MHSB dan Persebaya Siapkan Pemain Lewat Delapan Tahap Pemeriksaan PCMA

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 11:41 WIB
Mayapada Hospital
(Foto: dok Mayapada Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) selaku Official Medical Partner tim Persebaya menerapkan delapan tahap pemeriksaan Pre-Competition Medical Assessment (PCMA) yang harus dijalani para pemain dalam persiapan menghadapi kompetisi. PCMA berfungsi untuk memetakan kondisi tubuh, mengidentifikasi risiko cedera, serta mendukung optimalisasi performa pemain.

PCMA menjadi bagian dari dukungan sports medicine yang dijalankan melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Surabaya. Didukung 20 dokter spesialis, termasuk kedokteran olahraga, ortopedi, kardiologi, rehabilitasi medik, radiologi, gizi klinik, penyakit dalam, hingga psikologi, SITPEC mendampingi kebutuhan medis pemain secara menyeluruh, mulai dari pencegahan cedera berbasis data, identifikasi faktor risiko, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi atlet secara berkelanjutan.

Berbeda dengan medical check-up pada umumnya, PCMA merupakan pemeriksaan kesehatan yang dirancang untuk mengevaluasi kondisi fisik, fungsi tubuh, dan kesiapan mental atlet. Pemeriksaan ini memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kesehatan pemain sebagai dasar pencegahan cedera dan optimalisasi performa selama kompetisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"SITPEC MHSB memberikan pendekatan preventif berbasis data melalui skrining kesehatan dan kebugaran komprehensif, meliputi pemeriksaan laboratorium, jantung, Body Composition Analysis, penilaian fungsi jantung dan paru (VO₂ Max), penilaian ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, functional movement assessment untuk memetakan risiko cedera berdasarkan pola gerak atlet, serta evaluasi psikologis," ujar Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua.

Bagi atlet profesional, pemeriksaan kesehatan adalah fondasi menjaga performa sepanjang musim kompetisi. Melalui hasil PCMA, tim medis dan kepelatihan memiliki gambaran lebih menyeluruh mengenai kondisi pemain, sebelum menentukan strategi pencegahan cedera, program latihan, hingga pendampingan kesehatan yang lebih tepat.

Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO menjelaskan bahwa tahapan PCMA mencakup evaluasi laboratorium, pemeriksaan jantung, Body Composition Analysis, penilaian fungsi jantung dan paru (VO₂ Max), penilaian ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, functional movement assessment, hingga evaluasi psikologis.

Menurutnya, rangkaian pemeriksaan tersebut memungkinkan klub memiliki profil kesehatan pemain secara komprehensif sebagai dasar penyusunan program latihan dan pencegahan cedera.

"Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi dapat berjalan dalam satu alur yang berkesinambungan," tutur dr. Tommy.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa menjaga performa tak semata soal latihan, tetapi juga menyangkut pemantauan kesehatan yang dilakukan secara terukur. Selain atlet profesional, SITPEC dapat dimanfaatkan masyarakat luas untuk membantu mencegah cedera, meningkatkan performa, dan mendukung pemulihan.

Seluruh layanan ini terintegrasi dengan Orthopedic Center Mayapada Hospital yang menyediakan penanganan komprehensif untuk berbagai gangguan muskuloskeletal, mulai nyeri otot dan sendi, hingga pencegahan dan pemulihan cedera.

Informasi lebih lanjut bisa diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, atau lewat aplikasi MyCare. Sementara, kebugaran tubuh dapat dipantau melalui fitur Personal Health pada MyCare untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]