Bolehkah Makan Cokelat Setiap Hari? Ini Dampaknya bagi Tubuh

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 11:15 WIB
Ilustrasi. Sebenarnya makan cokelat setiap hari boleh, asal tau aturannya. (Stockphoto/WS Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi banyak orang, cokelat bukan sekadar camilan, tetapi juga 'mood booster' yang sulit ditolak. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat sebagian orang bahkan mengonsumsinya hampir setiap hari.

Tapi, sebenarnya bolehkah makan cokelat setiap hari?

Jawabannya adalah boleh, tetapi ada syaratnya. Jenis cokelat, kandungan gula, hingga jumlah yang dikonsumsi sangat menentukan apakah kebiasaan ini memberi manfaat atau justru berdampak buruk bagi kesehatan.

Melansir EatingWell, berikut penjelasan soal baik buruk makan cokelat setiap hari:

1. Bisa menyehatkan jantung

Kabar baik bagi pencinta cokelat, terutama dark chocolate. Jenis cokelat ini mengandung kakao dalam jumlah lebih tinggi sehingga kaya flavonoid, yakni senyawa antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Flavonoid diketahui membantu memperlancar aliran darah, menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol jahat (LDL), sekaligus meningkatkan fungsi pembuluh darah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports pada 2024 bahkan menemukan bahwa konsumsi dark chocolate secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko hipertensi hingga 27 persen dan risiko pembekuan darah di pembuluh vena hingga 31 persen. Semakin tinggi kadar kakao pada cokelat, semakin besar pula kandungan flavonoid yang diperoleh.

2. Menambah asupan zat besi

Dark chocolate merupakan salah satu makanan yang cukup kaya zat besi. Dalam 50 gram dark chocolate terkandung sekitar sepertiga kebutuhan zat besi harian orang dewasa.

Asupan zat besi penting untuk membantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia defisiensi besi yang sering ditandai dengan tubuh mudah lelah, lemas, hingga sulit berkonsentrasi. Agar penyerapannya lebih optimal, dark chocolate bisa dikonsumsi bersama makanan yang kaya vitamin C, seperti kiwi, stroberi, atau jeruk.

3. Mendukung fungsi otak

Tak hanya baik untuk jantung, flavonoid dalam kakao juga bermanfaat bagi kesehatan otak. Beberapa penelitian menunjukkan senyawa ini dapat meningkatkan aliran darah menuju otak sehingga membantu memperbaiki daya ingat, fokus, serta kemampuan berpikir.

Dalam sebuah studi, konsumsi sekitar 30 gram dark chocolate berkadar kakao 85 persen setiap hari selama tiga minggu juga dikaitkan dengan penurunan suasana hati negatif dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi cokelat.

4. Memberi tambahan energi

Dark chocolate dan milk chocolate mengandung sedikit kafein yang dapat membantu meningkatkan energi dan membuat tubuh lebih bersemangat. Selain itu, cokelat juga mengandung karbohidrat yang menjadi sumber energi utama bagi tubuh.

Namun, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, konsumsi cokelat berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, gelisah, atau sulit tidur. Semakin tinggi kandungan kakao, biasanya semakin tinggi pula kandungan kafeinnya.

5. Membantu memperbaiki suasana hati

Banyak orang memilih makan cokelat saat sedang stres atau sedih. Ternyata, kebiasaan ini memang memiliki dasar ilmiah. Sejumlah penelitian menemukan bahwa konsumsi dark chocolate dapat membantu memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres.

Diduga, manfaat tersebut berasal dari kombinasi kandungan flavonoid, efek prebiotik yang mendukung kesehatan usus, serta sensasi menyenangkan saat menyantap cokelat. Meski begitu, para peneliti menilai masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan mekanisme pastinya.

Dampak buruk cokelat setiap hari

Meski memiliki sejumlah manfaat, makan cokelat setiap hari juga memiliki risiko jika porsinya berlebihan atau jenis yang dipilih kurang tepat. Berikut penjelasannya melansir Everyday Health:

Ilustrasi. Cokelat. (Foto: iStockphoto/SMarina)

1. Meningkatkan kolesterol

Milk chocolate dan white chocolate umumnya mengandung lebih banyak gula serta lemak jenuh dibandingkan dark chocolate. Jika dikonsumsi berlebihan, kandungan tersebut dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) sekaligus menaikkan risiko penyakit jantung.

2. Berat badan naik

Cokelat tetap merupakan makanan tinggi kalori. Apabila dikonsumsi tanpa memperhatikan total asupan kalori harian, kebiasaan ini bisa menyebabkan berat badan bertambah.

Kandungan gula yang tinggi pada milk chocolate dan white chocolate juga dapat memicu rasa lapar lebih cepat sehingga seseorang cenderung makan lebih banyak.

3. Memicu gangguan pencernaan

Pada sebagian orang, terutama yang memiliki intoleransi laktosa atau sindrom iritasi usus (IBS), milk chocolate dapat memicu kembung, diare, sakit perut, atau produksi gas berlebih. Kandungan kafein dalam cokelat juga bisa mempercepat gerakan usus sehingga memicu buang air besar lebih sering pada orang yang sensitif.

4. Bisa memicu batu ginjal dan migrain

Cokelat juga mengandung oksalat yang dapat meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal pada orang yang memang rentan mengalami kondisi tersebut. Selain itu, pada sebagian orang, kandungan kafein dan senyawa beta-phenylethylamine dalam cokelat diduga dapat memicu migrain. Namun, hubungan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

5. Memperparah jerawat

Milk chocolate dan white chocolate yang tinggi gula serta mengandung susu sapi berpotensi memperburuk jerawat pada sebagian orang. Makanan tinggi gula diketahui dapat meningkatkan produksi sebum dan memicu peradangan pada kulit sehingga jerawat lebih mudah muncul.

Jadi, bolehkah makan cokelat setiap hari?

Boleh, selama porsinya tidak berlebihan dan Anda memilih jenis cokelat yang tepat. Dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen merupakan pilihan yang lebih sehat karena mengandung lebih banyak flavonoid dan umumnya lebih rendah gula dibandingkan milk chocolate maupun white chocolate.

Sebaliknya, jika tujuan Anda menjaga kesehatan, sebaiknya batasi konsumsi cokelat yang tinggi gula dan lemak jenuh. Ingat, cokelat tetap merupakan camilan, bukan pengganti makanan bergizi seimbang.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK