Dokter Kulit Beber Kesalahan Skincare yang Sering Dilakukan Pria
Banyak pria menganggap rutinitas perawatan kulit tak perlu rumit. Mencuci wajah, memakai pelembap, dan sesekali menggunakan tabir surya sering kali dianggap sudah cukup.
Padahal, menurut dokter spesialis kulit, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara keliru justru dapat memicu berbagai masalah kulit. Mulai dari jerawat, kulit iritasi, hingga kondisi kulit yang lebih serius.
Dokter spesialis kulit sekaligus Chief Scientific Officer Dr TWL Asian Skin Research Institute, Teo Wan Lin, menjelaskan pria secara alami memproduksi lebih banyak minyak pada kulit karena kadar hormon testosteron yang lebih tinggi.
Produksi minyak berlebih membuat pori-pori lebih mudah tersumbat sehingga meningkatkan risiko munculnya jerawat, komedo, dan iritasi kulit. Sementara itu, dokter spesialis kulit Stephanie Ho mengatakan masih banyak pria yang mempercayai mitos soal perawatan kulit.
"Kesalahpahaman yang paling sering saya temui adalah mencuci wajah terlalu sering saat kulit berminyak, menganggap pola makan dan gaya hidup tidak memengaruhi kulit, serta berpikir semua perubahan kulit hanyalah bagian dari penuaan," ujarnya.
Berikut lima kesalahan skincare yang sering dilakukan pria menurut para dermatolog melansir CNA:
1. Terlalu sering mencuci wajah karena kulit berminyak
Kulit pria umumnya lebih tebal dan lebih berminyak dibandingkan wanita. Karena itu, banyak pria merasa perlu mencuci wajah berkali-kali dalam sehari agar wajah tetap segar. Padahal, kebiasaan ini justru bisa menjadi bumerang.
Stephanie Ho menjelaskan mencuci wajah terlalu sering dapat menghilangkan lapisan pelindung alami kulit. Akibatnya, kulit menjadi kering dan iritasi. Bahkan, kulit bisa memproduksi minyak lebih banyak sebagai respons terhadap hilangnya kelembapan alami tersebut.
Idealnya, wajah cukup dibersihkan dua kali sehari, yakni pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Jika selesai berolahraga atau banyak berkeringat, wajah juga sebaiknya segera dibersihkan.
2. Menganggap pola makan dan gaya hidup tidak berpengaruh
Kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi produk skincare, tetapi juga mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kurang tidur, stres, merokok, serta konsumsi alkohol berlebihan dapat membuat kulit tampak kusam, muncul lingkar hitam di bawah mata, hingga memicu jerawat.
Pola makan juga berperan penting. Stephanie Ho mengatakan suplemen protein whey yang sering dikonsumsi untuk membentuk massa otot dapat memicu jerawat pada sebagian orang.
Protein whey dapat merangsang produksi minyak berlebih sehingga pori-pori lebih mudah tersumbat. Bila jerawat mulai muncul setelah mengonsumsi whey protein, ia menyarankan untuk mempertimbangkan protein nabati sebagai alternatif.
Selain menggunakan produk perawatan kulit, menjaga pola makan seimbang, tidur yang cukup, rutin berolahraga, dan bijak mengonsumsi suplemen juga penting untuk kesehatan kulit.
3. Menganggap semua perubahan kulit hanyalah tanda penuaan
Kerutan halus memang merupakan bagian alami dari proses penuaan. Namun, tidak semua perubahan pada kulit boleh dianggap wajar. Kemerahan yang berlangsung lama bisa menjadi tanda awal rosacea, yaitu penyakit kulit yang menyebabkan wajah kemerahan dan sensitif.
Selain itu, tahi lalat yang berubah bentuk atau warna, maupun luka yang tidak kunjung sembuh, juga perlu mendapat perhatian karena bisa menjadi tanda kondisi medis yang lebih serius.
Stephanie Ho menyarankan agar jerawat yang menetap, kemerahan berkepanjangan, perubahan pada tahi lalat, atau luka yang sulit sembuh segera diperiksakan ke dokter. Penanganan sejak dini dapat mencegah bekas jerawat permanen, menghentikan perkembangan penyakit kulit, bahkan membantu mendeteksi kanker kulit lebih awal.
4. Menganggap semua pelembap sama
Masih banyak pria enggan memakai pelembap karena khawatir wajah menjadi lebih berjerawat. Menurut Teo Wan Lin, anggapan tersebut tidak benar. Pelembap tidak menyebabkan jerawat, selama produk yang digunakan sesuai dengan jenis kulit.
Pelembap tersedia dalam berbagai tekstur, mulai dari gel, losion, hingga krim. Untuk kulit berminyak, pelembap bertekstur ringan seperti gel atau losion lebih disarankan karena terasa nyaman tanpa membuat wajah semakin lengket.
5. Mengabaikan kesehatan kulit kepala
Kulit kepala merupakan bagian dari kulit yang juga membutuhkan perawatan. Teo Wan Lin menjelaskan kulit kepala yang tidak sehat dapat memicu masalah kulit di sekitar dahi dan garis rambut.
Cuaca panas dan lembap dapat membuat jamur alami yang hidup di kulit berkembang lebih banyak. Pada orang dengan kulit berminyak, kondisi ini bisa memicu munculnya benjolan kecil yang sering disebut sebagai fungal acne.
Untuk membantu mengendalikan pertumbuhan jamur tersebut, sampo antiketombe yang mengandung ketoconazole, selenium sulfide, zinc pyrithione, atau ciclopirox olamine dapat menjadi pilihan. Meski demikian, produk tersebut tetap harus digunakan sesuai petunjuk pada kemasan agar kulit kepala tidak menjadi terlalu kering.
Merawat kulit bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan. Dengan menghindari lima kesalahan di atas, pria dapat menjaga kulit tetap sehat sekaligus mengurangi risiko berbagai masalah kulit di kemudian hari.
(tis/tis)