Postbiotik Bikin Usus Sehat, Apa Bedanya Sama Probiotik & Prebiotik?
Istilah probiotik dan prebiotik mungkin sudah lebih familiar di telinga, apalagi saat membahas soal kesehatan pencernaan. Namun, ada satu istilah lain yang mulai banyak dibicarakan, yaitu postbiotik.
Banyak orang belum tahu postbiotik juga punya peran penting dalam menjaga usus tetap sehat. Lalu, apa sebenarnya postbiotik itu, dan apa bedanya dengan probiotik serta prebiotik? Ini dia penjelasan lengkapnya.
Apa itu postbiotik dan apa bedanya dengan probiotik dan prebiotik?
Sebelum membahas soal postbiotik, mari pahami terlebih dahulu soal probiotik dan prebiotik. Menurut laman Harvard Health Publishing, probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang ditemukan dalam makanan fermentasi, seperti yogurt, kefir, kimchi, dan sejenisnya.
Probiotik berfungsi membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam usus, sehingga pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan bisa lebih terjaga.
Adapun prebiotik merupakan 'makanan' untuk probiotik. Prebiotik biasanya berasal dari makanan tinggi serat seperti kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan beberapa jenis sayuran.
Saat dicerna tubuh, prebiotik membantu mendukung pertumbuhan bakteri baik agar bisa berkembang optimal di saluran cerna.
Lalu bagaimana dengan postbiotik? Postbiotik itu sendiri merupakan 'sampah' atau hasil sampingan yang terbentuk setelah prebiotik dan probiotik dicerna tubuh.
Jadi, kalau probiotik bakteri baiknya dan prebiotik makanannya, maka postbiotik adalah hasil akhir dari aktivitas bakteri tersebut.
Adapun menurut laman Prevention, postbiotik mengandung senyawa bermanfaat, seperti asam lemak rantai pendek, enzim, vitamin B dan K, hingga peptida antimikroba yang membantu melawan bakteri jahat.
Menariknya, postbiotik tidak mengandung bakteri hidup, sehingga lebih stabil dan tidak ada risiko 'mati' seperti probiotik. Inilah yang membuat postbiotik dianggap sebagai salah satu komponen penting dalam ekosistem usus yang sehat.
Manfaat postbiotik
Meski istilahnya terdengar baru, postbiotik sebenarnya sudah lama ada dan dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan, terutama di usus. Ini dia beberapa manfaatnya:
1. Meningkatkan sistem imun
Mengutip Healthline, postbiotik berupa butirat, asam lemak rantai pendek, dapat merangsang produksi T cells di usus. Sel ini membantu mengatur respons imun agar tidak berlebihan. Selain itu, postbiotik juga bisa memicu produksi sitokin antiinflamasi yang membantu meredakan peradangan.
2. Mencegah dan mengatasi diare
Sejumlah penelitian menunjukkan, postbiotik dapat membantu mencegah hingga mengatasi diare pada anak.
Salah satunya dari tinjauan Jeadran N Malagón-Rojas et al. di jurnal Nutrients (2020) terhadap tujuh studi pada 1.740 anak. Studi tersebut menemukan suplemen postbiotik bisa mengurangi durasi diare dan lebih efektif ketimbang plasebo dalam mencegah diare, faringitis, dan laringitis.
3. Menjaga kesehatan usus
Postbiotik berperan dalam meningkatkan jumlah mikroorganisme baik dan menghambat pertumbuhan mikroorganisme berbahaya di usus.
Menurut Medical News Today, postbiotik juga memperkuat lapisan pelindung usus agar toksin dan bakteri jahat tidak mudah masuk. Kondisi ini penting untuk mencegah masalah sindrom iritasi usus, penyakit radang usus, intoleransi tertentu, hingga gangguan pencernaan lainnya.
4. Bersifat antioksidan
Postbiotik juga memiliki sifat antioksidan yang membantu melindungi tubuh dari stres oksidatif. Stres oksidatif bisa dipicu oleh polusi, toksin dalam makanan, dan faktor lingkungan lain yang berkontribusi pada berbagai penyakit.
Potensi risiko postbiotik
Secara umum, postbiotik tergolong aman dan mudah ditoleransi oleh orang dengan sistem imun yang sehat. Namun, pada kelompok dengan daya tahan tubuh lemah, risikonya bisa lebih tinggi.
Kelompok ini mencakup anak-anak, ibu hamil, orang yang baru menjalani operasi, orang dengan gangguan jantung struktural, serta penderita gangguan saluran cerna tertentu.
Oleh karena itu, jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter sebelum mengubah pola makan atau mengonsumsi suplemen postbiotik maupun probiotik.
(rti)