Stephane Rolland dan Senandung Dalida yang Tak Pernah Pudar
Di balik stabilitas tersebut terdapat sesuatu yang jarang dibicarakan dalam industri mode: atelier.
Haute couture sesungguhnya bukan hanya tentang seorang desainer, tetapi tentang para première d'atelier, pemotong pola, pembordir, hingga penjahit yang menghabiskan puluhan tahun menguasai keahlian yang hampir mustahil digantikan mesin. Salah satu kekuatan Stéphane Rolland adalah keberhasilannya mempertahankan tim tersebut selama bertahun-tahun.
Lihat Juga :![]() Laporan dari Paris Kala Jonathan Anderson 'Memahat' Masa Depan Dior Couture |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, setiap musim tidak terasa seperti sebuah eksperimen baru, melainkan evolusi alami dari pengetahuan kolektif yang terus diwariskan.
Kepercayaan terhadap atelier inilah yang membuat konstruksi khas Rolland tetap terlihat presisi. Cape tidak pernah terasa berat meskipun monumental. Gazar berdiri kokoh tanpa kehilangan kelembutan. Bordir menyatu dengan struktur busana, dan bukan sekadar ditempelkan di atas permukaan.
Rolland sendiri memahami hubungan emosional antara perempuan dan couture.
Koleksi couture terbaru Stephane Rolland di Paris Couture Week. (Dok. Stephane Rolland) |
"Dalida memahami secara naluriah kekuatan sebuah pakaian, bukan sebagai simbol status, tetapi sebagai perpanjangan emosi. Itulah yang tetap menjadi inti pekerjaan saya: menciptakan busana yang mengungkapkan pribadi seseorang, bukan menutupinya."
Kalimat itu mungkin menjadi definisi paling tepat mengenai seluruh kariernya.
Posisi Stéphane Rolland dalam sejarah couture juga tidak bisa dilepaskan dari status yang ia peroleh pada 2007 ketika menerima gelar Grand Couturier dari Chambre Syndicale de la Haute Couture (kini Federation de la Haute Couture et de la Mode/FHCM). Pengakuan tersebut bukan sekadar izin untuk menggunakan label haute couture, melainkan penegasan bahwa karya dan rumah modenya memenuhi standar artistik, teknis, serta organisasi tertinggi dalam dunia couture Prancis.
Hal itu juga menjelaskan mengapa koleksi-koleksinya tidak pernah terasa terburu-buru mengikuti arah industri mode. Ia bekerja dalam ritme couture yang sesungguhnya, yang terkenal lambat, memiliki presisi tinggi, dan nyaris meditatif.
Memang, bagi sebagian pengamat, konsistensi Stéphane Rolland bisa saja terlihat terlalu aman. Mereka yang mencari revolusi mungkin tidak akan menemukannya di sini.
Namun, revolusi bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan dalam haute couture. Ada nilai lain yang justru semakin langka, yaitu kemampuan mempertahankan identitas selama puluhan tahun tanpa kehilangan relevansinya.
Di saat rumah-rumah mode besar berganti wajah setiap beberapa musim, Stéphane Rolland tetap berdiri sebagai salah satu guardian gagasan klasik mengenai couture. Dunia tempat kemewahan lahir dari disiplin, bukan sensasi, dari keahlian, bukan algoritma, serta dari perempuan-perempuan yang mengenakan busananya.
(asr/asr) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


