5 Kebiasaan Sehari-hari Penyebab Kanker Mulut yang Sering Diabaikan
Banyak orang mengira kanker mulut hanya menyerang perokok berat. Padahal, ada sejumlah kebiasaan sehari-hari penyebab kanker mulut yang kerap dilakukan tanpa disadari.
Kanker mulut merupakan pertumbuhan sel abnormal yang terjadi pada salah satu bagian rongga mulut. Mengutip Mayo Clinic, kanker ini dapat muncul di bibir, gusi, lidah, lapisan dalam pipi, langit-langit mulut, hingga dasar mulut atau area di bawah lidah.
Gejala kanker mulut umumnya berupa luka di mulut yang tidak kunjung sembuh, bercak putih atau kemerahan di rongga mulut, benjolan, hingga gigi yang tiba-tiba goyang atau lepas tanpa penyebab yang jelas.
Merokok memang menjadi salah satu faktor risiko terbesar kanker mulut. Namun, selain itu masih ada beberapa kebiasaan lain yang juga dapat meningkatkan risikonya.
Kebiasaan sehari-hari penyebab kanker mulut
Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari penyebab kanker mulut yang sebaiknya mulai dihindari, dirangkum dari berbagai sumber;
1. Merokok
Merokok masih menjadi penyebab utama meningkatnya risiko kanker mulut. Mengutip EatingWell, ahli gizi Brannon Blount menjelaskan bahwa zat karsinogen dalam tembakau dapat merusak sel-sel di mulut dan tenggorokan sehingga memicu pertumbuhan kanker.
Perokok diketahui memiliki risiko sekitar enam kali lebih tinggi terkena kanker mulut dibandingkan orang yang tidak merokok. Tak hanya rokok, penggunaan tembakau tanpa asap juga berkontribusi terhadap tingginya angka kasus kanker mulut di dunia.
2. Mengonsumsi alkohol
Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan risiko kanker mulut. Alkohol dapat merusak lapisan pelindung mukosa mulut sehingga jaringan menjadi lebih rentan terhadap paparan zat karsinogen.
Sebuah studi dari US Public Health Service pada 2024 menunjukkan bahwa konsumsi satu minuman beralkohol per hari berkaitan dengan peningkatan risiko kanker mulut hingga sekitar 40 persen dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi alkohol.
3. Melakukan seks oral tanpa perlindungan
Infeksi human papillomavirus (HPV) menjadi salah satu faktor risiko kanker mulut dan kanker orofaring. Virus ini dapat menular melalui aktivitas seksual, termasuk seks oral.
Sejumlah penelitian menemukan HPV pada sekitar 60 persen kasus kanker orofaring. Meski demikian, tidak semua orang yang terinfeksi HPV akan mengalami kanker. Risiko dapat ditekan melalui praktik seks yang lebih aman, vaksinasi HPV sesuai rekomendasi, serta pemeriksaan kesehatan bila muncul gejala yang mencurigakan.
4. Malas menjaga kebersihan gigi dan mulut
Menjaga kebersihan gigi dan mulut bukan hanya penting untuk mencegah gigi berlubang, tetapi juga membantu menurunkan risiko kanker mulut.
Menyikat gigi secara rutin, menggunakan benang gigi bila diperlukan, serta melakukan pemeriksaan gigi secara berkala dapat membantu mendeteksi luka, bercak, atau perubahan jaringan sejak dini.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa kebersihan mulut yang baik berkaitan dengan penurunan risiko kanker mulut dan meningkatkan peluang deteksi dini sehingga pengobatan dapat dilakukan lebih cepat.
5. Kurang mengonsumsi buah dan sayur
Pola makan yang rendah buah dan sayur juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker mulut.
Buah dan sayuran mengandung vitamin, mineral, serat, serta antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan. Karena itu, menerapkan pola makan bergizi seimbang menjadi salah satu langkah sederhana untuk menjaga kesehatan rongga mulut sekaligus menurunkan risiko penyakit kronis.
Itulah beberapa kebiasaan sehari-hari penyebab kanker mulut yang sebaiknya mulai dihindari.
Selain menerapkan gaya hidup sehat, jangan ragu memeriksakan diri ke dokter atau dokter gigi apabila mengalami luka di mulut yang tidak kunjung sembuh, muncul benjolan, atau terdapat bercak putih maupun kemerahan yang menetap selama lebih dari dua minggu. Deteksi dini dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.
(pua/tis)