Kamitetep Bikin Kulit Gatal? Kenali Ciri dan Cara Mengusirnya

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 13:00 WIB
Ilustrasi. Kamitetep bisa bikin kulit gatal. (istockphoto/wisely)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kamitetep sering kali ditemukan menempel di dinding, langit-langit rumah, hingga sela-sela lemari. Meski berukuran kecil dan tampak seperti serpihan debu atau kantung mungil, serangga ini kerap menjadi sumber keluhan karena dapat memicu gatal pada kulit, terutama pada orang yang sensitif.

Banyak orang mengira kamitetep adalah ulat atau kepompong kupu-kupu. Padahal, kamitetep merupakan fase larva dari ngengat kantung (bagworm moth). Larva tersebut hidup di dalam kantung kecil yang dibuat dari debu, serat kain, rambut, hingga serpihan daun sebagai pelindung tubuhnya.

Kantung yang dibawa larva ini berbentuk menyerupai kerucut kecil atau serpihan daun kering. Saat mencari makan, larva dapat berpindah-pindah sambil membawa 'rumah' tersebut.

Apa itu kamitetep?

Mengutip AAG Pest Control, secara biologis, kamitetep merupakan larva ngengat dari kelompok bagworm. Siklus hidupnya dimulai dari telur yang menetas menjadi larva. Larva kemudian membuat kantung sebagai tempat berlindung sekaligus alat kamuflase dari predator.

Selama fase larva, kamitetep aktif memakan bahan-bahan organik seperti rambut, serpihan kulit mati, serat kain, debu, hingga sisa-sisa tanaman. Setelah tumbuh dewasa, larva akan berubah menjadi ngengat. Ngengat jantan akan keluar dari kantung untuk kawin, sedangkan betina tetap berada di dalam kantung dan bertelur sebelum akhirnya mati.

Di alam, bagworm banyak ditemukan pada pepohonan dan semak-semak. Namun, di lingkungan rumah, larva dapat berkembang biak jika tersedia makanan dan kondisi yang lembap.

Kamitetep bisa menggigit manusia

Dosen Departemen Biologi FMIPA Universitas Indonesia (UI), Ratna Yuniati mengatakan bahwa kontak dengan kamitetep memang dapat menimbulkan reaksi pada kulit.

"Tanda pada kulit jika sudah terkena kamitetep adalah bisa berupa ruam atau bintik kemerahan yang terasa gatal," ujar Ratna dikutip dari Website resmi UI.

Pada orang dengan kulit sensitif, reaksi yang muncul bisa lebih berat, seperti iritasi ringan, pembengkakan, atau reaksi alergi. Meski demikian, kondisi tersebut umumnya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu sekitar tiga hingga tujuh hari.

Apabila gatal semakin parah, muncul lepuhan, atau disertai tanda infeksi seperti nanah dan demam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kapan kamitetep banyak muncul?

Menurut Ratna, kamitetep lebih sering muncul saat musim hujan atau awal musim penghujan. Kondisi udara yang lembap membuat larva lebih mudah berkembang dan bertahan hidup.

Selain itu, kelembapan tinggi menyebabkan debu, rambut, serta serpihan organik lebih mudah menumpuk di sudut-sudut rumah, yang menjadi sumber makanan utama larva.

Pada musim hujan, rumah juga cenderung lebih tertutup sehingga sirkulasi udara berkurang. Lingkungan yang lembap inilah yang menjadi tempat ideal bagi kamitetep untuk berkembang biak.

Sebaliknya, saat musim kemarau, populasi kamitetep umumnya menurun karena udara lebih kering dan suhu yang lebih panas dapat menghambat perkembangan larva.

Cara mengusir kamitetep dari rumah

Mengusir kamitetep sebenarnya tidak memerlukan cara yang rumit. Kuncinya adalah menjaga kebersihan rumah secara menyeluruh agar sumber makanan larva hilang.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

• Menyapu dan mengepel rumah secara rutin, terutama di sudut ruangan, bawah tempat tidur, lemari, dan gudang.

• Membersihkan karpet menggunakan vacuum cleaner untuk mengangkat debu, rambut, dan serpihan kulit mati.

• Membuka jendela setiap hari agar sirkulasi udara lancar dan kelembapan ruangan berkurang.

• Menggunakan dehumidifier atau kipas angin jika kondisi rumah terlalu lembap.

• Membersihkan kamar mandi dan dapur secara rutin karena kedua area ini cenderung memiliki tingkat kelembapan tinggi.

• Tidak membiarkan pakaian kotor menumpuk terlalu lama karena dapat menjadi tempat larva berkembang.

• Menggunakan kapur barus atau kamper di dalam lemari untuk membantu mengusir ngengat dewasa.

Selain membersihkan kantung kamitetep yang terlihat di dinding, penting juga membersihkan area di sekitarnya agar telur maupun larva yang tidak terlihat ikut terangkat.

Dengan menjaga kebersihan rumah dan mengurangi kelembapan ruangan, risiko kemunculan kamitetep dapat ditekan. Jika serangga ini terus bermunculan dalam jumlah banyak meski rumah sudah rutin dibersihkan, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan menyeluruh pada area yang lembap atau sulit dijangkau agar sumber perkembangbiakannya dapat ditemukan.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK