Peran Ayah dalam Perkembangan Emosional Anak, Jangan Diabaikan

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 05:30 WIB
Dua orang tua menggandeng anaknya menuju ruang kelas pada hari pertama tahun ajaran baru di SD Negeri Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (13/7/2026). Pemerintah menggelar Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) untuk mend
Ilustrasi. Pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. (ANTARA FOTO/HASRUL SAID)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peran ayah dalam perkembangan emosional anak tidak hanya sebatas menjadi pencari nafkah dalam keluarga. Kehadiran ayah yang aktif terbukti berpengaruh besar terhadap pembentukan karakter, rasa percaya diri, hingga kesehatan mental anak sejak usia dini.

Karena itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) terus menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan guna mencegah fenomena fatherless, yakni kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan emosional dari sosok ayah.

Fenomena fatherless tidak selalu berarti seorang ayah tidak hadir secara fisik. Dalam banyak kasus, ayah tinggal serumah, tetapi minim berinteraksi dengan anak karena kesibukan pekerjaan atau kurangnya komunikasi. Padahal, hubungan yang hangat antara ayah dan anak menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosi yang sehat hingga anak beranjak dewasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

KemenPPPA menyebut keterlibatan ayah secara langsung dapat menciptakan rasa aman pada anak. Rasa aman tersebut menjadi modal penting bagi anak untuk mengenali emosinya, membangun hubungan sosial yang sehat, serta menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Anak yang memiliki hubungan baik dengan ayah umumnya lebih mudah mengekspresikan perasaan, berani mencoba hal-hal baru, serta mampu mengendalikan emosi dengan lebih baik. Sebaliknya, minimnya keterlibatan ayah berpotensi membuat anak mengalami kesulitan membangun rasa percaya diri, lebih mudah cemas, hingga kesulitan mengelola emosi saat menghadapi tekanan.

Di sisi lain, peran ayah dalam perkembangan emosional anak juga terlihat dari keteladanan yang diberikan dalam kehidupan sehari-hari. Cara ayah berbicara, memperlakukan pasangan, menyelesaikan konflik, hingga mengelola stres akan diamati dan ditiru oleh anak. Karena itu, keterlibatan ayah bukan hanya soal lamanya waktu bersama, tetapi juga kualitas interaksi yang terjalin setiap hari.

Para ahli perkembangan anak juga menilai bahwa anak belajar memahami tanggung jawab, disiplin, dan keberanian melalui interaksi dengan kedua orang tua, termasuk ayah. Kehadiran ayah yang konsisten membuat anak merasa dihargai sehingga terbentuk ikatan emosional yang kuat.

Ikatan tersebut memberikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan mental anak. Anak yang tumbuh dengan dukungan emosional dari ayah cenderung lebih percaya diri, mampu membangun hubungan sosial yang sehat, serta lebih siap menghadapi perubahan ketika memasuki lingkungan sekolah maupun kehidupan dewasa.

Selain itu, keterlibatan ayah membantu anak mengembangkan empati. Melalui percakapan sederhana, bermain bersama, atau mendengarkan cerita anak, ayah mengajarkan cara memahami perasaan orang lain. Kemampuan ini menjadi bekal penting dalam menjalin hubungan sosial yang positif.

Peran ayah semakin penting ketika anak memasuki masa remaja. Pada fase ini, anak mulai mencari jati diri dan menghadapi berbagai tekanan dari lingkungan. Sosok ayah yang terbuka terhadap diskusi dapat menjadi tempat anak mencari arahan tanpa merasa dihakimi.

Membangun kedekatan emosional tidak harus dilakukan melalui aktivitas yang rumit. Kebiasaan sederhana seperti makan bersama, menemani belajar, mengantar anak ke sekolah, bermain, atau sekadar menanyakan bagaimana harinya dapat memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

Hal yang tak kalah penting, anak membutuhkan ayah yang benar-benar hadir secara emosional, bukan sekadar berada di rumah. Memberikan perhatian penuh saat berbicara, mendengarkan tanpa menghakimi, serta mengapresiasi setiap usaha anak merupakan bentuk dukungan yang berdampak besar terhadap perkembangan psikologisnya.

Peran penting ayah dalam perkembangan emosional anak

Beberapa manfaat keterlibatan ayah bagi tumbuh kembang anak meliputi:

• Membangun rasa percaya diri sejak usia dini.

• Menjadi teladan (role model) dalam bersikap dan berperilaku.

• Membantu anak mengenali serta mengelola emosi.

• Menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap orang lain.

• Menciptakan rasa aman yang mendukung kesehatan mental.

• Memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

• Membantu anak lebih siap menghadapi tantangan sosial hingga dewasa.

Keterlibatan ayah yang konsisten menunjukkan bahwa peran ayah dalam perkembangan emosional anak bukan sekadar pelengkap dalam pengasuhan. Kehadiran ayah menjadi salah satu faktor penting yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, baik dari sisi emosional, sosial, maupun kesehatan mentalnya di masa depan.

(asp/tis)


[Gambas:Video CNN]