Tanpa Sadar, Ini 8 Tanda Anda Terlalu Protektif Terhadap Anak

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Hati-hati, bisa jadi sikap Anda selama ini justru overprotective terhadap anak. Simak tanda-tandanya. (Pratitis Nur Kanariyati)
Jakarta, CNN Indonesia --

Orang tua wajib memberikan perlindungan kepada anak. Namun jika terlalu protektif maka justru tidak baik bagi tumbuh kembang anak. Berikut ini tanda Anda terlalu protektif terhadap anak.

Sangat wajar orang tua ingin anak aman, tanpa terikat masalah apa pun. Pun wajar saat orang tua melakukan apa yang bisa dilakukan demi anak senantiasa terlindungi. Namun hal ini menjadi tidak wajar saat keinginan dan tindakan melindungi ini dilakukan berlebihan.

Sikap ini biasanya timbul karena kecemasan orang tua yang berlebihan terhadap anaknya. Pola asuh yang terlalu protektif justru dapat merugikan anak. Alih-alih memberikan perlindungan, anak justru akan mengalami kesulitan emosional.

Tanda Anda terlalu protektif terhadap anak

Terlalu protektif kepada anak tentu saja bukanlah pola pengasuhan yang tepat. Pada saat orang tua overprotective, ini dapat berisiko membuat anak menjadi kesulitan untuk mengontrol emosional, perilaku, sehingga dapat menimbulkan frustrasi.

Apa Anda termasuk orang tua overprotective? Anda bisa mengetahui lewat tanda-tanda berikut.

1. Selalu ikut campur

Tanda orang tua terlalu protektif terhadap anak yang pertama adalah selalu ikut campur terhadap aktivitas anak. Orang tua sering berdalih hal ini mereka lakukan hal ini karena terlalu khawatir. Mereka lupa jika anak juga memiliki hak dan privasi yang juga harus dihormati oleh orang tua.

Orang tua yang terlalu protektif seringkali mengesampingkan hal ini. Mereka cenderung ingin mengetahui semua hal yang dialami oleh anak tanpa memperhatikan batasan-batasannya.

2. Melarang anak mengambil keputusan

Banyak orang tua yang melarang anak untuk mengambil keputusannya sendiri. Hal ini dilakukan karena orang tua menganggap keputusan yang akan diambil oleh anak selalu salah dan beresiko.

Orang tua yang terlalu protektif akan melakukan semua cara untuk memastikan anaknya tetap terlindungi dari berbagai ancaman.

3. Menghalalkan segala cara

Orang tua seringkali lupa, jika untuk meraih kesuksesan itu terkadang harus melalui banyak halangan dan rintangan. Karena terlalu fokus pada hasil, maka orang tua yang terlalu protektif tidak ingin anaknya mengalami rintangan pada saat ingin mendapatkan sesuatu.

Hal inilah yang membuat mereka rela menghalalkan segala cara demi kesuksesan anak.

4. Terlalu bersimpati

Ilustrasi. Tanda Anda terlalu protektif terhadap anak salah satunya terlalu bersimpati saat anak mengalami kesedihan atau kesulitan. (Getty Images/PrathanChorruangsak)

Terlalu bersimpati pada saat mengalami kesedihan atau kesulitan juga menjadi tanda orang tua overprotective. Sebagai orang tua, memang kita harus mendidik anak untuk menceritakan apa yang menjadi kesulitannya.

Akan tetapi, orang tua harus bisa bersikap bijaksana agar anak-anak dapat belajar untuk mengatasi masalahnya sendiri.

5. Mengatur pergaulan anak

Terlalu mengatur pergaulan anak dapat membuatnya kesulitan untuk bersosialisasi. Orang tua memang harus mengontrol siapa yang menjadi teman anaknya, namun bukan berarti selalu melarang anak berteman dengan orang lain yang menurutnya tidak pantas.

6. Terlalu banyak bicara

Jika Anda terlalu banyak bicara pada anak, maka Anda termasuk dalam golongan ini. Orang tua yang protektif cenderung akan banyak bicara pada anak untuk memastikan mereka dalam keadaan yang baik-baik saja.

7. Ikut campur dengan sekolah

Jika dilakukan dengan proporsional, sebenarnya hal ini bukanlah hal yang buruk. Namun beda ceritanya jika orang tua selalu ikut campur dengan pihak sekolah pada hal-hal yang berkaitan dengan anaknya.

Orang tua yang protektif cenderung sering menghubungi wali kelas atau pihak sekolah yang lain untuk menyelesaikan masalah anaknya.

8. Selalu menyelesaikan permasalahan anak

Tanda orang tua terlalu protektif yang terakhir adalah cenderung ingin selalu menyelesaikan masalah anak. Anak tidak dilibatkan untuk mencari solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Hasilnya, anak selalu mengandalkan orang tua untuk menyelesaikan masalahnya.

(ahd/els)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK