Mengenal Sleepmaxxing, Benarkah Bisa Bikin Tidur Lebih Lelap?
CNN Indonesia
Jumat, 03 Jul 2026 10:30 WIB
Bagikan:
url telah tercopy
Ilustrasi. Tren sleepmaxxing sudah banyak beredar di media sosial. Di antara semua trik yang ditawarkan, manakah yang bisa diterapkan dan mana yang perlu dihindari? (iStockphoto/RyanKing999)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tren sleepmaxxing sebenarnya sudah beredar cukup lama di media sosial. Istilah ini mulai diperkenalkan di TikTok dan banyak influencer yang memberikan hacks atau trik agar seseorang bisa tidurlebih nyenyak.
Intinya, sleepmaxxing mencakup berbagai saran, produk, dan praktik yang bertujuan meningkatkan kualitas tidur. Namun dari banyak trik yang dibagikan para pengguna media sosial, efektifkah berbagai metode ini? Mari kupas satu per satu trik sleepmaxxing.
Pakar ilmu tidur Carleara Weiss melihat sleepmaxxing merupakan bentuk komersialisasi tidur sebagai produk dan tentunya ini sangat mengkhawatirkan.
"Kita harus berhati-hati agar tidak mengalihkan fokus dari kesehatan ke pembelian lebih banyak produk untuk mencapai kualitas tidur yang ideal," ujarnya Weiss, seperti dilansir Healthline.
Ini dia daftar trik sleemaxxing yang populer dan penjelasan apakah trik tersebut efektif atau tidak:
1. Tambah suplemen magnesium
Magnesium memang bisa meningkatkan kualitas tidur. Sebuah artikel tinjauan dalam jurnal Biological Trace Element Research pada 2023, menunjukkan adanya hubungan antara kualitas tidur dengan asupan mineral ini.
Namun perlu dicatat, magnesium bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Selain itu, tak semua orang membutuhkan magnesium dan mengonsumsinya terlalu banyak bisa menimbulkan gangguan pencernaan.
2. Minum suplemen melatonin
Kandungan melatonin juga bisa membantu sementara mengatasi masalah tidur, misalnya karena jet lag. Namun waktu penggunaan dan dosis juga sangat penting.
Weiss mengatakan, banyak suplemen melatonin yang dijual bebas memiliki dosis lebih tinggi ketimbang batasan aman untuk orang dewasa. Adapun batasan aman tersebut, 0,3-5 mg.
3. Pasang white noise saat tidur
Dalam sejumlah studi, white noise atau suara konstan yang menggabungkan berbagai frekuensi, terbukti dapat meningkatkan kualitas tidur.
Namun untuk mendapatkan white noise, Anda tak perlu merogoh kocek membeli jam alarm khusus yang membuat suara tersebut. Kipas angin atau aplikasi di ponsel pintar bisa berfungsi sama baiknya.
Baca halaman selanjutnya...
4. Menggunakan sleep tracker
Beberapa smart watch kini bisa melacak aktivitas tidur. Namun seberapa penting pelacakan ini. Menurut Weiss, penelitian tentang efektivitasnya masih berkembang dan fitur sleep tracking itu sendiri masih terus diperbarui. Kita pun harus berhati-hati dalam penggunaannya.
"Sebagian besar pelacak tidur yang tersedia secara komersial bukanlah alat diagnostik. Artinya, alat tersebut tidak akan mengarah pada diagnosis gangguan tidur," kata Weiss.
Trik lain yang dianggap efektif agar tidur lebih lelap, yakni menempelkan plester di mulut. Alasannya, mulut yang tertutup bisa mengurangi dengkuran dan memperbaiki bau mulut.
Mengutip Harvard Health Publishing, hasil tinjauan sebuah tim dari departemen otolaringologi di Universitas George Washington mengungkap klaim di media sosial ini tak didukung oleh penelitian apa pun.
Jadi, jika ingin memperbaiki kebiasaan mendengkur, sebaiknya diskusikan hal ini dengan dokter saja. Plester pada mulut tidak efektif mengobati penyebab dasar dengkuran, misalnya alergi, asma, hingga sleep apnea.
6. Tidur sebelum pukul 22.00
Klaim media sosial lainnya terkait sleepmaxxing, yakni seseorang harus tidur sebelum pukul 22.00 agar lebih nyenyak dan bangun lebih pagi.
Memaksimalkan paparan sinar matahari pagi dan meminimalkan cahaya malam untuk mengatur ritme sirkadian memang penting. Namun ada banyak variasi jumlah jam tidur dan kronotipe seseorang. Jadi, sulit untuk menyatakan ada waktu tidur ideal untuk semua orang.
Jadi, apa yang harus dilakukan agar tidur malam lebih lelap?
Trik sleepmaxxing ada yang bisa diikuti dan ada yang sebaiknya dihindari. Lalu bagaimana caranya supaya tidur malam lebih nyenyak?
Mengutip The Guardian, berikut ini beberapa saran dari para pakar yang terbukti membuat tidur lebih nyenyak:
Mulai hari dengan paparan sinar matahari untuk menyelaraskan jam internal tubuh.
Jaga waktu tidur dan bangun yang konsisten, termasuk di akhir pekan
Batasi tidur siang, jangan lebih dari 30 menit
Kurangi asupan kafein pada sore hari
Hindari makan berat tepat sebelum tidur
Hindari paparan layar sebelum tidur
Buat rutinitas menenangkan sebelum tidur, misalnya membaca atau meditasi.
Itu dia serba-serbi mengenai sleepmaxxing dan saran yang lebih tepat agar bisa tidur lelap. Tak semua tren di media sosial bisa diikuti, jadi cek terlebih dahulu kebenarannya sebelum Anda praktikkan.