Kurangi Risiko Jatuh, Parkour Jadi Tren Kebugaran Lansia di Singapura

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 18:30 WIB
Ilustrasi. Geriatric parkour tengah diminati para lansia Singapura untuk melatih keseimbangan hingga kelincahan tubuh guna mengurangi risiko jatuh. (Getty Images/eyesfoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selama ini parkour identik dengan olahraga ekstrem yang dilakukan anak muda. Namun, di Singapura, parkour tengah diminati oleh para lansia.

Fenomena yang dikenal sebagai geriatric parkour ini menjadi pilihan aktivitas kebugaran bagi lansia Singapura untuk melatih keseimbangan hingga kelincahan guna mengurangi risiko jatuh.

Dikutip dari laman Edition, negara ini diproyeksikan menjadi super-aged society pada tahun ini. Status tersebut berarti lebih dari 21 persen penduduknya telah berusia 65 tahun ke atas.

Kementerian Kesehatan Singapura juga memperkirakan satu dari empat warga negaranya akan berusia 65 tahun ke atas pada 2030.

Seiring bertambahnya populasi lansia, berbagai layanan dan aktivitas yang dirancang khusus bagi kelompok usia tersebut pun bermunculan, mulai dari kegiatan sosial hingga kelas olahraga.

Salah satunya adalah geriatric parkour yang telah dijalankan pelatih Tan Shie Boon sejak 2017.

Alih-alih mengajarkan aksi parkour ekstrem, Tan merancang latihan yang berfokus pada kemampuan fungsional tubuh untuk membantu lansia menghadapi aktivitas sehari-hari, seperti melompati bangku, merangkak, berguling, hingga memanjat tembok rendah.

"Tujuan utama parkour adalah meningkatkan kelincahan sehingga Anda bisa bereaksi lebih cepat," ujarnya.

Menurut Tan, kemampuan bereaksi dengan cepat menjadi salah satu aspek yang pasti menurun seiring bertambahnya usia. Banyak lansia mengalami cedera serius setelah terjatuh karena turunnya refleks dan koordinasi tubuh.

Manfaat itu pun dirasakan salah satu pesertanya, Betty Boon. Nenek 69 tahun tersebut mengaku parkour membuatnya merasa lebih percaya diri dan mandiri.

"Saat tubuh lemah, Anda akan bergantung pada orang lain. Saya merasa lebih hidup, ini seperti dunia yang benar-benar baru," ujarnya.

Seberapa bermanfaat geriatric parkour bagi lansia?

Pada dasarnya, parkour merupakan olahraga yang mengandalkan gerakan seperti berlari, melompat, dan melewati berbagai rintangan.

Mengacu jurnal The Effect of Parkour Concept on Functional Mobility in Older Adults (2025), aktivitas ini menekankan kontrol tubuh dan kesadaran spasial sehingga membantu mendorong keseimbangan, kelincahan, dan daya tahan tubuh.

Konsep inilah yang kemudian diadaptasi menjadi geriatric parkour, mengingat sejumlah penelitian menunjukkan bahwa gangguan keseimbangan menjadi salah satu penyebab utama lansia mengalami jatuh.

Berbeda dengan parkour konvensional, latihan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi fisik peserta. Sejumlah penelitian menunjukkan latihan ini berpotensi membantu mempertahankan kemampuan fisik lansia.

Studi yang melibatkan lansia selama 10 minggu menunjukkan latihan parkour modifikasi mampu meningkatkan kemampuan menjangkau (functional reach) dan memiliki perbaikan pada mobilitas fungsional, meski sebagian hasilnya belum signifikan secara statistik.

Peneliti menyimpulkan geriatric parkour merupakan upaya yang menjanjikan, meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan manfaat serta efektivitasnya pada lansia.

Di sisi lain, pentingnya latihan pencegahan jatuh juga didukung berbagai lembaga kesehatan. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, lebih dari satu dari empat orang berusia 65 tahun ke atas mengalami jatuh setiap tahun.

Jatuh menjadi penyebab utama cedera fatal maupun nonfatal pada lansia, yang dipicu antara lain oleh penurunan kekuatan otot, keseimbangan, fleksibilitas, dan koordinasi tubuh.

Dengan kata lain, tujuan geriatric parkour bukan untuk melakukan atraksi yang membahayakan. Fokus utamanya adalah melatih kemampuan tubuh agar lansia lebih seimbang dan lincah dalam mengerjakan aktivitas sehari-hari serta tidak mudah terjatuh.

(fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK