicu pembentukan kanker tiroid.

"Kalau misal tersemprot di kulit (saja), bisa sebabkan kanker tiroid, itu hoaks ya," tegasnya.

Lebih lanjut, Diani juga menjelaskan bahwa beberapa zat memang dapat bersifat karsinogenik, tetapi efeknya bergantung pada jenis zat, dosis paparan, dan cara kerjanya.

Misalnya, paparan pada jaringan yang sebelumnya sudah mengalami radiasi dapat memiliki risiko berbeda dibandingkan kulit normal. Namun, hal itu tidak berarti parfum biasa otomatis menyebabkan kanker.

Tips aman menggunakan parfum

• Semprotkan parfum secukupnya.

• Hindari penggunaan pada kulit yang sedang luka atau iritasi.

• Jika memiliki kulit sensitif, lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu.

• Simpan parfum sesuai petunjuk agar kualitasnya tetap terjaga.

(tis/tis)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Gen Z: Mending Lari daripada Party

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK